Tak Banyak Alternatif Di Sektor Konsumer, KLBF Jadi Favorit

Kalbe Farma (KLBF) diyakini adalah emiten farmasi terkemuka di Indonesia yang memiliki kekuatan harga untuk mempertahankan marjin profitnya di saat nilai tukar rupiah lemah yang mendongkrak harga impor bahan baku (80% dari harga jual produk).

Posisi market KLBF yang kuat ditambah dengan sifat demand produk farmasi yang in-elastis, memungkinkan perseroan menyesuaikan harga jual rata-rata di harga pada waktu mendatang. Hal itu masih ditambah brand KLBF yang kuat, inovasi yang tangguh dan jaringan distribusi luas memungkinkan perseroan mempertahankan pertumbuhan dan profitabilitas.

Posisi yang baik KLBF diuntungkan dengan pertumbuhan kelas menengah dan program pemerintah dalam perlindungan kesehatan masyarakat. Kenaikan pendapatan penduduk, perubahan gaya hidup dan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan akan mendorong demand terhadap layanan kesehatan dan produk kesehatan. Sedangkan program kesehatan untuk semua akan mendongkrak demand terhadap obat generik dan obat paten serta alat kesehatan.

Analis PT Indo Premier Securities Julianto Wongso memperkirakan pendapatan per kapita Indonesia naik pada dekade berikutnya yang bisa diartikan pengeluaran lebih besar pada sektor kesehatan ke level sebanding dengan negara-negara di Asean. Berdasarkan survei Frost & Sullivan  penjualan farmasi di Indonesia diperkirakan akan tumbuh rata-rata gabungan tahunan 11% dalam rentang 2012-2018. Angka itu jauh di atas periode tahun 2009-2012 sebesar 7,6 persen.

Dalam rentang 2013-2016. pertumbuhan gabungan rata-rata KLBF diperkirakan 20,7% ditunjang kenaikan penjualan tahunan produk farmasi 14,2%, consumer health naik 18,0%, produk nutrisi naik 21,3% dan usaha distribusi 6,3 persen pada periode tersebut.

Pasar ekspor merupakan potensi lain pertumbuhan KLBF dimana KLBF berencana untuk meningkatkan pendapatan ekspor 10% dari penjualan konsolidasi dari angka sebelumnya yang hanya 4% di tahun 2013.

Ekspansi e-store dan klinik akan didorong oleh penetrasi belanja online dan naiknya jumlah pasien dalam mencari layanan perawatan primer. Di waktu mendatang, ditopang kas berlimpah, diperkirakan aksi merger dan akuisisi dapat pula menjadi pendukung pertumbuhan yang kuat.

Julianto merekomendasikan Buy saham [KLBF 1,675 -10 (-0,6%)] dengan target price (TP) Rp1.970/saham dari TP sebelumnya Rp1.650/saham yang mencerminkan target rasio P/E 34 kali. Menurut dia valuasi saham KLBF premium dari rata-rata historisnya hanya merefleksikan suatu penilaian kembali saham-saham konsumer pada saat ini serta dibenarkan mengingat kurangnya alternatif perusahaan farmasi, pemimpin pasar, inovasif dan profitabilitas yang lebih tinggi dibanding perusahaan sejenis.

Sedangkan risiko terhadap TP adalah kenaikan tajam bahan baku impor, depresiasi tajam nilai tukar rupiah dan risiko regulasi.  (mk)

Sumber : ipotnews.com

http://cittaparts.wordpress.com

Key Financials 2012 2013 2014F 2015F 2016F
Revenue (Rp bn) 13,636 16,002 17,934 20,584 23,663
EBITDA (Rp bn) 2,338 2,734 3,283 4,007 4,887
EBITDA Growth (%) 9.6 16.9 20.1 22.0 21.7
Net Profit (Rp bn) 1,734 1,920 2,243 2,736 3,375
EPS (Rp) 34 41 48 58 72
EPS Growth (%) 17.0 20.0 16.9 22.0 23.4
Net Gearing (%) (23.5) (10.4) (17.0) (19.5) (23.6)
PER (x) 48.5 40.4 34.6 28.4 23.0
PBV (x) 11.9 10.0 8.1 6.8 5.7
Dividend Yield (%) 1.1 1.2 1.0 1.3 1.6
EV/EBITDA (x) 35.2 29.3 23.1 18.8 15.2
Source: KLBF, Indo Premier, Bloomberg   (Share price closing as of : 10 Nov 2014)

 

Posted on November 13, 2014, in Pasar Saham and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: