Monthly Archives: February 2016

Adhi Karya Berhasil Bangun Laba Bersih 190%

Perusahaan konstruksi BUMN PT Adhi Karya Tbk (ADHI) [2,640 0 (+0,0%)] berhasil mencatat kenaikan laba bersih pada 2015. Tercatat, laba bersih Adhi Karya mengalami kenaikan Rp575,68 miliar atau sekira 190,79 persen.

Adapun laba Adhi Karya pada 2015 yakni sebesar Rp877,408 miliar, sementara untuk laba bersih pada 2014 tercatat sebesar Rp301,725 miliar. Selain itu, Adhi karya juga mencatat adanya kenaikan laba per saham dari Rp182 menjadi Rp202.

Namun, laba kotor perusahaan tercatat mengalami penurunan dari Rp998,201 miliar menjadi Rp974,644 miliar. Meski demikian, Adhi diuntungkan oleh selisih kurs sebesar Rp164,83 miliar dari sebelumnya Rp100,09 miliar.

Di sisi lain, perseroan juga mencatat adanya kenaikan utang dari Rp8,818 triliun menjadi Rp11,598 triliun. Utang tersebut, terdiri dari utang jangka pendek sebesar Rp9,414 triliun dan utang jangka panjang sebesar Rp2,184 triliun.

Sedangkan aset perseroan, juga tercatat mengalami kenaikan dari Rp10,458 triliun menjadi Rp16,761 triliun. Aset tersebut, berasal dari aset lancar sebesar Rp14,691 triliun dan aset tidak lancar sebesar Rp2,069 triliun. Read the rest of this entry

Advertisements

Investor Saham Panik Berlebihan Tanggapi Isu Margin Bank

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan insentif bagi perbankan yang mau melakukan efisiensi. Insentif ini diberikan pemerintah agar bank bisa menurunkan suku bunga kreditnya.

Paket insentif rencananya akan diluncurkan dalam waktu dekat, dalam bentuk Peraturan OJK (POJK) Tentang Insentif dalam Rangka Peningkatan Efisiensi.

Bagi perbankan yang mau melakukan efisiensi melalui penyesuaian marginnya, OJK telah menyiapkan berbagai insentif.

OJK berharap, margin perbankan di Indonesia bisa sejajar dengan Thailand di kisaran 3-4% dalam 1-2 tahun ke depan. Dalam arti, OJK tidak serta-merta memaksa bank untuk memangkas margin hingga 3-4%.

Rencana penyesuaian margin ini ditanggapi berlebihan oleh investor saham. Pasar merespons negatif dan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan lalu anjlok. Saham-saham perbankan berguguran.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio, angkat bicara soal ini. Read the rest of this entry

Saham HMSP bikin semu pasar saham

Penghitungan penuh PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dalam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghasilkan dampak dilematis. Dari sisi positif, HMSP menjadi pilihan baru portofolio investor.

Di sisi lain, bobot HMSP yang begitu besar menyetir pergerakan IHSG secara signifikan, padahal free float HMSP minimal. Dari data Bursa Efek Indonesia (BEI), sepanjang tahun ini HMSP memberikan bobot 32,02% atau 65,9 poin terhadap kenaikan IHSG year to date (ytd) yang sebesar 4,48% atau 205,94 poin.

Posisi kedua dan ketiga ditempati oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) 18,27% dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) 12,60%. Wajar saja jika saham berkapitalisasi pasar besar itu menyetir pergerakan IHSG. Read the rest of this entry