Laba Bersih Bukit Asam Naik 33%

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berhasil meraih laba bersih pada semester I – 2014 sebesar Rp 1,16 triliun, meningkat 33% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 870 miliar. Sedangkan pendapatan perseroan semester I tahun ini adalah sebesar Rp 6,43 triliun, naik 18% dari tahun lalu sebesar Rp 5,43 triliun.

Sekretaris Perusahaan Bukit Asam Joko Pramono mengungkapkan, meningkatnya kinerja keungan perseroan disebabkan oleh optimalisasi operasional pertambangan dan volume penjualan. Volume penjualan batubara persreoan pada semester I tahun ini adalah sebesar 8,83 juta ton, meningkat 101% dari periode sama tahun lalu sebesar 8,74 juta ton.

“Harga rata-rata tertimbang batubara pada periode ini juga meningkat menjadi Rp 726 ribu per ton, dari sebelumnya Rp 621 ribu per ton,” ungkap Joko dalam keterbukaan informasinya, Jumat (22/8).

Dia melanjutkan, pada semester I perseroan mencatat peningkatan volume produksi sebesar 16% menjadi sebesar 7,7 juta ton dari sebelumnya sebesar 6,6 juta ton. Tingkat produksi tersebut dicapai dengan nisbah kupas (strip ratio) penambangan rata-rata sebesar 4,07, lebih rendah dari tahun lalu sebesar 4,21.

Sementara itu, perseroan bakal menuntaskan peningkatan kapasitas Pelabuhan Tarhan pada tahun ini. Nantinya kapasitas pelabuhan akan meningkat menjadi sebesar 25 juta ton dari sebelumnyas sebesar 13 juta ton.

“Nantinya pelabuhan bisa disandari dua kapal sekaligus yang masing-masing berkapasitas 80 ribu DWT (panamax) dan 200 ribu DWT,” papar Joko.

Dia menambahkan, seiring dengan meningkatnya kapasitas pelabuhan maka kapasitas angkutan kereta api tahun ini akan meningkat hingga mencapai 17,9 juta ton. Joko menjelaskan, bakal ada 600 unit gerbong baru tahun ini sehingga perseroan memiliki gerbong yang dapat dioperasikan sebanyak 3.071 unit.

“Pada 2015 PT Kereta Api Indonesia (KAI) sudah mampu mengangkut batubara perseroan minimal 22 juta ton per tahun,” jelasnya.

Selanjutnya, proyek pembangunan jalur baru transportasi batubara dengan kereta api oleh anak usaha perseroan, yaitu PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR) sedang dalam tahap restructuring pada anak usaha persroan PT Bukit Asam Banko. BATR akan mengangkut batubara sebanyak 500 juta ton selama 20 tahun, dengan kapasitas pengangkutan minimal 25 juta ton per tahun.

Sementara itu, proyek CBM yang berlokasi di wilayah tambang Tanjung Enim, Sumatera Selatan saat ini sedang dalam tahap menyelesaikan pembuatan sumur bor nomor tiga untuk persiapan produksi gas. Cadangan potensial dari proyek tersebut sangat besar, mencapai 0,8 triliun cubic feet (TCF).

“Pada 2015, proyek tersebut dijadwalkan bakal mulai berproduksi dengan kapasitas 40 MMSCF (milion cubic feet) per hari, atau setara untuk pembangkit PLTG dengan kapasitas 200 MW,” papar Joko.

Sumber : ipotnews.com

http://cara-buat-website.com

Posted on August 25, 2014, in Pasar Saham and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: