KASUS OBAT ANESTESI: Investor “Buang” Saham Kalbe Farma

Analis Reliance Securities, Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah mengatakan kasus penarikan obat anestesi Buvanest Spinal dan Asam Tranexamat Generik, keluaran PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) [1,805 -5 (-0,3%)] memengaruhi minat investor pada saham emiten perusahaan farmasi tersebut.

Investor khawatir hal itu bakal berdampak negatif bagi kinerja keuangan perusahaan farmasi tersebut. Mereka memilih melepas kepemilikan saham tersebut sementara waktu. “Dalam kondisi tersebut, panic selling memang wajar terjadi,” katanya kepada TEMPO seperti dikutip Rabu (18/2/2015).

Lanjar menjelaskan bagi setiap emiten sentimen negatif memang cenderung memicu aksi jual. Alasannya, sentimen negatif akan mengancam penurunan kinerja keuangan di masa mendatang, sehingga membuat investor khawatir potensi profit dari kepemilikan saham bakal berkurang.

Namun demikian, menurut Lanjar, prospek saham KLBF [1,805 -5 (-0,3%)] tetap sangat menarik. Pasalnya, dengan produk farmasi yang cukup variatif, penarikan dua obat tersebut dinilai takkan terlalu menganggu prospek bisnis yang dimiliki KLBF [1,805 -5 (-0,3%)]. “Penarikan dua obat yang bukan produk umum, tentu takkan menganggu bisnis KLBF [1,805 -5 (-0,3%)],” sambungnya.

Secara teknikal, harga saham KLBF [1,805 -5 (-0,3%)] pada level Rp1.800-an per lembar juga dianggap Lanjar sesuai dengan ekspektasi pasar. Alasannya, titik resisten KLBF [1,805 -5 (-0,3%)] dalam jangka pendek memang berada pada kisaran level Rp1.870–Rp1.880 per lembar saham. “Secara teknikal, tak jauh dari target price,” tuturnya.

Pada perdagangan hari ini, saham KLBF [1,805 -5 (-0,3%)] memang cenderung tertekan. Hingga pukul 15.30 WIB, saham KLBF [1,805 -5 (-0,3%)] terkoreksi 5 poin (0,3%) ke level Rp1.805 per lembar saham. Dengan nilai perdagangan sebesar Rp157 miliar, KLBF [1,805 -5 (-0,3%)] menjadi salah satu saham yang mencatatkan kerugian terbesar (Top 10 losers).

Senin, 16 Februari 2015 lalu, seiring dengan koreksi IHSG sebesar 0,91 persen, saham KLBF [1,805 -5 (-0,3%)] juga anjlok 70 poin (3,74%) menjadi Rp1.800 per lembar saham. Lanjar mensinyalir aksi jual tersebut juga berkaitan dengan aktivitas penarikan obat yang dilakukan KLBF [1,805 -5 (-0,3%)].

Sumber : ipotnews.com

http://belajar-cara-membuat-website.blogspot.com/

Posted on February 20, 2015, in Pasar Saham and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: