Sekarang Saatnya Membeli Emas: Deutsche Bank

Harga emas saat ini masih terbilang mahal, namun meningkatnya risiko ekonomi dan gejolak pasar sebaiknya disiasati investor dengan membeli emas untuk berjaga-jaga.

“Ada kenaikan tekanan di sistem keuangan global; terutama meningkatnya risiko siklus gagal bayar korporasi AS dan risiko devaluasi tajam renminbi yang disebabkan oleh tingginya arus keluar modal China,” papar Deutsche Bank dalam catatannya, Jumat (26/2).

“Membeli emas sebagai `asuransi` sangat dianjurkan,” imbuh bank Jerman itu, seperti dikutip CNBC. Deutsche Bank berpendapat sinyal ekonomi akhir-akhir ini menunjuk ke emas sebagai safe haven.

Kendati harga emas sudah turun dari kisaran US$1.900 pada 2011, menjadi sekitar US$1.200 per ounce akhir-akhir ini, Deutsche Bank menilai harga emas masih cukup mahal. Emasa masih berada dalam peringkat komoditas paling mahal, selama 15 tahun historis perdagangan emas.

“Agak seperti asuransi, yang pembeliannya seringkali tidak disukai banyak orang, sejumlah investor kemungkinan akan menolak untuk membeli pada level harga saat ini,” ungkap Deutsche Bank.

“Kendati demikian, kami berpendapat bahwa dengan semakin banyaknya penerapan suku bunga negatif secara global, biaya kepemilikan emas kini bisa diabaikan di banyak yurisdiksi. Oleh karena itu, emas layak diperdagangkan di level yang tinggi dibandingkan banyak aset lain,” tulis Deutsche Bank

Salah satu argumen yang menolak investasi di emas adalah sifatnya yang tidak menghasilkan imbal hasil (zero-yielding). Namun dengan kondisi pemangkasan suku bunga hingga memasuki teritori negatif oleh sejumlah bank sentral – termasuk Bank Sentral Eropa, Bank of Japan, bank sentral Swedia – mengikis keuntungan dari kepemilikan dana tunai, bertolak belakang dengan emas.

Pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat, menurut Deutsche Bank, juga dapat meringankan sejumlah risiko kejatuhan harga emas.

“Risikonya sedang menurun. Emas cenderung berkinerja buruk dalam kondisi pertumbuhan global yang kuat, bukan ketika sedang banyak hambatan. Pelambatan pertumbuhan, pasti menurunkan tekanan pada emas,” Deutsche Bank menambahkan.

Sebelumnya, bank swasta terbesar Jerman itu mengekspektasikan harga emas akan jatuh ke bawah US$1.000 per ounce pada kuartal keempat tahun ini, seiring dengan meningkatnya suku bunga Federal Reserve AS. Namun, alih-alih kenaikan suku bunga hingga tiga kali pada tahun ini, Deustche Bank belakangan mengekspektasikan The Fed akan lebih lama lagi menahan kenaikan suku bunga.

Dengan memperhatikan adanya kontraksi di sektor manufaktur yang berisiko menyebar ke sektor jasa-jasa, Deutsche Bank mengantisipasi hanya akan ada sekali kenaikan The Fed rate pada 2016. Sebaliknya, Deutsche Bank menaikkan perkiraan harga emas hingga kuartal empat nanti sebesar 26 persen ke kisaran US$1.230 per ounce.

Sepanjang tahun ini, berdaarkan data BNY Mellon, harga emas sudah naik hingga 16 persen terhadap euro, 17,5 persen terhadap dolar AS, hampir 24 persen terhadap poundsterling. Bahkan dibanding yen Jepang yang tengah mengalami apresiasi terhadap dolar AS, harga emas masih nak 9 persen terhadap yen.

Deutsche Bank mencatat harga emas cenderung menguat selama kuartal pertama tahun ini. Emas diekspektasikan akan mengalami pelemahan musiman, pada kuartal kedua dan ketiga nanti.

Sumber : ipotnews.com

http://belajar-cara-membuat-website.blogspot.co.id/

http://ide-peluang-bisnis.blogspot.co.id/p/jasa-pembukuan.html

http://ide-peluang-bisnis.blogspot.co.id/p/program-persediaan-otomatis.html

Posted on March 2, 2016, in Ekonomi Dan Investasi and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: