Monthly Archives: April 2017

Kinerja AALI juara di sektor perkebunan tahun 2016

Tekanan yang selama ini terjadi pada sektor perkebunan mulai mereda. Kinerja sejumlah emiten di sektor itu kembali memunculkan harapan akan prospek industri perkebunan kembali positif.

Dari sisi top line, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) [14,975 75 (+0,5%)] tak beda jauh dengan emiten lainnya yang sebagian besar mencatat pertumbuhan single digit. Pendapatan AALI [14,975 75 (+0,5%)] meningkat 9% year on year (yoy) menjadi Rp 14,12 triliun sepanjang 2016 dari sebelumnya Rp 13,06 triliun.

Tapi dari segi bottom line, AALI [14,975 75 (+0,5%)] jadi yang paling moncer. Laba bersihnya melonjak 224% menjadi Rp 2,01 triliun dari sebelumnya Rp 619,11 miliar.

Laba bersih paling moncer kedua disusul oleh PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) [2,040 0 (+0,0%)]. Kenaikannya mencapai 78% yoy mejadi Rp 441,88 miliar dari sebelumnya Rp 247,57 miliar.

Kinerja PT Sinarmas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) [4,100 0 (+0,0%)] juga sejatinya menarik. Perseroan tahun lalu malah mencatat laba bersih Rp 2,6 triliun dari sebelumnya rugi Rp 386,17 miliar.

Kenaikan laba itu dicatat ditengah penurunan pendapatan sebesar 18% yoy menjadi Rp 29,75 triliun. Sayang, sentimen positif kenaikan laba itu dibatasi oleh kurang likuidnya saham perseroan.

Namun, tidak semua emiten perkebunan mencatat kinerja positif. PT London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) [1,475 10 (+0,7%)] misalnya.

Entitas Grup Salim itu mencatat penurunan pendapatan sebesar 8% yoy menjadi Rp 3,85 triliun. Laba bersihnya juga mengalami penurunan, yakni 5% yoy menjadi Rp 593,83 miliar.

Sama halnya dengan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) [484 -16 (-3,2%)]. Pendapatannya turun sekitar 10% yoy menjadi Rp 3,94 triliun. Laba bersihnya tercatat Rp 250,71 miliar, turun 7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Kendati demikian, prospek emiten perkebunan tahun ini secara keseluruhan masih lebih positif. Banyak faktor yang mendorong optimisme itu.

“Salah satunya soal pembatasan lahan baru perkebunan,” kata Joni Wintarja, analis NH Korindo Securities Indonesai kepada KONTAN belum lama ini.

Dengan lahan yang terbatas, otomatis kenaikan suplai ikut terbatas. Sehingga, kondisi itu berpotensi memicu kenaikan harga crude palm oil (CPO).

Ekspektasi meningkatnya permintaan CPO juga terlihat. Hal itu terindikasi dari aktivitas re-stocking oleh negara-negara pengimpor.

Efek El Nino juga sudah mereda. Sehingga, produksi CPO kembali membaik. Produksi yang membaik ditambah terangkatnya harga CPO membuat kinerja keuangan emiten perkebunan semakin solid.

Di sisi lain, membaiknya produksi untuk waktu yang panjang bakal menambah suplai CPO di pasar. Tentu, akibatnya harga yang kembali turun.
Read the rest of this entry

Advertisements

Semen Indonesia Bagi Dividen Total Rp1,81 Triliun

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menyetujui pembagian dividen tahun buku 2016 senilai Rp304,92 per saham atau senilai total Rp1,81 triliun.

Direktur Utama SMGR, Rizkan Chandra kepada pers di Jakarta, Jumat (31/4) mengatakan pembagian dividen tersebut setara 40 persen dari raihan laba bersih sepanjang 2016 lalu senilai Rp4,52 triliun.

“Jumlah dividen yang dibagikan ini terbilang sama dengan pembagian dividen tahun buku 2015,” katanya. Read the rest of this entry