Monthly Archives: March 2015

Mengukur Kekuatan WIKA

Bisnis konstruksi pada masa pemerintahan Joko Widodo kembali ‘booming’. Lantas, bagaimana prospek PT Wijaya Karya (Persero) Tbk?

Periset PT Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe mengatakan, pendapatan dan laba bersih emiten dengan kode WIKA dalam tiga tahun ke depan akan terus meningkat. Peningkatan pendapatannya diprediksi rata-rata sebesar 26%, atau 2015 dan 2016 sekitar Rp16 triliun dan Rp21 triliun.

WIKA mencatatkan adanya sedikit kenaikan laba bersih di 2014 sebesar 4,90% yaitu mencapai Rp615,18 miliar. Laba ini didapatkan dari kenaikan penjualan tidak termasuk penjualan kerjasama sebesar 8,85%.
Read the rest of this entry

Advertisements

Lee Kuan Yew Ubah Pulau Kecil Menjadi Kaya Raya

Perdana Menteri pertama Singapura Lee Kuan Yew tutup usia pukul 03.18 waktu setempat. The New York Times menulis Lee berhasil mengubah Singapura dari pulau kecil menjadi negara yang kaya raya.

Pernyataan resmi Lee meninggal dunia disampaikan di situs resmi Perdana Menteri Singapura, Senin (23/3/2015).

Lee menjabat perdana menteri sejak 1959 hingga 1990. Ketika itu Singapura berhasil lepas dari jajahan Inggris. Dia dikenal sebagai sosok yang tegas dalam memimpin negaranya. Read the rest of this entry

Pemegang Saham BRI Dapat Dividen Rp 7,2 Triliun

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) akan membagi dividen Rp 7,272 triliun ke pemegang sahamnya. Dividen ini setara 30% dari laba bersih tahun buku 2014 atau sekitar Rp 294 per lembar.

“Rasio dividen 30% sebagai upaya modal perseroan untuk ekspansi bisnis,” kata sumber detikFinance yang hadir di Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BRI di kantor pusat BRI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (19/3/2015).
Read the rest of this entry

Rp15.000 Per Dolar AS Hantam Modal 5 Bank Nasional

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan pelemahan nilai tukar rupiah hingga level Rp15.000 per dolar AS akan menghantam permodalan lima bank. Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan OJK Irwan Lubis mengatakan penyataan tersebut berdasarkan hasil stress test OJK terhadap perbankan di Indonesia.

“Depresiasi rupiah terhadap dolar AS jika sampai Rp15.000 per dolar AS akan menghantam permodalan satu hingga lima bank nasional,” ujar Irwan di Jakarta, Kamis (12/03/2015).

Irwan menuturkan terkait hasil stress-test tersebut, OJK sudah memanggil manajemen bank yang kinerjanya berpotensi terganggu oleh pelemahan rupiah. “Kalau rupiahnya Rp14.000 per dolar AS, bank-bank di sini masih oke,” jelas dia.

Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perbankan hingga akhir Januari 2015 tercatat sebesar 21,01 persen, naik dibandingkan Desember 2014 yang mencapai 19,57 persen. Menurut dia, peningkatan tersebut disebabkan oleh membesarnya jumlah laba yang ditahan oleh bank. Rasio tersebut juga dinilai masih jauh lebih tinggi dari batas normal yang sebesar 14 persen.

Irwan menambahkan saat depresiasi rupiah menembus Rp15.000 per dolar AS, maka kondisi tersebut akan mengganggu stabilitas makro ekonomi. Variabel pertumbuhan ekonomi dinilai akan mengalami penurunan, mengikuti pelemahan rupiah. Selain itu, lanjut dia, pelemahan rupiah juga akan mendorong peningkatan rasio kredit bermasalah (NPL) dan sebagian besar indikator ekonomi makro.

“Kami berharap rupiah tidak tertekan lebih jauh lagi,” papar dia.

Berdasarkan data kurs JISDOR Bank Indonesia pada Kamis, nilai tukar rupiah kembali melemah menjadi Rp13.176 per dolar AS, dibandingkan hari sebelumnya Rp13.164 per dolar AS.

Sumber : inilah.com

http://belajar-cara-membuat-website.blogspot.com/
http://tas-dompet-organizer.blogspot.com/

Laba Bersih Wika Beton Melonjak 35,25% Jadi Rp328,5 Miliar

PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WTON) [1,315 -30 (-2,2%)] membukukan laba bersih sebesar Rp328,5 miliar pada 2014, melonjak 35,25% bila dibandingkan dengan periode setahun sebelumnya Rp242,8 miliar.

Wilfred I.A. Singkali, Direktur Utama Wika Beton, mengatakan pada tahun lalu tersebut, perseroan sukses menggelar pencatatan perdana saham (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham WTON [1,315 -30 (-2,2%)].

“Dari sisi keuangan, pada 2014, perseroan sukses mencatatkan pertumbuhan pendapatan usaha yang mencapai Rp3,28 triliun,” katanya dalam laporan tahunan yang dipublikasikan Selasa (10/3/2015).

Dia menyebutkan, jumlah tersebut mengalami peningkatan 23,96% atau sebesar Rp633,47 miliar dibandingkan dengan pendapatan usaha pada 2013 sebesar Rp2,64 triliun.

Apabila dibandingkan dengan target rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) pada 2014, sambungnya, pendapatan usaha perseroan mencapai 105,85% dari yang ditetapkan sebesar Rp3,1 triliun.

Wika Beton membukukan laba komprehensif sebesar Rp322,40 miliar, naik 33,66% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp241,21 miliar. Jika dibandingkan dengan target RKAP 2014, laba bersih komprehensif mencapai 123,60% dari yang telah ditetapkan sebesar Rp260,85 miliar.

Laba kotor mencapai Rp487,09 miliar dari sebelumnya Rp387,97 miliar. Laba per saham dasar juga melonjak dari Rp29,72 pada 2013, menjadi Rp40,20 pada periode 31 Desember 2014.

Sementara itu, total aset Wika Beton mencapai Rp3,8 triliun per akhir tahun lalu, naik dari periode 2013 yang mencapai Rp2,9 triliun. Liabilitas mencapai Rp1,57 triliun dari Rp2,18 triliun dan ekuitas mencapai Rp2,2 triliun dari Rp730 miliar. Read the rest of this entry