Rupiah Akan Menjadi Mata Uang Berkinerja Terburuk di Asia

Rupiah Indonesia diperkirakan akan menempati posisi sebagai mata uang Asia berkinerja terburuk akibat penyusutan cadangan devisa dan berisiko tinggi mengalami arus keluar modal. Survei Bloomberg terhadap sejumlah ahli strategi mata uang Asia mengungkapkan, nilai rupiah diperkirakan akan melorot 6,2 persen terhadap dolar sejak 30 November lalu hingga akhir 2016.

Sebelumnya, rupiah juga pernah mengalami penurunan terbesar diantara mata uang negara-negara emerging Asia pada 2012 dan 2013, masing-masing sebesar 5,9 persen dan 21 persen. Ketika itu, harga komoditas global berguguran, dan terjadi arus keluar dana dari negara berkembang akibat pengetatan kebijakan moneter AS.

“Rupiah menempati ranking tertinggi dalam kartu skor kami karena kerentanannya terhadap arus modal,” kata Jason Daw, kepala strategi valas Asia, Societe Generale AS, Singapura, seperti dikutip Bloomberg, (21/12).

Cadangan devisa Indonesia mengalami penurunan selama sembilan bulan berturut-turut hingga November lalu. Investor asing memiliki 38 persen obligasi pemerintah dalam rupiah, yang dinilai akan memperentan rupiah terhadap penarikan modal ketika suku bunga Federal Reserve AS naik dan ekonomi China melambat.

Meskipun pemerintah Indonesia tengah berupaya mengurangi ketergantungannya pada komoditas impor, namun transisi dari upaya tersebut akan membutuhkan waktu. Para ekonom memperkirakan hanya akan terjadi sedikit perbaikan pertumbuhan Indonesia pada tahun depan.

Societe Generale berpendapat, rupiah akan turun hingga 15.300 per dolar pada akhir 2016, lebih tinggi dibanding estimasi rata-rata hasil survei Bloomberg sebesar 14.750. Hanya mata uang Argentina dan Brazil yang akan mengalami penurunan lebih buruk dibanding rupiah, di antara 23 mata uang lain di emerging market.

Sepanjang tahun ini, cadangan devisa turun 10 persen, terendah sejak Desember 2013. Kondisi tersebut akan membatasi kemampuan Bank Indonesia untuk mempertahankan rupiah ketika menghadapi kenaikan suku bunga AS, dan perlambatan di China. Kedua kondisi eksternal itu akan makin menekan harga komoditas dan dapat menghasilkan pelemahan yuan secara signifikan, sehingga memicu arus keluar modal.

Kepemilikan obligasi rupiah oleh asing sudah meningkat dari 30 persen pada lima tahun lalu dan mencapai puncaknya menjadi 40 persen pada Januari lalu.

Hasil survei Bloomberg memperkirakan ekonomi Indonesia akan naik 4,7 persen pada tahun ini, dan 5,1% pada 2016. Kamis pekan lalu, Bank Indonesia memperkirakan angka pertumbuhan tahun depan dalam rentang 5,2 persen hingga 5,6 persen, sehingga memperbesar ruang untuk memangkas suku bunga. Penurunan suku bunga cenderung akan memperlemah rupiah.

Nomura Hodings Inc., pada bulan ini memperkirakan nilai tukar rupiah pada akhir 2016 akan mencapai 14.850 per dolar, lebih baik dari perkiraan sebelumnya 15.200. “Proyeksi kami terhadap Indonesia dan rupiah pada 2016, lebih optimistik,” kata Dushyant Padmanabhan, ahli strateng Nomura, Singapura.

“Secara lokal, kami melihat adanya perbaikan permintaan domestik dan kenaikan belanja modal publik karena stimulus fiskal dan moneter mulai membuahkan hasil,” imbuhnya.

Dalam pernyataannya pekan lalu, Bank Dunia menyatakan bahwa tahun 2016 akan lebih menantang bagi Indonesia. “Mungkin akan terjadi turbulensi,” karena permintaan China terus melemah dan terjadi kenaikan suku bunga AS.

Menurut Bank Dunia, meskipun belanja sektor publik telah meningkat namun penerimaan tetap menjadi tantangan yang dapat mengurangi pencarian rencana belanja pemerintah pada tahun depan. Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan Indonesia bisa mencapai 5,3 persen tahun depan.

“Rupiah lebih rentan jika dibandingkan dengan mata uang Asia lainnya dalam menghadapi ketidakseimbangan eksternal, pelemahan harga komoditas dan penarikan dana asing pada obligasi pemerintah akibat pengetatan The Fed,” kata Roy Teo, ahli strategi valas ABN Amro Bank NV, Singapura. ABN Amro memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar pada akhir 2016, akan mencapai 15.000 per dolar.

Sumber : ipotnews.com

http://belajar-cara-membuat-website.blogspot.co.id/

http://ide-peluang-bisnis.blogspot.co.id/p/jasa-pembukuan.html

http://ide-peluang-bisnis.blogspot.co.id/p/program-persediaan-otomatis.html

Posted on December 22, 2015, in Forex and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Wah ngeri juga kalau gitu ya.
    Bisa buat indonesia tambah parah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: