Monthly Archives: November 2019

Mengenal Pola Gartley Dan 3 Pola Binatang

Pola Fibonacci Gartley pertama kali ditemukan oleh trader cerdas bernama Harold McKinley Gartley. Dia menciptakan pola tersebut selama dia bekerja sebagai penasehat pasar saham di pertengahan tahun 1930-an.

Menurutnya, pola-pola Fibonacci yang ditemukannya mampu menyelesaikan dua masalah terbesar seorang trader, yaitu; pada aset apa dan kapan harus melakukan buy. Tak lama kemudian, para pelaku pasar mulai menyadari bahwa pola ini juga bisa diterapkan tidak hanya di pasar saham, melainkan juga pada pasar-pasar lainnya.

Apa Itu Pola Gartley? Pola Gartley dikenal juga sebagai pola 222 karena nama itu diambil dari sebuah halaman yang ditemukan di dalam buku Harold M. Gartley, “Profit in the Stock Market”. Pada dasarnya, pola Gartley adalah pengembangan pola dasar ABCD yang telah kita bahas sebelumnya, tetapi diawali dengan harga tinggi atau rendah signifikan. Pola Gartley biasanya terbentuk ketika sedang berlangsung sebuah koreksi dari pergerakan suatu tren harga.

Sekilas, pola tersebut akan terlihat seperti huruf ‘M’ (atau ‘W’ untuk pola bearish). Pola ini digunakan untuk membantu para trader dalam menemukan di mana waktu titik level harga terbaik untuk masuk pasar (OP).

Untuk lebih jelasnya, bisa kita lihat pada gambar di bawah ini:

apa itu pola gartley bearish

apa itu pola gartley bullish

Pola ini terdiri dari pola ABCD bullish maupun bearish, akan tetapi didahului dengan titik (X) yang berada di luar D. Intinya, pola Gartley ”sempurna” memiliki karakteristik sebagai berikut : Read the rest of this entry

Trading the Gartley Pattern: Ratios, Rules and Best Practices

What is the Gartley Pattern in Forex

Gartley is a special chart pattern within the harmonic pattern universe. And as with the other harmonic trading patterns, it must meet its own specific Fibonacci levels in order to qualify as a valid formation. H.M Gartley, who lived during the same era as R.N Elliott and W.D Gann, introduced the Gartley pattern to the world in his book entitled “Profits in the Stock Market” which he wrote back in 1935. In the book and specifically on page 222, H.M. Gartley discusses the Gartley pattern and refers to it as “one of the best trading opportunities” in the market. And so, the Gartley pattern is also sometimes referred to as Gartley 222 or the 222 pattern by some harmonic traders.

The pattern resembles an M/W shape on the chart, depending on whether it is a bullish or a bearish Gartley. As such, the pattern consists of five points on the chart. These points are marked with X, A, B, C, and D. This is how a Gartley harmonic pattern appears:

gartley-pattern-example

This is a sketch of the Gartley chart figure. The pattern starts with point X and it creates four swings until point D is completed.

Read the rest of this entry

Saham PGAS Naik 38% Dalam Waktu 2 Bulan, (Masih) Terjun Bebas 24% Hanya Dalam Waktu 2 Hari

Di tahun 2019 ini kita dipertontonkan parade kekuatan dana asing (foreign flow) seperti pada saham GGRM dan terulang kembali minggu lalu pada saham PGAS. Seperti yang telah diulas bahwa saham PGAS akan menuju target 2.380 dan tercapai pada hari Rabu minggu lalu (ditutup pada level 2.440), namun tidak ada yang menduga bahwa hanya dalam waktu 2 hari sudah kembali mendekati titik awal kenaikan di level 1.850 pada bulan Agustus lalu.

Banyak yang mengkait-kaitkan penurunan ini karena batalnya kenaikan harga gas pada bulan November ini, namun seperti kita tahu bahwa bisnis PGAS adalah bisnis distribusi gas dan bukan produksi gas. Jadi fenomena penjualan besar-besaran yang dilakukan dana asing yang terjadi pada saham GGRM, terjadi juga pada saham PGAS saat ini hanyalah karena dana asing sebagai bandar memutuskan untuk keluar dari saham PGAS dan bukan karena bisnisnya yang memburuk secara fundamental.

Sebagai investor maka kita cukup perlu bersabar dan menunggu stabilnya harga, karena analisa teknikal seperti level support berikutnya yang ada pada level 1.500 dan 1.350 belum tentu bisa dijadikan patokan bila kita memaksakan masuk pada saat seperti ini.

Kuncinya adalah bersabar seperti kutipan terkenal dari John Templeton :
“Bull markets are born on pessimism, grown on skepticism, mature on optimism and die on euphoria.

The time of maximum pessimism is the best time to buy, and the time of maximum optimism is the best time to sell.”