China Bisa Jerumuskan Dunia Ke Dalam Resesi: Morgan Stanley

Bukan hanya sepatu, barang elektonik, mainan, dan berbagai produk lain yang diekspor China ke seluruh dunia. China juga akan segera mengekspor resesi ke dunia.

Prediksi tersebut diungkapkan Ruchir Sharma, kepala emerging market Morgan Stanley Investment Management yang memperkirakan bahwa perlambatan China tahun depan bisa menyeret pertumbuhan ekonomi global ke bawah 2 persen. Ia menilai kondisi tersebut akan setara dengan resesi dunia. Sekaligus akan menjadi kemerosotan global yang pertama dalam 50 tahun terakhir, tanpa dibarengi dengan kontraksi ekonomi AS.

“Resesi global selanjutnya akan dibuat oleh China,” kata Sharma, dalam wawancara dengan Bloomberg (14/7). “Hingga beberapa tahun ke depan, China cenderung menjadi sumber terbesar kerentanan ekonomi global,” imbuhnya.

Meskipun pertumbuhan China menurun, pengaruh negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia itu terus meningkat. Menurut Morgan Stanley, tahun lalu China berperan terhadap pertumbuhan global sebesar 38 persen, tahun lalu. Naik dari 23 persen pada 2010. China adalah importir terbesar tembaga, alumunium dan serat katun, serta mitra dagang terbesar beberapa negara, mulai Brazil hingga Afrika Selatan.

Pekan lalu IMF memangkas prediksi pertumbuhan global tahun ini menjadi 3,3 persen, lebih rendah dari prediksi April lalu sebesar 3,5 persen. IMF menuding lemahnya perekonomian AS sebagai penyebab utama penurunan pertumbuhan global. Namun IMF tetap mempertahankan prediksi pertumbuhan China sebesar 6,8 persen, terendah sejak 1990. Disebutkan bahwa “kesulitan yang lebih besar” dalam transisi negara itu ke model pertumbuhan yang baru beresiko bagi pemulihan global.

Sharma berpendapat, perekonomian China akan terus melambat sejalan dengan upaya untuk mengurangi utang. Tambahan pelemahan sebesar 2 persen sudah cukup untuk menjerumuskan dunia ke dalam resesi.

Ekspansi global, yang diukur berdasarkan pasar valuta asing, sudah tergelincir ke bawah 2 persen dalam lima periode berbeda selama 50 tahun lalu, terakhir pada 2008-2009. Semua resesi dunia yang terjadi, selama ini berkaitan dengan kontraksi ekonomi AS.

“Untuk beberapa tahun ke depan, China kemungkinan akan menjadi sumber terbesar kerentanan ekonomi dunia,” ujar Sharma yakin.

Selama beberapa pekan terakhir pasar saham China telah menggulung dana investor global senilai US$6,8 triliun setelah mengalami reli bertahun-tahun yang berkaitan dengan rekor pinjaman dan peningkatan valuasi yang berakhir di pasar yang bearish.

Indeks Shanghai Composite amblas lebih dari 30 persen dalam empat pekan hingga 8 Juni, menghapuskan sekitar US$4 triliun nilai pasar. Intervensi pemerintah China, yang di luar dugaan, digunakan untuk memperkuat kembali pasar, gagal menumbuhkan kepercayaan hingga pekan lalu. Gejolak pasar mereda setelah regulator melarang pemilik saham besar untuk menjual saham selama enam bulan dan mengizinkan lebih dari separuh perusahaan untuk menghentikan perdagangan sahamnya.

Sharma mengatakan, kejatuhan pasar saham China menggoyang kepercayaan sejumlah investor yang sudah berlangsung lama bahwa otoritas China mempunyai cengkeraman yang kuat terhadap perekonomian dan pasar, dan pemerintah selalu mampu untuk mencapai sasarannya.

“Apa yang terjadi di China pekan lalu sangatlah signifikan untuk pertama kalinya, kita telah mendapatkan sinyal bahwa sesuatu sudah terjadi di luar kontrol,” kata Sharma. “Kerusakan kepercayaan akan berlangsung untuk beberapa lama.”

Sumber : ipotnews.com

http://belajar-cara-membuat-website.blogspot.com/

http://ide-peluang-bisnis.blogspot.com/p/jasa-pembukuan.html

Posted on July 15, 2015, in Ekonomi Dan Investasi and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: