Setelah Tembus 2000, Bursa AS akan Terkoreksi Tajam(?)

Keyakinan internasional akan langkah The Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga dinilai akan menyebabkan penurunan saham dan obligasi di pasar modal global hingga 60 persen.

Ketika itu terjadi, pasar akan menghadapi “periode kekacauan yang ekstrim,” kata David Tice, presiden Tice Capital dan pendiri Prudent Bear Fund, AS . Menurutnya, kekacauan pasar akan dipercepat oleh kekecewaaan terhadap “permainan keyakinan (confidence games),” yang ditampilkan The Fed.

Kondisi tersebut, masih kata Tice seperti dikutip CNBC, (28/8), akan berlanjut dengan kenaikan inflasi, dan The Fed pun akan menyusulnya dengan kenaikan suku bunga. Pada titik tertentu, “The Fed mulai kehilangan kontrol,” Tice menambahkan.

Pengamat pasar lainnya, Abigail Doolittle, analis teknikal pendiri Peak Theories Research,  juga menyebutkan bahwa kejatuhan pasar akan segera terjadi. Kebijakan suku bunga ekstra rendah The Fed bisa menyebabkan koreksi pasar yang “menyeramkan”, sebesar 50-60 persen.

“Sayangnya, saya pikir [kebijakan The Fed] bisa menyebabkan kejatuhan seperti terjadi pada 2007,” papar Doolittle, sehari setelah indeks S&P 500 untuk pertama kalinya ditutup menembus 2000. “Sulit untuk mengetahui apa katalis selanjutnya. Tapi itulah siklus yang sangat alami dari terjadinya aksi jual. Mulainya lambat dan kemudian terjadi dengan sangat tiba-tiba,” imbuh Doolittle.

Ia mengacu pada tabel pergerakan indeks Dow Jones Global selama 20 tahun. “Kita bisa melihat bahwa seluruh tren bull market selama lima tahun terakhir mulai berbalik arah …. Jika kita lihat kisaran di sekitar trennya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa Anda akan melihat gejolak yang parah,” ujarnya.

Doolittle menyebut “keberhasilan” indeks S&P 500 menembus 2.000 pada Selasa lalu mendekati tonggak psikologis yang hanya sedikit didukung oleh teknikalnya. “Semakin tinggi pasar saham melambung, saya menjadi semakin bearish karena landasan teknikal jangka panjang benar-benar mendukung pandangan ini,” tegasnya.

Namun pengamat pasar, Jeremy Siegel, profesor Wharton University, berpandangan sebaliknya. Ia justru memprediksikan bahwa gairah pasar yang terjadi akhir-akhir ini akan bertahan hingga akhir tahun nanti.

Sumber : ipotnews.com

http://cara-buat-website.com

Posted on August 29, 2014, in Ekonomi Dan Investasi and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: