Monthly Archives: June 2016

Investor mencari Brexit havens, emas melejit

Harga emas dunia kembali melonjak untuk hari kedua, Senin (27/6). Berdasarkan data Bloomberg, pagi tadi, harga kontrak emas untuk pengantaran segera melompat 1,5% menjadi US$ 1.335,55 per troy ounce. Pada pukul 08,14 waktu Singapura, harga kontrak yang sama diperdagangkan di posisi US$ 1.330,95 per troy ounce.

Pada Jumat (24/6) lalu, harga emas sempat bertengger di posisi US$ 1.358,54 per troy ounce. Level ini tidak pernah terlihat sebelumnya sejak Maret 2014 lalu. Kenaikan emas pada akhir pekan lalu sebesar 8,1% juga merupakan kenaikan harian terbesar sejak 2008. Read the rest of this entry

Advertisements

Brexit Sebabkan Saham-saham AS Menurun Tajam

Saham-saham Amerika Serikat (AS) berakhir turun tajam pada Jumat (24/6/2016), mengikuti kekacauan global setelah Inggris memilih untuk meninggalkan Uni Eropa dalam sebuah referendum bersejarah.

Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 611,21 poin atau 3,39% menjadi ditutup pada 17.399,86. S&P 500 merosot 76,02 poin atau 3,60% menjadi berakhir di 2.037,30, dan indeks komposit Nasdaq anjlok 202,06 poin atau 4,12% menjadi 4.707,98.

Kubu “Tinggalkan” memenangkan referendum Brexit Inggris pada Jumat pagi dengan mendapatkan hampir 52% suara, menarik negara itu keluar dari blok 28 negara Uni Eropa (UE) setelah menjalani keanggotaan selama 43 tahun. Read the rest of this entry

Berdebar menanti kabar dari Inggris

Hari ini, masyarakat Inggris akan menentukan masa depannya. Inggris menggelar referendum menentukan status keanggotaan di Uni Eropa: tetap bergabung atau memilih hengkang dari blok ini alias British Exit (Brexit).

Jajak pendapat terakhir menunjukkan posisi imbang antara suara yang ingin keluar maupun bertahan di Uni Eropa. Beberapa poling mengunggulkan Inggris tetap masuk Uni Eropa dengan selisih tipis.

Yang jelas, sebagian besar pelaku pasar mengkhawatirkan Inggris keluar dari Uni Eropa karena bisa menekan ekonomi dunia. Itu sebabnya, para ekonom, lembaga ekonomi internasional  dan pemimpin dunia menentang Brexit.

Prediksi Dana Moneter Internasional (IMF), Brexit ibarat penghilangan nutrisi ekonomi dunia. Brexit bakal membawa ekonomi Inggris ke jurang resesi.

Proyeksi IMF, ekonomi Inggris akan merosot hingga 5,5% sampai 2019. “Kondisi perdagangan dan investasi global akan terpuruk karena ada ketidakpastian politik dunia,” tulis IMF seperti dilansir The Guardian, kemarin.

Sebagai negara berekonomi kelima terbesar dunia, Inggris  bakal kehilangan pertumbuhan ekonomi 0,5% di tahun ini. Jika keluar dari Uni Eropa, Inggris harus melakukan negosiasi ulang dengan 27 negara anggota lain di kawasan ini. Read the rest of this entry