Author Archives: Citta

Saham Perusahaan Gas (PGAS) Menuju 2380

Setelah menyentuh double bottom di level 1780 maka saham PGAS rebound kembali ke level 2000-an. Ditopang kenaikan saham PGAS yang signifikan pada hari Selasa kemarin telah melewati resisten pertama di level 2170 dan berpotensi untuk melanjutkan penguatan menuju resisten berikutnya yaitu di level 2380.

http://jasapembukuan.id

http://belajar-cara-membuat-website.blogspot.co.id

http://jasa-akuntansi-bandung.blogspot.com/p/jasa-akuntansi.html

Advertisements

Saham Bank Mandiri (BMRI) Menembus Downtrend Line

Setelah saham-saham perbankan tertekan selama beberapa waktu belakangan ini, maka kemarin saham bank Mandiri (BMRI) telah menembus garis downtrend sehingga berpotensi naik kembali pada titik resisten terdekat di 7.500.

Kecenderungan suku bunga yang terus menurun secara fundamental dan secara teknikal terlihat bullish candle yang terbentuk maka setelah melewati resisten pertama, maka akan menguji titik resisten kedua yaitu di kisaran 7.900.

http://jasapembukuan.id

http://belajar-cara-membuat-website.blogspot.co.id

http://jasa-akuntansi-bandung.blogspot.com/p/jasa-akuntansi.html

 

Investment Insight Saham Gudang Garam (GGRM)

*GGRM & HMSP share price down 20% & 30%, looks far too cheap given its good performance*

Ekspektasi cukai rokok yang lebih tinggi dari perkiraan pasar mengakibatkan saham GGRM dan HMSP mengalami penurunan sebesar -21% dan -30% ytd (Harga per tanggal 2 September 2019). Kami melihat koreksi yang cukup dalam terhadap kedua saham dapat menjadi sebuah investment opportunity hari ini. Ada dua katalis yang menjadi alasan untuk melihat saham *GGRM* dan *HMSP* hari ini,

1. *Valuasi yang murah* , Kedua saham saat ini berada dibawah -1 standar deviation. Jika dibandingkan dengan cukai yang meningkat diatas ekspektasi pasar (18% – 20%). Menurut kami, *harga saham yang sudah menurun sebesar -21% dan -30% relatif murah mengingat *GGRM* adalah salah satu saham defensif.

2. Pertumbuhan volume yang masih kuat pada 1H19 menunjukkan bahwa daya beli masih terjaga. Hal ini ditunjukkan oleh pertumbuhan volume yang tinggi pada 1H19 sebesar +5% yoy.

HMSP dan GGRM adalah dua pemain terbesar di industri dengan market share sebesar 31% dan 21%. Kami memilih *GGRM* sebagai top pick hari ini karena *market share industri yang meningkat* dan penetrasi rokok jenis SKM yang masif di pasar Indonesia, dan *SKM memiliki kontribusi yang besar* (91%) terhadap pendapatan GGRM.

Sumber : IndoPremier – Wealth Management Unit

http://belajar-cara-membuat-website.blogspot.co.id

http://jasa-akuntansi-bandung.blogspot.com/p/jasa-akuntansi.html

Rencana Kenaikan Cukai Rokok Mempengaruhi Harga Saham Gudang Garam (GGRM)

Secara fundamental tidak ada yang salah dengan saham GGRM, bahkan terbilang mengkilap pada Q2 mencatat kenaikan penjualan sebesar 19% dan laba sebesar 24%. Namun harga saham malah cenderung turun dan telah break support sehingga ditutup pada 69.475 pada akhir Agustus.

Penurunan ini lebih disebabkan kekhawatiran berita kenaikan harga cukai rokok yang tentunya akan mempengaruhi kinerja saham GGRM kedepannya, namun bagi investor ini merupakan peluang bagus untuk mengkoleksi saham GGRM dengan kinerja fundamental yang baik.

Peluang rebound ada di kisaran 67.500 di area supply terlihat di grafik terlampir (Thank You Metatrader), namun tetap harus memperhatikan prinsip kehati-hatian dan tidak berusaha menangkap pisau jatuh.

http://jasapembukuan.id

http://belajar-cara-membuat-website.blogspot.co.id

http://jasa-akuntansi-bandung.blogspot.com/p/jasa-akuntansi.html

 

Peluang Rebound Saham Astra International (ASII)

Laporan penurunan kinerja laba saham ASII sekitar -5,60% untuk Q2 sudah membuat harga saham ASII terus longsor hingga mencapai titik terendah 6.250 pada bulan Agustus.

Namun pada akhir bulan ini, saham ASII mulai rebound ditutup pada level 6.750 ditandai dengan indikator ADX yang hampir golden cross dengan target awal di kisaran 6.950. Berikut tampilan grafik untuk saham ASII :

Saham United Tractor Mulai Rebound Sesuai Kinerja

Saham United Tractor (UNTR) yang merupakan grup ASII dan mengalami down trend  pertengahan November 2018 akhirnya menunjukkan rebound sesuai kinerja dan harga batubara yang diprediksi terus meningkat.

Secara teknikal yang dibuat dengan menggunakan Metatrader maka terlihat indikator MACD mulai mengarah positif serta indikator Fibonacci dan Supply Demand menunjukkan resisten terdekat ada pada kisaran 28.800 – 29.000.

untr

http://jasapembukuan.id

http://belajar-cara-membuat-website.blogspot.co.id

http://jasa-akuntansi-bandung.blogspot.com/p/jasa-akuntansi.html

Utang BUMN Super Jumbo, Salah Siapa?

Berdasarkan kriteria aset, skala usaha, dan kompleksitas bisnisnya, bank-bank BUMN masuk kualifikasi berisiko sistemik.Kesulitan finansial sedikit saja bisa memengaruhi perekonomian.

Dalam kaitan ini, Komisi VI DPR pada awal Desember ini, menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Deputi Bidang Restrukturisasi Kementerian BUMN, Aloysius Kiik Ro beserta sejumlah BUMN dengan terjerat utang jumbo.

Dalam RDP ini, mengulas soal utang BUMN. Setidaknya ada 10 BUMN dengan utang lumayan kakap. Yakni, BRI Rp1.008 triliun; Bank Mandiri Rp997 triliun; BNI Rp660 triliun; PLN Rp543 triliun; Pertamina Rp522 triliun; BTN Rp249 triliun; Taspen Rp222 triliun; Waskita Karya Rp102 triliun; Telkom Rp99 triliun; dan Pupuk Indonesia Rp76 triliu

Sementara, sebagaimana diumumkan Bank Indonesia (BI), Current Account Deficit (CAD) pada Kuartal III-2018 mencapai US$8,8 miliar. Atau setara 3,37% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Atas hal ini, kalangan ekonom sering mengingatkan tentang fundamental ekonomi Indonesia yang belum layak disebut kuat. Apalagi dalam dua tahun ini.

Belum lagi permasalahan utang pemerintah yang membubung hingga Rp4.416 triliun. Saat ini, utang BUMN menunjukkan tren kenaikan yang bombastis hingga Rp5.271 triliun. Artinya, porsi utang BUMN melampaui pemerintah.

Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI), Panji Nugraha mengatakan, ledakan utang di era Presiden Joko Widodo membuktikan bahwa tim ekonomi tak memiliki solusi dalam menjawab tantangan. Keputusan atau kebijakan tak lebih jalan cepat, bukan cara cerdas.

“Terlepas dari justifikasi utang produktif untuk pembangunan, faktanya masih ada proyek-proyek mangkrak yang belum terselesaikan dan molor dari target yang ditentukan. Masalah utamanya utang BUMN pun akan menjadi bom waktu seperti halnya utang pemerintah jika pemerintah gagal bayar bunga utang,” tutur Panji. Read the rest of this entry

PTBA Melaju Di Tengah Koreksi IHSG

ptba

Hari ini IHSG sedang mengalami koreksi sehat, namun saham PTBA melaju positif dengan Bullish Engulfing Candlestick disertai dengan indikator Stochastic dan MACD yang mulai golden cross.

Waktunya Mencari Passive Income dari Investasi Saham Anda

Kalau Anda punya properti, bisa disewakan, (serviced apartment misalnya) yieldnya tinggi, mau ga?

Anda beli sebuah apartemen Rp. 1.000.000.000,-
Setiap tahun tersewa sebesar Rp. 60.000.000,- (ini 5 juta per bulan, bisa buat nyicil properti lain lhoo)
Artinya yield Anda: 60.000.000 / 1.000.000.000 = 6% p.a. (kalau rumah, biasanya yieldnya 1.5% sampai 2%)
Eits, ternyata aja pajak sewa properti lho 20%. Artinya yield Anda: (60.000.000 x 80%) / 1.000.000.000 = 4.8%
Eits, biaya broker / agen properti Anda? 5%. Wow, lebih rendah dari 4.8% dong…
Itung – itung, jadinya: 60.000.000 juta kurangi 20%, kurangi 5%, dibagi 1 M = 4.5%.
Lumayan lah, lebih rendah dari deposito, tapi nilai properti Anda naik setiap tahunnya:)
Berbeda dengan Deposito, mungkin bunga 6% p.a sebelum pajak, tapi nilai pokok investasi Anda tidak naik.
Berbeda dengan Obligasi, mungkin bunga (kupon) 10% p.a sebelum pajak, tapi nilai pokok investasi Anda tidak naik.
— PELUANG ANDA di pasar saham ketika turun seperti ini —

Read the rest of this entry

Akhir pekan, bursa Wall Street ditutup memerah terbebani laporan data tenaga kerja AS

Bursa saham Amerika Serikat melorot dalam dua hari berturut-turut pada Jumat, terbebani oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah dan laporan data ekonomi yang kuat dimana tingkat pengangguran menurun dan upah pekerja meningkat.

Indeks S&P 500 turun 0,55% ke level 2.885,57.  Sedangkan indeks Nasdaq turun 1,16% ke level 7.778,45. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,68% ke level 26.447,05.

Dalam sepekan, indeks S&P 500 turun 0,98%, Dow Jones turun 0,04% dan Nasdaq anjlok 3,2%. Bagi Nasdaq, penurunan saham dalam sepekan ini merupakan penurunan mingguan yang terdalam sejak Maret.

Penurunan indeks dipicu didorong oleh anjloknya saham-saham kelas berat di sektor teknologi dan komunikasi yang kerap disebut FAANG group, yakni Facebook, Amazon, Apple, Netflix, dan Alphabet. Saham Amazon bahkan turun hingga 1%. Read the rest of this entry