Meneropong Prospek Saham UNTR

Teguh menganggap bahwa UNTR masih menawarkan prospek yang menarik (termasuk untuk jangka panjang), terutama karena perusahaan ini dikelola oleh manajemen sekelas Grup Astra.

Malah jika nanti harga batubara akhirnya pulih kembali (dan saya pribadi termasuk yang percaya bahwa itu akan terjadi suatu hari nanti), maka UNTR bisa memaksimalkan konsesi-konsesi batubaranya, sehingga pendapatannya pun akan meningkat signifikan.

Beberapa investor mungkin khawatir dengan kabar bahwa UNTR telah melakukan restrukturisasi beberapa anak-anak usahanya, di mana hal itu dikhawatirkan akan mengganggu kinerja perusahaan, dan itu sebabnya sahamnya kemudian turun.

Namun faktanya, restrukturisasi tersebut justru bertujuan agar perusahaan lebih fokus dalam menjalankan bisnis kontraktor tambang batubara.

Jadi, restrukturisasinya adalah UNTR memiliki anak usaha bernama PT Tuah Turangga Agung (TTA), yang merupakan pemilik dari enam konsesi tambang batubara (jadi UNTR, melalui TTA, adalah pemilik dari enam konsesi tambang). Kemudian, melalui PAMA yang notabene merupakan perusahaan kontraktor tambang (bukan tambang batubara itu sendiri), UNTR juga memiliki empat konsesi lagi (jadi totalnya sepuluh konsesi).

Agar PAMA tetap fokus pada kegiatan usahanya sebagai kontraktor tambang, maka keempat konsesi tersebut kemudian dialihkan semuanya ke TTA (‘restrukturisasi’), sehingga UNTR tetap memiliki sepuluh konsesi tambang batubara, namun kali ini semuanya melalui TTA, bukan PAMA.

Dengan demikian, PAMA bisa kembali fokus pada usaha kontraktor tambang batubara, sementara untuk urusan tambang batubara, UNTR bisa menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya kepada manajemen TTA.

Lalu, bagaimana prospek sahamnya. UNTR memiliki nama besar, merupakan market leader di bidangnya, bagian dari grup usaha sebesar Astra, mempunya track record kinerja yang cemerlang dalam jangka panjang, serta sangat likuid.

Maka, wajar jika saham UNTR dihargai relatif mahal oleh para investor. Pada 2011, lalu di mana bisnis tambang batubara sedang jaya-jayanya, UNTR sempat terus naik hingga menyentuh level 33.000, yang mencerminkan PBV lebih dari 5 kali (berdasarkan posisi ekuitas perusahaan ketika itu).

Sementara pada waktu-waktu yang lain, PBV UNTR biasanya berada di rentang 2.5 – 3.5 kali.

“Pada waktu-waktu tertentu terkadang UNTR turun hingga valuasinya tidak lagi semahal biasanya. Misalnya, ketika 2013 laba UNTR memang turun, atau seperti pada saat ini, ketika UNTR dihantam berbagai sentimen negatif terkait restrukturisasi tadi, dan juga pelemahan harga batubara, namun tetap solid,” paparnya.

Sumber : imq21.com

http://belajar-cara-membuat-website.blogspot.com/

Posted on November 26, 2014, in Pasar Saham and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: