Trump Menang, Asia Bakal Ditendang

Jika terpilih menjadi presiden AS, kecil kemungkinan Donald Trump akan menutup perbatasan dengan Meksiko, tapi besar kemungkinan, Trump akan menampar Asia dengan menaikkan tarif impor dari Asia dan memicu perang mata uang.

Hasil survei investor yang digelar Nomura Holdings Inc., awal Juli lalu, mengungkapkan sederetan kekhawatiran jika AS di bawah kepemimpinan Trump; mulai dari meningkatnya proteksi perdagangan hingga ancaman keamanan regional jika AS memangkas komitmen militernya di Asia.

Kesimpulannya jelas: setelah Meksiko, Asia berisiko ditendang Trump.

“Tidak diragukan, terpilihnya Trump sebagai presiden akan mencederai pertumbuhan produk domestik bruto Asia dan mendorong tekanan inflasi akibat kenaikan biaya, menurunkan surplus perdagangan dan kebijakan makroekonomi yang merugikan,” kata Rob Subbaraman, ketua tim penulis laporan Nomura, sepeti dikutip Bloomberg, (26/7).

Dalam laporan hasil survei berjudul “Trumping Asia” itu, 77 persen responden mengekspektasikan di bawah kepemimpinan Trump, AS akan mencap China sebagai manipulator nilai tukar mata uang, dan 75 persen responden memprediksikan, AS akan menganakan tarif terhadap impro barang dari China, Korea Selatan, dam Jepang. Hanya 37 persen repsonden yang berpendapat, Trump akan menepati janjinya untuk membangun tembok di sepanjang perbatasan AS dengan Meksiko.

Nomura tidak mengungkapkan, berapa banyak responden yang dilibatkan dalam survei tersebut.

Kekhawatiran investor bukan tanpa alasan. Asia adalah pusat manufaktur dunia dan banyak negara Asia yang bergantung pada hasil ekspor, sehingga menempatkan Asia pada risiko kenaikan hambatan perdagangan.

China merupakan mitra dagang AS terbesar tahun lalu, dan jika pembatasan perdagangan diterapkan – menurut Nomura – dampaknya terhadap negara-negara Asia akan signifikan. Negara yang palng rentan terkena dampak tersebut adalah Korea Selatan dan Filipina.

Nomura mengungkapkan, Korea Selatan menghadapi risiko buruk dari dua sisi. Trump pernah mengkritik kesepakatan perdagangan bebas kedua negara pada 2012, dengan mengatakan bahwa perjanjian itu memberangus sekitar 100.000 pekerjaan di AS. Trump juga pernah menyerukan untuk memaksa Korsel membayar penuh biaya jaminan keamanan yang disediakan AS.

Sedangkan Filipina menghadapi risiko, pembatasan imigrasi. Saat ini AS menjadi tuan rumah bagi 35 persen dari total tenaga kerja Filipina yang berkerja di luar negeri. Nomura memperkirakan jumlah tersebut mencapai 31 persen dari total pengiriman uang, yang menjadi salah satu sumber utama aliran dana asing ke perekonomian Filipina.

Di kalangan negara-negara Asia Tenggara, Filipina juga mempunyai eksposur ekspor terbesar ke AS. Janji Trump untuk mengembalikan kesempatan kerja ke tenaga kerja AS akan mengancam perkembangan bisnis dari sektor alih daya (outsourcing). Menurut Nomura, industri tersebut melayani sebagian besar perusahaan AS dan menghasilkan penerimaan yang hampir setara dengan besaran total pengiriman uang pekerja ke negara asal, atau sekitar 9 persen dari PDB AS, dalam dua tahun mendatang.

Analisis Nomura juga menemukan India dan Thailand sebagai negara yang rentan terkena tendangan Trump.

Kendati sebagian besar responden survei Nomura menilai bahwa kemenangan Trump cenderung tidak akan terjadi, namun mereka menilai ancaman proteksionisme AS adalah nyata.

Trump sudag menjanjikan untuk menarik AS, keluar dari Kemitraan Trans-Pasifik – kesepekatan perdagangan bebas yang meliputi 12 negara, yang menguasai sekitar 40 persen perekonomian global. Jika TPP diratifikasi sebelum Barack Obama turun dari kursi kepresidenan, Trump masih memiliki otoritas untuk menarik kembali AS dari pakta perdagangan tersebut.

Berdasarkan UU di AS, presiden dapat mengenakan hukuman, termasuk pengenaan tarif sebesar 15 persen, maksimum selama 150 hari tanpa persetujuan Kongres, jika AS mempunyai defisit neraca perdagangan “besar dan serius” dengan negara lain, seperti China.

Jika China dinyatakan sebagai manipulator mata uang – dengan kekuasaan yang ada pada Menteri Keuangan AS, tanpa membutuhkan persetujuan Kongres – bisa memicu pembatasan lain. Dalam kondisi kenaikan hambatan perdagangan dan penurunan investasi asing itu, kata Nomura, pemerintah China juga bisa memperlemah mata uang yuan dengan laju lebih cepat.

Namun tidak menutup kemungkinan Trump akan mengubah pandangan kebijakannya hingga pemilu November nanti, dan selama itu pula Asia akan menghadapi pesan-pesan yang tidak konsisten dari pengusaha properti itu.

Sumber : ipotnews.com

http://belajar-cara-membuat-website.blogspot.co.id/

http://ide-peluang-bisnis.blogspot.co.id/p/jasa-pembukuan.html

http://ide-peluang-bisnis.blogspot.co.id/p/program-persediaan-otomatis.html

Posted on July 28, 2016, in Ekonomi Dan Investasi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: