Daily Archives: October 1, 2019

United Tractors (UNTR) akan membagikan dividen interim, ini jadwalnya

Salah satu emiten grup Astra, PT United Tractors Tbk (UNTR) akan membagi delividen interim dengan tahun buku 2019. Emiten ini akan mengucurkan dividen Rp 408 per saham.

“Sebagaimana telah disetujui oleh dewan komisaris perseroan, telah memutuskan dan menyetujui untuk membagi dan membayar dividen interim,” tulis manajemen UNTR dalam keterbukaan informasi, Selasa (01/10).

Adapun jadwal pelaksanaannya sebagai berikut:

  •     Cum dividen interim di pasar reguler dan negosiasi: 07 Oktober 2019
  •     Ex dividen interim di pasar reguler dan negosiasi: 08 Oktober 2019
  •     Cum dividen interim di pasar tunai: 09 Oktober 2019
  •     Ex dividen interim di pasar tunai: di 10 Oktober 2019
  •     Recording date: 09 Oktober 2019
  •     Pelaksanaan pembayaran dividen: 23 Oktober 2019

Read the rest of this entry

Advertisements

Mengapa Saham BBTN Terkoreksi Tajam ?

BBTN : Rising, Downgrade to Hold

Berikut summary dari report terbaru kami. Hasil diskusi kami dengan manajemen mengindikasikan bahwa target profit di tahun ini hanya mencapai 50% (Rp1.1tn – Rp1.3tn) dari target semula Rp2.4tn (Consensus Rp2.7tn). Hal ini dikarenakan eskpektasi provisi yang lebih tinggi dan NIM yang flat di tahun ini.

BBTN juga mengindikasikan rate cut tidak berpengaruh banyak untuk Cost of Fund (CoF) dan NIM. Saat ini NIM masih berada di 3.5% pada 8M19 (flat semenjak 1H19) padahal seharusnya BBTN adalah salah satu prime beneficiary dari rate cut cycle karena pinjaman yang BBTN berikan memiliki bunga yang fix sementara struktur simpanan BBTN kebanyakan dalam bentuk deposito. Hal ini membuat analis kami menurunkan asumsi NIM dari semula 3.9% menjadi 3.5% di tahun ini.

Analis kami juga memprediksi jika pencadangan (provision) total di tahun ini akan meningkat menjadi Rp3.6tn dan Rp4.7tn pada 2020. Hal ini menunjukkan cakupan rasio sebesar 75% dan 115% di tahun ini dan tahun depan. Kami mendowngrade BBTN dengan rekomendasi HOLD dan target price terbaru sebesar Rp2,200 dan EPS yang lebih rendah sebesar Rp114 dan Rp137 pada 2019F dan 2020F. Read the rest of this entry