Monthly Archives: January 2015

Harga BBM dan Elpiji Turun: Pengusaha SPBU Untung, Agen Elpiji ‘Buntung’

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) seperti premium Rp 6.600/liter dan elpiji kemasan 12 Kg Rp 129.000/tabung. Hal tersebut membuat pengusaha SPBU untung tapi agen elpiji rugi.

Penurunan harga baru berlaku mulai Senin (19/1/2015) pukul 00.00.

“Kita akui, dengan mekanisme penentuan harga ini, pengusaha SPBU diuntungkan sedangkan agen elpiji rugi. Dan, kerugian ini ditanggung sendiri oleh agen,” ujar Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Ali Mundakir dihubungi detikFinance, Sabtu (17/1/2015).
Read the rest of this entry

Advertisements

Harga Minyak Anjlok ke Titik Terendah dalam 6 Tahun

Laju penurunan harga minyak dunia belum berhenti. Hari ini harga minyak kembali turun, sampai ke level terendahnya dalam 6 tahun terakhir.

Dilansir dari BBC, Senin (12/1/2015), harga minyak jenis Brent jatuh 2,6% ke level US$ 48,74 per barel. Ini merupakan harga terendah sejak April 2009.

Sementara harga minyak Light Sweet yang diproduksi di AS turun 2,3% ke level US$ 47,25 per barel. Read the rest of this entry

Inilah Target Harga Saham SMGR dan INTP 2015

Capital gain saham-saham di sektor semen khususnya saham SMGR dan INTP diprediksi potensial tumbuh 20% untuk 2015. Karena itu, rekomendasi beli untuk target tahun ini.

Pada perdagangan Jumat (2/1/2015) saham PT Semen Indonesia (SMGR) ditutup stagnan di Rp16.200 per saham dan saham PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) ditutup turun Rp200 (0,8%) ke Rp24.800 per saham.

Pengamat pasar modal John Veter mengaku optimistis untuk saham-saham di sektor semen pada 2015. “Saya optimistis, potensi IHSG, saham-saham konstruksi, dan saham-saham semen memang cukup baik,” katanya kepada INILAHCOM di Jakarta, akhir pekan ini.

Untuk sektor semen, saya perkirakan masih ada potensi penguatan hingga 20% untuk 2015. “Saham PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) masih potensial naik ke Rp28.000 per saham. Lalu, PT Semen Indonesia (SMGR) masih berpotensi menguat ke Rp20.000-21.000,” ujarnya.

Sementara itu, untuk saham PT Holcim Indonesia (SMCB), Veter mengaku tidak mencermatinya. “Sebab, di antara saham-saham semen yang menarik adalah hanya SMGR dan INTP. SMCB dan PT Semen Baturaja (SMBR), tidak terlalu menarik karena laporan keuangannya tidak bagus,” timpal dia.

SMBR, dia menjelaskan, memang masih kecil dari sisi pertumbuhannya dan merupakan emiten BUMN. “Akan tetapi, sejak lama SMBR memang kecil, enggak gede-gede, sehingga untuk sahamnya, saya tidak mencermatinya,” ucap dia.

Katalis di sektor semen, dia menegaskan, masih berasal dari pengeluaran pemerintah. “Sebab, APBN 2015, pengeluaran pemerintah untuk infrastruktur naik dari Rp200-an triliun menjadi Rp400 triliun. Karena itu, target IHSG 2015 adalah 6.250 yang ditopang oleh saham-saham konstruksi dan semen,” papar dia.

Soal Produk Domestik Bruto (PDB), dengan pengeluaran pemerintah untuk infrastruktur bukan untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, seharusnya PDB 2015, menurut dia, bisa tumbuh lebih cepat dibandingkan 2014.

Jadi, pengeluaran untuk konstruksi justru menjadi sumber pertumbuhan ekonomi. “Saya rekomendasikan beli saham SMGR dan INTP untuk investasi jangka panjang dengan target full year 2015 yang saya sebutkan tadi,” imbuhnya.

Read the rest of this entry

Euro tergilas ke level terlemah 9 tahun

Euro tergilas oleh dollar Amerika Serikat ke level terlemah dalam 9 tahun hari ini, Senin (5/1). Nilai euro tergerus tertekan spekulasi bahwa bank sentral Eropa (ECB) akan mengucurkan lebih banyak stimulus.

Kurs euro yang digunakan 18 negara ini merosot 0,3% ke US$ 1,1972 pada pukul 9:48 waktu Tokyo, setelah menyentuh level terendah sejak Maret 2006. Sementara itu, dollar AS juga menguat terhadap dollar Selandia Baru dan ringgit Malaysia, sementara melemah terhadap yen Jepang. Read the rest of this entry

Per 1 Januari 2015, Premium Tanpa Subsidi dan Solar Rp7.200 Perliter

Pemerintah mengumumkan per 1 Januari 2015, BBM jenis Ron 88 atau premium sudah tidak akan disubsidi lagi, namun karena rendahnya harga minyak mentah dunia, harganya pun turun menjadi Rp7.600 per liter tanpa subsidi, dari sebelumnya Rp8.500 per liter.

Sedangkan untuk solar, harganya turun menjadi Rp7.200 per liter dengan subsidi tetap sebesar Rp1.000 per liter. Harga solar sebelumnya sebesar Rp7.500 per liter.

“Untuk minyak tanah tetap Rp2.500 per liter, solar turun, dan tetap diberikan subsidi jadi Rp7.200 per liter, premium tanpa subsidi turun menjadi Rp7.600 per liter,” ujar Menteri ESDM Sudirman Said di Jakarta, Rabu (31/12).

Dijelaskannya, walau saat ini premium tanpa subsidi lebih rendah dari sebelumnya, ini didasari pada rendahnya harga minyak mentah dunia, namun harga tersebut bisa berubah seiring perubahan harga minyak mentah dunia.

Sedangkan solar yang diberi subsidi tetap Rp1.000 per liter, harga solar tersebut tidak akan berubah mengikuti perkembangan minyak mentah dunia.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya pada tanggal 18 November 2014 pemerintah menaikkan harga BBM subsidi jenis premium dari Rp6.500 per liter menjadi Rp8.500 per liter dan solar dari Rp5.500 per liter menjadi Rp7.500 per liter. Read the rest of this entry