Setelah Rilis Kinerja Kuartal III, Analis Dongkrak Target Harga BBRI

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) membukukan laba bersih yang kuat naik 10,5% pada kuartal III/2014 (QoQ) dan 17,5% (YoY) dalam 9 bulan di tahun 2014 (9M14). Pencapaian tersebut di atas estimasi meskipun sebagian ditopang oleh pendapatan non recurring, termasuk anggaran penyisihan tahun sebelumnya untuk biaya insentif pemasaran yang dilaporkan sebagai laba non operasional sebesar Rp1,2 triliun pada 3Q14 (pada 2Q Rp0,5 triliun).

Pencapaian tersebut ditambah dengan naiknya pendapatan lain yang lebih besar dibanding kenaikan pertumbuhan biaya operasional yang kuat sebesar 24% (QoQ) pada kuartal terakhir. Dengan demikian [BBRI 10,800 -50 (-0,5%)] mampu melanjutkan kenaikan ROAE-nya sebesar 29% pada 9M14 meskipun terdapat sentimen indikator makro ekonomi seperti kenaikan suku bunga dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat tahun ini.

Pertumbuhan kredit BBRI melambat menjadi 12,3% (YoY) pada 3Q14, sejalan dengan pertumbuhan kredit sektor yang tumbuh secara moderat (13,5% YoY per Agustus). Walaupun begitu, marjin kredit mikro BBRI tetap tinggi masih tumbuh kuat sebesar 15,8%. Sementara deposit tumbuh 11% (QoQ) pada 3Q (20% YoY), melampaui industri yang tumbuh 11,6 persen.

Meskipun demikian dengan pertumbuhan deposit yang kuat yang sebagian besar didanai oleh deposito berbunga tinggi (22% QoQ), NIM perseroan telah menyempit 36bps menjadi 8,04% pada 3Q14 walaupun ini telah memperkuat rasio likuiditas BBRI seiring naiknya LDR menjadi 85% yang lebih baik dibanding industri rata-rata sebesar 94%.

Biaya kredit (setelah dikurangi pemulihan) sudah normal naik 106bps  di 9M14 setelah 2 tahun berada di level sangat rendah pada tahun 2012-2013 verys 32bps pada tahun lalu. Sementara NPL baru dalam tren naik baru-baru ini. Adapun kualitas aset tidak memburuk pada 3Q seperti ditunjukkan provisi kredit yang lebih rendah dan rasio NPL stabil (1,9%) dan cakupan provisi/NPL coverage sebesar 183% pada kuartal terakhir.

Kualitas aset portfolio mikro dan konsumer yang menyumbang hampir setengah total kredit masih stabil dengan rasio NPL yang rendah 1,38% dan 1,49% masing-masing, kontras dengan memburuknya rasio NPL pada kredit UKM dan medium yang masing-masing 4,05% dan 6,46%.

Kepala Riset PT Indo Premier Securities Stephan Hasjim memperkirakan laba BBRI pada 2014-2015 masing-masing naik 9% dan 6% ditopang naiknya NIM. Selain itu ditunjang asumsi fee based dan pendapatan non recurring serta asumsi naiknya biaya kredit konsumsi.

Dalam riset yang dipublikasikan, Jumat (24/10), Stephan menaikkan target harga (TP) menjadi Rp12.900 dari sebelumnya Rp10.250/saham. TP tersebut merefleksikan target rasio P/B dan P/E d tahun 2015 masing-masing 2,6 kali dan 11,5 kali. Stephan mempertahankan rekomendasi buy saham BBRI. 

Sumber : ipotnews.com

http://cittaparts.wordpress.com

Posted on October 27, 2014, in Pasar Saham and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: