Daily Archives: November 13, 2014

Tak Banyak Alternatif Di Sektor Konsumer, KLBF Jadi Favorit

Kalbe Farma (KLBF) diyakini adalah emiten farmasi terkemuka di Indonesia yang memiliki kekuatan harga untuk mempertahankan marjin profitnya di saat nilai tukar rupiah lemah yang mendongkrak harga impor bahan baku (80% dari harga jual produk).

Posisi market KLBF yang kuat ditambah dengan sifat demand produk farmasi yang in-elastis, memungkinkan perseroan menyesuaikan harga jual rata-rata di harga pada waktu mendatang. Hal itu masih ditambah brand KLBF yang kuat, inovasi yang tangguh dan jaringan distribusi luas memungkinkan perseroan mempertahankan pertumbuhan dan profitabilitas.

Posisi yang baik KLBF diuntungkan dengan pertumbuhan kelas menengah dan program pemerintah dalam perlindungan kesehatan masyarakat. Kenaikan pendapatan penduduk, perubahan gaya hidup dan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan akan mendorong demand terhadap layanan kesehatan dan produk kesehatan. Sedangkan program kesehatan untuk semua akan mendongkrak demand terhadap obat generik dan obat paten serta alat kesehatan.

Analis PT Indo Premier Securities Julianto Wongso memperkirakan pendapatan per kapita Indonesia naik pada dekade berikutnya yang bisa diartikan pengeluaran lebih besar pada sektor kesehatan ke level sebanding dengan negara-negara di Asean. Berdasarkan survei Frost & Sullivan  penjualan farmasi di Indonesia diperkirakan akan tumbuh rata-rata gabungan tahunan 11% dalam rentang 2012-2018. Angka itu jauh di atas periode tahun 2009-2012 sebesar 7,6 persen.

Dalam rentang 2013-2016. pertumbuhan gabungan rata-rata KLBF diperkirakan 20,7% ditunjang kenaikan penjualan tahunan produk farmasi 14,2%, consumer health naik 18,0%, produk nutrisi naik 21,3% dan usaha distribusi 6,3 persen pada periode tersebut.

Pasar ekspor merupakan potensi lain pertumbuhan KLBF dimana KLBF berencana untuk meningkatkan pendapatan ekspor 10% dari penjualan konsolidasi dari angka sebelumnya yang hanya 4% di tahun 2013.

Ekspansi e-store dan klinik akan didorong oleh penetrasi belanja online dan naiknya jumlah pasien dalam mencari layanan perawatan primer. Di waktu mendatang, ditopang kas berlimpah, diperkirakan aksi merger dan akuisisi dapat pula menjadi pendukung pertumbuhan yang kuat.

Julianto merekomendasikan Buy saham [KLBF 1,675 -10 (-0,6%)] dengan target price (TP) Rp1.970/saham dari TP sebelumnya Rp1.650/saham yang mencerminkan target rasio P/E 34 kali. Menurut dia valuasi saham KLBF premium dari rata-rata historisnya hanya merefleksikan suatu penilaian kembali saham-saham konsumer pada saat ini serta dibenarkan mengingat kurangnya alternatif perusahaan farmasi, pemimpin pasar, inovasif dan profitabilitas yang lebih tinggi dibanding perusahaan sejenis.

Sedangkan risiko terhadap TP adalah kenaikan tajam bahan baku impor, depresiasi tajam nilai tukar rupiah dan risiko regulasi.  (mk)

Sumber : ipotnews.com

http://cittaparts.wordpress.com

Read the rest of this entry

Advertisements