Mengapa Saham BBTN Terkoreksi Tajam ?

BBTN : Rising, Downgrade to Hold

Berikut summary dari report terbaru kami. Hasil diskusi kami dengan manajemen mengindikasikan bahwa target profit di tahun ini hanya mencapai 50% (Rp1.1tn – Rp1.3tn) dari target semula Rp2.4tn (Consensus Rp2.7tn). Hal ini dikarenakan eskpektasi provisi yang lebih tinggi dan NIM yang flat di tahun ini.

BBTN juga mengindikasikan rate cut tidak berpengaruh banyak untuk Cost of Fund (CoF) dan NIM. Saat ini NIM masih berada di 3.5% pada 8M19 (flat semenjak 1H19) padahal seharusnya BBTN adalah salah satu prime beneficiary dari rate cut cycle karena pinjaman yang BBTN berikan memiliki bunga yang fix sementara struktur simpanan BBTN kebanyakan dalam bentuk deposito. Hal ini membuat analis kami menurunkan asumsi NIM dari semula 3.9% menjadi 3.5% di tahun ini.

Analis kami juga memprediksi jika pencadangan (provision) total di tahun ini akan meningkat menjadi Rp3.6tn dan Rp4.7tn pada 2020. Hal ini menunjukkan cakupan rasio sebesar 75% dan 115% di tahun ini dan tahun depan. Kami mendowngrade BBTN dengan rekomendasi HOLD dan target price terbaru sebesar Rp2,200 dan EPS yang lebih rendah sebesar Rp114 dan Rp137 pada 2019F dan 2020F.

Sumber : IndoPremier

http://jasapembukuan.id

Posted on October 1, 2019, in Analisa Saham and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: