Monthly Archives: November 2014

Meneropong Prospek Saham UNTR

Teguh menganggap bahwa UNTR masih menawarkan prospek yang menarik (termasuk untuk jangka panjang), terutama karena perusahaan ini dikelola oleh manajemen sekelas Grup Astra.

Malah jika nanti harga batubara akhirnya pulih kembali (dan saya pribadi termasuk yang percaya bahwa itu akan terjadi suatu hari nanti), maka UNTR bisa memaksimalkan konsesi-konsesi batubaranya, sehingga pendapatannya pun akan meningkat signifikan.

Beberapa investor mungkin khawatir dengan kabar bahwa UNTR telah melakukan restrukturisasi beberapa anak-anak usahanya, di mana hal itu dikhawatirkan akan mengganggu kinerja perusahaan, dan itu sebabnya sahamnya kemudian turun.
Read the rest of this entry

Advertisements

Harga BBM Naik, Beli Saham-saham Ini

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dinilai jadi katalis positif bagi penguatan pasar saham Indonesia. Banyak saham direkomendasikan beli.

Gema Goeyardi, pendiri PT Astronacci Internasional mengatakan, venus memasuki zodiac baru pada 17 November 2014 kemarin dan Dua siklus astrologi Sun Square Jupiter dan Mars Square Uranus yang terjadi minggu lalu akan memberikan dampak bullish continuation pada IHSG.

“Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sebanyak Rp2.000 untuk premium dan solar akan menjadi katalis positif penguatan pasar saham Indonesia yang secara bersamaan pola harga pada IHSG telah siap naik lebih tinggi pasca mengalami konsolidasi kecil,” katanya kepada INILAHCOM di Jakarta, Selasa (18/11/2014).

Selasa menurut Gema, akan menjadi the confirmation day untuk pergerakan IHSG ke depan. Break out pada 17 November 2014 seharusnya disertai dengan penguatan lanjutan mencapai target harga terdekat di level 5.124 menutup area gap 1 Oktober 2014.

Bayang-bayang negatif dari ekonomi Jepang yang mengalami technical recession di kuartal ke 3 sehingga membuat indeks Nikkei terjatuh dalam, akan menjadi penghambat indeks naik secara agresif dalam minggu ini. “Oleh karena itu, bullish pendek IHSG terbatas hingga 5.180,” tuturnya.

Dari perspektif pasar AS, kenaikan Dow Jones diperkirakan hingga 17.800 dan 18.200. Anda tetap aman untuk trading hingga 20 November 2014 menyambut New Moon dan effect dari Sun Conjunction Saturn. “Selama IHSG tidak turun dari 4.900 maka bullish jangka menengah tetap akan bertahan di pasar,” imbuhnya.

Di atas semua itu, Gema menyodorkan strategi trading. Berikut ini rincian penjelasannya:

Read the rest of this entry

Tak Banyak Alternatif Di Sektor Konsumer, KLBF Jadi Favorit

Kalbe Farma (KLBF) diyakini adalah emiten farmasi terkemuka di Indonesia yang memiliki kekuatan harga untuk mempertahankan marjin profitnya di saat nilai tukar rupiah lemah yang mendongkrak harga impor bahan baku (80% dari harga jual produk).

Posisi market KLBF yang kuat ditambah dengan sifat demand produk farmasi yang in-elastis, memungkinkan perseroan menyesuaikan harga jual rata-rata di harga pada waktu mendatang. Hal itu masih ditambah brand KLBF yang kuat, inovasi yang tangguh dan jaringan distribusi luas memungkinkan perseroan mempertahankan pertumbuhan dan profitabilitas.

Posisi yang baik KLBF diuntungkan dengan pertumbuhan kelas menengah dan program pemerintah dalam perlindungan kesehatan masyarakat. Kenaikan pendapatan penduduk, perubahan gaya hidup dan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan akan mendorong demand terhadap layanan kesehatan dan produk kesehatan. Sedangkan program kesehatan untuk semua akan mendongkrak demand terhadap obat generik dan obat paten serta alat kesehatan.

Analis PT Indo Premier Securities Julianto Wongso memperkirakan pendapatan per kapita Indonesia naik pada dekade berikutnya yang bisa diartikan pengeluaran lebih besar pada sektor kesehatan ke level sebanding dengan negara-negara di Asean. Berdasarkan survei Frost & Sullivan  penjualan farmasi di Indonesia diperkirakan akan tumbuh rata-rata gabungan tahunan 11% dalam rentang 2012-2018. Angka itu jauh di atas periode tahun 2009-2012 sebesar 7,6 persen.

Dalam rentang 2013-2016. pertumbuhan gabungan rata-rata KLBF diperkirakan 20,7% ditunjang kenaikan penjualan tahunan produk farmasi 14,2%, consumer health naik 18,0%, produk nutrisi naik 21,3% dan usaha distribusi 6,3 persen pada periode tersebut.

Pasar ekspor merupakan potensi lain pertumbuhan KLBF dimana KLBF berencana untuk meningkatkan pendapatan ekspor 10% dari penjualan konsolidasi dari angka sebelumnya yang hanya 4% di tahun 2013.

Ekspansi e-store dan klinik akan didorong oleh penetrasi belanja online dan naiknya jumlah pasien dalam mencari layanan perawatan primer. Di waktu mendatang, ditopang kas berlimpah, diperkirakan aksi merger dan akuisisi dapat pula menjadi pendukung pertumbuhan yang kuat.

Julianto merekomendasikan Buy saham [KLBF 1,675 -10 (-0,6%)] dengan target price (TP) Rp1.970/saham dari TP sebelumnya Rp1.650/saham yang mencerminkan target rasio P/E 34 kali. Menurut dia valuasi saham KLBF premium dari rata-rata historisnya hanya merefleksikan suatu penilaian kembali saham-saham konsumer pada saat ini serta dibenarkan mengingat kurangnya alternatif perusahaan farmasi, pemimpin pasar, inovasif dan profitabilitas yang lebih tinggi dibanding perusahaan sejenis.

Sedangkan risiko terhadap TP adalah kenaikan tajam bahan baku impor, depresiasi tajam nilai tukar rupiah dan risiko regulasi.  (mk)

Sumber : ipotnews.com

http://cittaparts.wordpress.com

Read the rest of this entry

Mencermati Saham CPIN, JPFA dan MAIN

Tiga saham berbasis sektor unggas mengalami penurunan tajam pada hari perdagangan pertama di bulan November.

Tiga saham itu adalah PT Charoen Polphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dan PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN). Masing-masing saham tercatat turun tajam sebesar 5,2 persen, 9,2 persen dan 22,7 persen.

Penurunan tiga saham ini seiirng kinerja kuarta III-2014 yang mengecewakan. Di mana kinerja CPIN turun 22,5 persen, JPFA turun 57,3 persen, dan MAIN turun 92,4 persen secara tahunan (year on year/yoy). Demikian diungkapkan Research Team Daewoo Securities Indonesia dalam risetnya, Selasa (4/11/2014).

Daewoo mencoba menarik garis lurus dan menyimpulkan kinerja keuangan ketiga pelaku usaha sektor tersebut. Pertama, pendapatan masih bertumbuh namun tidak sekuat periode atau tahun tahun sebelumnya. Read the rest of this entry

Rugi Kurs, Indofood Tetap Cetak Kenaikan Laba 57,6%

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatatkan laba sebesar Rp3,03 triliun pada kuartal III-2014. Laba ini naik 57,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,92 triliun.

“Kami akan terus memanfaatkan kekuatan model bisnis yang kami miliki guna menangkap peluang pertumbuhan jangka panjang,” jelas Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim dalam keterangan tertulisnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (31/10/2014).

Dia menjelaskan, penjualan neto konsolidasi Indofood tumbuh 22,1 persen menjadi Rp50,39 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp41,28 triliun. Read the rest of this entry