Inilah Estimasi Kinerja INDF di Tahun 2014-2016

Persaingan di industri tepung makin intensif dengan naiknya pasokan dari pemain lama dan pendatang baru yang akan mempertahankan kapasitas industri pada level 60%.

“Dengan pendatang baru membentuk kebijakan harga agresif Rp10.000/sak lebih rendah dibanding Bogasari, diyakini Bogasari akan terus bertahan di posisi keunggulannya dengan menerapkan harga yang diturunkan di level sama sebagaimana terbukti pada bulan Agustus dan September (masing-masing turun 2%),” ujar analis PT Indo Premier Securities Julianto Wongso, Kamis (4/12).

Menurutnya ruang untuk menaikkan margin terbatas bagi produksi tepung meskipun biaya produksi turun seperti harga gandum yang turun 9% di bulan Juni. Diperkirakan marjin sebelum pajak Indofood tetap di level 7% di masa yang akan datang.

Dalam skala jangka panjang China Minzhong untuk meningkatkan kontribusi dari industrialisasi pertanian merupakan hal positif bagi Indofood Sukses Makmur [INDF 6,650 25 (+0,4%)]. Masalah struktural seperti ketersediaan tenaga kerja di pedesaan China dan naiknya upah pekerja diperkirakan akan menekan laba Minzhong.

Hal ini berakibat perubahan sentimen terhadap China Minzhong jadi negatif dan memicu revisi estimasi laba China Minzhong yang diperkirakan turun antara 48%-53% di periode 2014-2016.

Menuju tahun 2015 dan seterusnya, sinergi Minzhong dengan INDF seperti peniruan industrialisasi pertanian ala China Minzhong di Indonesia dimulai yang akan menolong menurunkan ketergantungan INDF pada bahan baku bermerek.

Julianto menilai valuasi INDF tetap atraktif, diperdagangkan diskon 23% terhadap valuasi aset bersih versus historical diskon rata-rata 10% dalam 4 tahun terakhir. Diskon 23% terhadap aset bersih tidak beralasan bagi INDF mengingat masih memegang hak merek CBP. Di sisi lain harus diakui model bisnis INDF adalah semakin kompleks serta meningkatnya risiko yang terkait eksposur pendapatan dan utang luar negeri dalam denominasi valas dari akuisisi Minzhong. “Kami yakin saham tersebut bernilai beli mengingat pertumbuhan jangka panjang yang menjanjikan,” ujarnya.

Laba INDF diperkirakan turun antara 17%-21% di tahun 2014-2016 dengan memperhitungkan turunnya kontribusi dari plantation, Minzhong dan Bogasari. Tetapi target price tetap tidak berubah sebagaimana TP terhadap ICBP dinaikkan (dari Rp11.050 jadi Rp13.050). Sementara pasar terus memilih anak usahanya yang murni di sektor consumer (ICBP), hal itu atas dasar argumen valuasi saat ini punya saham ICBP lewat INDF saat ini lebih urah dibanding langsung memiliki saham Indofood CBP Sukses Makmur [ICBP 11,675 75 (+0,6%)].

Rasio P/E produk bermerek INDF hanya bervaluasi 13,3 kali versus ICBP senilai 19,7 kali dengan diskon curam mencapai 33 persen. Analis merekomendasikan Buy terhadap saham INDF.  (mk)

Year to 31 Dec 2012A 2013A 2014F 2015F 2016F
Revenue (Rp bn) 50,202 57,732 68,485 74,351 80,740
EBITDA (Rp bn) 6,753 6,089 8,033 8,802 9,778
EBITDA growth (%) 0.4 (9.8) 31.9 9.6 11.1
Net profit (Rp bn) 3,261 2,504 4,207 4,629 5,178
EPS (Rp) 371 285 479 527 590
EPS growth (%) 6.0 (23.2) 68.0 10.0 11.9
Net gearing (%) 4.2 25.0 30.5 35.1 37.1
PER (x) 19.0 24.8 14.8 13.4 12.0
PBV (x) 1.8 1.6 1.5 1.4 1.3
Dividend Yield (%) 2.5 2.6 2.0 3.4 3.7
EV/EBITDA (x) 9.4 11.8 9.3 8.9 8.2
Source: INDF, Indo Premier (share price closing as of : 02 Dec 2014)


Sumber : ipotnews.com

http://belajar-cara-membuat-website.blogspot.com/

 

Posted on December 5, 2014, in Pasar Saham and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: