Tertolong Laba, Bank Mandiri Mampu Mengatasi Risiko NPL

Dalam 9 bulan tahun ini (9M15), Bank Mandiri (BMRI) membukukan laba bersih Rp14,6 triliun yang berarti naik +0,9 persen (YoY). Pencapaian tersebut sesuai dengan ekspektasi (76% dari perkiraan laba tahun ini) meskipun sedikit di bawah konsensus para analis.

Laba inti Bank Mandiri sebelum provisi tumbuh kuat mencapai 22 persen ditopang oleh pertumbuhan pendapatan non bunga yang kuat (24%). Sementara operational cost tumbuh hanya 12 persen pada 9M15.

Kepala Riset PT Indo Premier Securities Stephan Hasjim menilai perkiraan laba Bank Mandiri tahun ini masih dapat tercapai. Laba terlihat rendah dalam kacamata risiko kredit macet dalam 3 kuartal ke depan. Rasio NPL yang ditetapkan perseroan 3,5% pada 2Q16 dari 2,4% pada 3Q15. Sementara rasio profitabilitas moderat relatif tinggi dengan ROAA 2,2 persen serta ROAE adalah 18,5 persen pada 9M15.

Laba inti Bank Mandiri tumbuh 22 persen pada 9M15 dengan pertumbuhan kredit paling moderat atau 11% (YoY). Pendapatan bunga bersih 5,55% (6bps) dan pertumbuhan pendapatan non bunga yang kuat sebesar 24 persen yang mana juga mendorong pendapatan transaksi yang muncul dari tingginya fluktuasi pasar finansial selama kuartal ini.

Di sisi lain biaya operasi hanya 12 persen karena pertumbuhan beban gaji yang melambat (tumbuh 5%) sebagian karena penyisihan bonus anak usaha syariah serta efisiensi biaya. Adapun pendapatan bunga bersih flat 5,6 persen pada 3Q15. Terdapat ruang pendapatan bunga bersih yang menguat pada 4Q15 karena bunga deposito turun.

Biaya kredit Bank Mandiri naik 311 bps pada 3Q15 (vs 2Q=169 bps) dan 197 bps per 9M15. Rasio NPL konsolidasi naik 2,8 persen sebagian besar karena memburuknya kualitas aset kredit komersial menengah (30% dari portfolio kredit).

Bank Mandiri mematok biaya kredit antara 2,0 persen hingga 2,1 persen pada 2015 dibanding periode sebelumnya 1,4 persen hingga 1,7 persen. Perseroan kini memperkirakan rasio NPL naik 3,5 persen pada 2Q16 (sebesar 2,4% pada 3Q15) sebelum kualitas aset mulai menguat pada semester II 2016 (2H16), sebagian besar karena rasio NPL yang berlanjut memburuk dari kredit komersial medium sebesar 4,9 persen versus 2,5 persen pada 3Q15.

Diyakini estimasi laba Bank Mandiri tercapai meskipun NPL naik. Hal itu karena laba inti yang lebih baik dari perkiraan meskipun laba rendah karena risiko NPL dalam 3 bulan ke depan. Kualitas aset yang memburuk sudah tercermin pada harga seiring pada valuasinya yang rendah. “Rekomendasi Buy pada saham Bank Mandiri tidak berubah,” kata Stephan seperti dikutip dari riset yang dipublikasikan, Jumat (30/10).  (mk)

Year to 31 Dec 2013A 2014A 2015F 2016F 2017F
Operating Income (Rpbn 47,939 54,275 62,184 68,736 77,074
PPOP(Rpbn) 25,405 28,900 32,907 36,613 42,072
Net profit (Rpbn) 18,204 19,872 19,243 23,345 26,419
Net profit (Rpbn) 5,370 5,566 4,554 4,200 4,651
Net profit growth (%) 17.4 9.2 -3.2 21.3 13.2
FD EPS (Rp) 780 825 825 1,001 1,132
P/E (x) 11.4 10.5 10.8 8.9 7.9
P/B (x) 2.3 2.0 1.7 1.5 1.3
Dividend Yield (%) 2.6 2.4 2.3 2.8 3.2
ROAA (%) 2.7 2.6 2.1 2.2 2.2
ROAE (%) 22.9 21.4 17.5 18.5 18.1

source: BMRI, Indo Premier ; share price cloasing as of 29 Oct 2015 

Sumber : ipotnews.com

http://belajar-cara-membuat-website.blogspot.co.id/

http://ide-peluang-bisnis.blogspot.co.id/p/jasa-pembukuan.html

http://ide-peluang-bisnis.blogspot.co.id/p/program-persediaan-otomatis.html

Posted on November 3, 2015, in Pasar Saham and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: