Mengukur Kekuatan WIKA

Bisnis konstruksi pada masa pemerintahan Joko Widodo kembali ‘booming’. Lantas, bagaimana prospek PT Wijaya Karya (Persero) Tbk?

Periset PT Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe mengatakan, pendapatan dan laba bersih emiten dengan kode WIKA dalam tiga tahun ke depan akan terus meningkat. Peningkatan pendapatannya diprediksi rata-rata sebesar 26%, atau 2015 dan 2016 sekitar Rp16 triliun dan Rp21 triliun.

WIKA mencatatkan adanya sedikit kenaikan laba bersih di 2014 sebesar 4,90% yaitu mencapai Rp615,18 miliar. Laba ini didapatkan dari kenaikan penjualan tidak termasuk penjualan kerjasama sebesar 8,85%.

“Walaupun terjadi pelemahan rupiah diakhir 2014, WIKA masih dapat mengambil untung dari bisnis yang dikelola olehnya,” ujarnya.

WIKA mendapatkan untung karena dana yang dimiliki oleh WIKA dalam bentuk dolar, se- dangkan proyek yang sedang dikerjakan menggunakan rupiah. Dari seluruh proyek yang sedang dikerjakan WIKA, hanya 45% yang menggundakan dolar AS.

“Maka dari itulah WIKA mendapatkan surplus dari pelemahan rupiah ini,” katanya.

Banyaknya proyek yang sedang dikerjakan WIKA sendiri memberikan net income yang selalu meningkat tiap tahunnya. Dengan kepercayaan berbagai pihak, WIKA selalu mendapatkan kontrak baru dengan perusahaan di dalam negeri maupun di luar negri.

WIKA selalu mendapatkan proyek yang dapat membangun suatu daerah seperti proyek Jakarta International Container Terminal Expansion, Proyek pembangunan Gedung BNI BSD Tangerang dan masih banyak lainnya. WIKA juga sedang mengerjakan proyek MRT serta proyek perluasan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta. Proyek MRT sendiri telah disepakati pada 2013 dan mem- berikan revenue sebesar Rp 294,53 miliar.

WIKA menargetkan pada 2015 akan memperoleh total kontrak dikerjakan sebesar Rp54,52 triliun, yang terdiri dari dari target kontrak baru tahun 2015 sebesar Rp30,59 triliun dan carry over dari 2014 sebesar Rp23,92 triliun.

Komposisi perolehan kontrak baru WIKA 2015 ditargetkan berasal dari pemerintah sebesar 52,02 %, BUMN 22,17 % dan swasta 25,21%.

Selain itu, WIKA telah mengantisipasi ASEAN Economic Community (AEC) 2015 dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 dengan sudah mulai menggarap proyek konstruksi di luar negeri. WIKA tercatat telah masuk ke negara Myanmar, Arab Saudi, Timor Leste, dan Malaysia dengan standar minimum proyek US$100 juta-US$200 juta.

“Kami memprediksi jika IHSG berada di level 5000 maka harga wajar WIKA akan berada di level 2650,” ujarnya.

Sumber : imq21.com

http://belajar-cara-membuat-website.blogspot.com/
http://tas-dompet-organizer.blogspot.com/

Posted on March 24, 2015, in Pasar Saham and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: