Merespons Rencana Stimulus ECB, Wall Street Berakhir di Zona Merah

Saham di bursa Amerika Serikat turun tajam pagi ini, mengikuti pasar ekuitas Eropa yang anjlok setelah rencana stimulus Bank Sentral Eropa (ECB) mengecewakan para investor.

Pelemahan pasar ekuitas AS tidak separah di Paris atau Frankfurt, yang keduanya jatuh 3,6 persen, namun Wall Street menyelesaikan perdagangan Kamis di zona merah.

Dow Jones Industrial Average melorot 252,01 poin (1,42 persen) menjadi 17.477,67, demikian laporan AFP, di New York, Jumat (4/12) dini hari WIB.

Indeks berbasis luas, S&P 500, turun 29,89 (1,44 persen) menjadi 2.049,62, sedangkan Nasdaq Composite Index menyusut 85,70 (1,67 persen) dan ditutup pada posisi 5.037,53.

ECB, dalam pertemuan kebijakan moneter terakhirnya pada tahun ini, menurunkan suku bunga deposito lebih kecil dari ekspektasi, dan memperpanjang berakhirnya periode program pembelian obligasi, namun tidak meningkatkan ukurannya sesuai harapan.

“Pengumuman hari ini oleh ECB membuat investor menginginkan sedikit sentimen lagi,” ujar Jack Ablin, Chief Investment Officer BMO Private Bank.

Sementara, itu Institute for Supply Management mengatakan indeks pembelian manajer untuk sektor jasa AS turun tajam pada periode November, menyusul pertumbuhan yang kuat sepanjang Oktober.

Data tersebut dirilis menjelang laporan ketenagakerjaan untuk November yang bakal diumumkan Departemen Tenaga Kerja AS hari ini.

Saham yang terkait minyak melanjutkan pelemahan, termasuk anggota Dow, ExxonMobil dan Chevron, yang masing-masing turun 1,4 dan 1,6 persen. Apache anjlok 3,3 persen dan ConocoPhillips menyusut 1,8 persen. Penurunan ekuitas yang terkait dengan minyak terjadi di tengah penguatan harga minyak mentah dunia, pagi ini.

Saham perusahaan health care dan farmasi juga berakhir di teritori negatif, dengan UnitedHealth Group turun 2,2 persen, Merck (-2,3 persen) dan Celgene (-4,4 persen).

PVH, induk dari merek Calvin Klein dan Tommy Hillfiger, berkurang 11,1 persen setelah melaporkan pendapatan kuartal ketiga turun 1,7 persen menjadi US$221,9 juta. PVH mengatakan mencatatkan hasil yang kurang menggembirakan di pasar AS sepanjang belanja musim liburan.

Produsen chip, Avago Technologies, melambung 9,5 persen etelah melaporkan net income untuk kuartal yang berakhir pada 1 November sebesar US$429 juta, melonjak 79 persen dari periode yang sama setahun lalu.

General Electric naik tipis 0,2 persen menyusul pemberitaan telah mencapai kesepakatan untuk menjual bisnis equipment finance dan receivable finance di Prancis dan Jerman kepada Banque Federative du Credit Mutuel.

Sumber :ipotnews.com

http://belajar-cara-membuat-website.blogspot.co.id/

http://ide-peluang-bisnis.blogspot.co.id/p/jasa-pembukuan.html

http://ide-peluang-bisnis.blogspot.co.id/p/program-persediaan-otomatis.html

Posted on December 4, 2015, in Ekonomi Dan Investasi and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: