Author Archives: Citta

Peluang Trading Saham Bank Mandiri (BMRI) Saat Pandemi Virus Corona

Seluruh dunia saat ini sedang menghadapi pandemi virus Corona atau juga dikenal dengan nama COVID-19, namun seperti kita tahu bahwa dibalik krisis selalu terdapat peluang sehingga tinggal analisa dan perhitungan matang yang akan menentukan keberhasilan kita.

Peluang trading (bukan investasi) adalah pilihan realistis saat ini karena belum ada kejelasan mengenai adanya vaksin atau kapan berakhirnya virus Corona ini di Indonesia. Perlu dicermati bahwa memilih saham untuk dijadikan peluang merupakan kunci pertama, sedangkan momen untuk meraih peluang tersebut dapat didasarkan analisa teknikal.

Saham yang relatif krisis saat ini adalah saham defensif konsumer seperti UNVR, KLBF, INDF, ICBP terutama saham UNVR yang telah merilis laporan keuangan kuartal pertama 2020 dengan penjualan naik sebesar 4,5%. Ini merupakan hal yang luar biasa di tengah rontoknya hampir semua sektor usaha namun saham UNVR masih membukukan kenaikan penjualan.

Saham berikutnya adalah sektor telekomunikasi seperti TLKM, ISAT, EXCL terutama saham TLKM yang memang menguasai market share Indonesia didukung oleh kebijakan work from home (WFH).

Kemudian saham perbankan seperti BBRI, BBCA, BMRI dan BBNI yang memang akan terpengaruh namun masih memiliki fundamental yang cukup kuat. Kita ketahui pada hari Kamis kemarin telah menunjukkan tanda-tanda rebound seperti terlihat pada grafik saham BMRI di atas bahwa pola candlestick menunjukkan pola bullish engulfing. Ini merupakan peluang trading (jangka pendek) dengan area support di kisaran 4.000 dan resistance 5.125.

Perlu dicermati bahwa pada hari Jumat kemarin terkoreksi cukup dalam mencapai 2,55% sehingga akan berpengaruh terhadap IHSG, ini berarti kita perlu money management yang sehat untuk menangkap peluang trading pada saham BMRI.

http://jasapembukuan.id

http://belajar-cara-membuat-website.blogspot.co.id

http://jasa-akuntansi-bandung.blogspot.com/p/jasa-akuntansi.html

Elliot Wave Count

I never enter the deal immediately after the trend breaks. In most cases, the market first makes a correction in the direction of the previous trendūüĎá
⠀
ūüĒłThis allows you to think about the deal, calculate the lot size in accordance with the risk management, place an order in the trading terminal. It increases your Risk Reward ratio.
⠀
ūüĒłThe market gives enough time. It’s always better to miss a trade than to risk money thoughtlessly.
⠀
ūüĒłThus, the market “misleads” those who have not yet realized that the old trend is over. After that the market takes their money and transfers it to those who have recognized the new trend
⠀
Be on the right side of the market with the Elliott Waves.

Source : https://www.instagram.com/elliottwavecount/

http://jasapembukuan.id

http://belajar-cara-membuat-website.blogspot.co.id

http://jasa-akuntansi-bandung.blogspot.com/p/jasa-akuntansi.html

How to Add Alerts to MetaTrader Indicators

Originally, I intended this post as a do-it-yourself guide on how to add alerts to MetaTrader indicators without knowing how to code at all. But writing it, I came to realization that even if a trader knows nothing about MQL language and coding he will have to learn some basics through this guide because adding alerts does require deep understanding of how MetaTrader code works.

One important thing to understand is that it is not possible to add alerts to indicator without at least some coding. The good thing is that what you will require is so simple that even a 5-year old could do it after reading this post. You have to do three things to add an alert to an indicator:

  1. Add input parameters for¬†turning alerts on/off and¬†adjusting some alert settings¬†‚ÄĒ all entirely optional but it is better to¬†have some easy way of¬†configuring things than to¬†re-code everything each time your needs shift.
  2. Identify indicator buffers that are used by an indicator and contain the data you want to be alerted about.
  3. Formulate conditions for alerts to fire up. For example, a classic condition for MACD buy alert could be formulated as: current MACD Signal below current MACD Main and previous MACD Signal above previous MACD Main and both current MACD Signal and MACD Main are below zero. Conditions can be simpler or more complex, but you should already know what you want to be alerted about if you are looking to add alerts to an indicator.

Prerequisites

Before you proceed, make sure that the prerequisites listed below are met:

  • You will need an¬†access to¬†the¬†indicator‚Äôs source code¬†‚ÄĒ .mq4 file for¬†MetaTrader 4 and¬†.mq5 file for¬†MetaTrader 5. Sometimes indicators use more than one file for¬†their source code. In¬†such case, you would need .mqh files as¬†well. You will not be able to¬†add alerts to¬†an¬†indicator if you lack its source code. You can ask the¬†indicator‚Äôs author for¬†the¬†source code if you only have a¬†compiled file (.ex4 or¬†.ex5).
  • Although you do not need to¬†have prior coding experience to¬†follow this tutorial, you still need to¬†have some understanding of¬†coding basics, for¬†example: how to¬†compile an¬†indicator or¬†what a¬†variable is.
  • You need to¬†pay attention to¬†every step listed in¬†this tutorial. Thoughtless copy/paste will not work here at¬†all.

Input parameters

Theory

You are probably familiar with the different types alerts that exist in MetaTrader:

  • Native alert (popup)
  • Sound alert
  • Email alert
  • Push notifications (mobile)

Most of the time, traders want the plain native alerts but it is a good practice to implement all four at once and to give a choice (via input parameters) to enable and disable certain types of alert. You will learn to add four input parameters: EnableNativeAlerts, EnableSoundAlerts, EnableEmailAlerts, EnablePushAlerts. Read the rest of this entry

Mengenal Pola Gartley Dan 3 Pola Binatang

Pola Fibonacci Gartley pertama kali ditemukan oleh trader cerdas bernama Harold McKinley Gartley. Dia menciptakan pola tersebut selama dia bekerja sebagai penasehat pasar saham di pertengahan tahun 1930-an.

Menurutnya, pola-pola Fibonacci yang ditemukannya mampu menyelesaikan dua masalah terbesar seorang trader, yaitu; pada aset apa dan kapan harus melakukan buy. Tak lama kemudian, para pelaku pasar mulai menyadari bahwa pola ini juga bisa diterapkan tidak hanya di pasar saham, melainkan juga pada pasar-pasar lainnya.

Apa Itu Pola Gartley? Pola Gartley dikenal juga sebagai pola 222 karena nama itu diambil dari sebuah halaman yang ditemukan di dalam buku Harold M. Gartley, “Profit in the Stock Market”. Pada dasarnya, pola Gartley adalah pengembangan pola dasar ABCD yang telah kita bahas sebelumnya, tetapi diawali dengan harga tinggi atau rendah signifikan. Pola Gartley biasanya terbentuk ketika sedang berlangsung sebuah koreksi dari pergerakan suatu tren harga.

Sekilas, pola tersebut akan terlihat seperti huruf ‚ÄėM‚Äô (atau ‚ÄėW‚Äô untuk pola bearish). Pola ini digunakan untuk membantu para trader dalam menemukan di mana waktu titik level harga terbaik untuk masuk pasar (OP).

Untuk lebih jelasnya, bisa kita lihat pada gambar di bawah ini:

apa itu pola gartley bearish

apa itu pola gartley bullish

Pola ini terdiri dari pola ABCD bullish maupun bearish, akan tetapi didahului dengan titik (X) yang berada di luar D. Intinya, pola Gartley ‚ÄĚsempurna‚ÄĚ memiliki karakteristik sebagai berikut : Read the rest of this entry

Trading the Gartley Pattern: Ratios, Rules and Best Practices

What is the Gartley Pattern in Forex

Gartley is a special chart pattern within the harmonic pattern universe. And as with the other harmonic trading patterns, it must meet its own specific Fibonacci levels in order to qualify as a valid formation. H.M Gartley, who lived during the same era as R.N Elliott and W.D Gann, introduced the Gartley pattern to the world in his book entitled ‚ÄúProfits in the Stock Market‚ÄĚ which he wrote back in 1935. In the book and specifically on page 222, H.M. Gartley discusses the Gartley pattern and refers to it as ‚Äúone of the best trading opportunities‚ÄĚ in the market. And so, the Gartley pattern is also sometimes referred to as Gartley 222 or the 222 pattern by some harmonic traders.

The pattern resembles an M/W shape on the chart, depending on whether it is a bullish or a bearish Gartley. As such, the pattern consists of five points on the chart. These points are marked with X, A, B, C, and D. This is how a Gartley harmonic pattern appears:

gartley-pattern-example

This is a sketch of the Gartley chart figure. The pattern starts with point X and it creates four swings until point D is completed.

Read the rest of this entry

Saham PGAS Naik 38% Dalam Waktu 2 Bulan, (Masih) Terjun Bebas 24% Hanya Dalam Waktu 2 Hari

Di tahun 2019 ini kita dipertontonkan parade kekuatan dana asing (foreign flow) seperti pada saham GGRM dan terulang kembali minggu lalu pada saham PGAS. Seperti yang telah diulas bahwa saham PGAS akan menuju target 2.380 dan tercapai pada hari Rabu minggu lalu (ditutup pada level 2.440), namun tidak ada yang menduga bahwa hanya dalam waktu 2 hari sudah kembali mendekati titik awal kenaikan di level 1.850 pada bulan Agustus lalu.

Banyak yang mengkait-kaitkan penurunan ini karena batalnya kenaikan harga gas pada bulan November ini, namun seperti kita tahu bahwa bisnis PGAS adalah bisnis distribusi gas dan bukan produksi gas. Jadi fenomena penjualan besar-besaran yang dilakukan dana asing yang terjadi pada saham GGRM, terjadi juga pada saham PGAS saat ini hanyalah karena dana asing sebagai bandar memutuskan untuk keluar dari saham PGAS dan bukan karena bisnisnya yang memburuk secara fundamental.

Sebagai investor maka kita cukup perlu bersabar dan menunggu stabilnya harga, karena analisa teknikal seperti level support berikutnya yang ada pada level 1.500 dan 1.350 belum tentu bisa dijadikan patokan bila kita memaksakan masuk pada saat seperti ini.

Kuncinya adalah bersabar seperti kutipan terkenal dari John Templeton :
“Bull markets are born on pessimism, grown on skepticism, mature on optimism and die on euphoria.

The time of maximum pessimism is the best time to buy, and the time of maximum optimism is the best time to sell.”

Saham Gudang Garam (GGRM) Mulai Dikoleksi Asing, Bagaimana Prospeknya ?

Kesabaran memang diperlukan dalam berinvestasi dan menunggu pisau jatuh tergeletak merupakan cara yang lebih aman dalam berinvestasi. Dengan faktor fundamental yang kuat untuk saham GGRM, terlihat aliran dana asing yang mulai masuk dalam 2 hari berturut-turut sebesar 12,5 M dan 86,7 M sehingga kemarin berhasil ditutup menguat pada level 54.550 atau menguat signifikan 6,91%.

Ini terlihat jelas pada indikator ADX dan MACD yang mengarah positif (warna kuning), sehingga saham GGRM layak dikoleksi untuk investasi dengan target kenaikan awal berdasarkan indikator Fibonacci pada level 60.500 atau secara realistis menutup gap pada level 59.000.

jasapembukuan.id

Menggunakan Level Ekspansi Fibonacci

Belum lancar belajar Fibonacci Retracement, tiba-tiba Anda menemukan istilah serupa tapi berbeda, yaitu Fibonacci Ekspansi. Awas, jangan sampai tertukar pengertiannya, karena dua pendekatan analisa teknikal tersebut ditujukan untuk situasi dan target berbeda, bahkan berlawanan.

Perlu diketahui, level-level ekspansi Fibonacci (Fibonacci Expansion levels) digunakan untuk memperkirakan berakhirnya gelombang ketiga Elliot. Masih belum jelas? Artikel ini menguraikan pengertian dasar, perbedaan dengan Fibonacci Retracement, dan bagaimana cara trading menggunakan Fibonacci Ekspansi pada terminal trading Metatrader.

elliott wave

Apa Itu Fibonacci Ekspansi? Sebelum memulai langkah pertama, ada satu kondisi spesial yang akan sangat membantu Anda dalam memahami artikel ini. Cara trading Fibonacci Ekspansi memiliki relasi kuat dengan fraktal-fraktal pada gelombang Elliott (Elliott Wave). Jadi, jika Anda belum memahami apa itu Elliott Wave, sekaranglah waktu yang tepat untuk mempelajarinya. elliott wave Pada dasarnya, Fibonacci ekspansi adalah alat bantu teknikal yang digunakan trader, untuk memprediksi seberapa jauh harga akan lanjut bergerak searah dengan tren utama setelah mengalami Retracement sementara. Kata kunci yang perlu Anda garis bawahi adalah tren utama dan proyeksi pergerakan harga.

cara trading menggunakan fibonacci ekspansi dasar

Secara visual, beginilah penampilan Fibonacci Ekspansi: cara trading menggunakan fibonacci ekspansi dasar Perhatikan, titik 1 ke titik 2 merupakan tren utama, sedangkan titik 2 ke titik 3 adalah Retracement. Trader akan menggunakan Fibonacci Ekspansi untuk memproyeksikan sejauh mana harga akan kembali bergerak searah dengan tren utama, setelah sempat “tertarik mundur” ke titik Retracement. Bila Anda sudah memahami dasar teori Elliott Wave, pada dasarnya Fibonacci Ekspansi menunjukkan proyeksi gelombang ketiga pada Gelombang Impuls Elliot. Umumnya, gelombang ketiga adalah pergerakan terkuat dan terpanjang selama tren berlangsung dengan target berkisar di antara level FE (Fibonacci Ekspansi) 0.5, 0.68, 1, 1.27, sampai 1.68.

Read the rest of this entry

Saham Astra International (ASII) Mulai Rebound, Saatnya Investasi Bertahap

Sesuai dengan postingan sebelumnya mengenai saham ASII yang hampir menyentuh double bottom, maka sejak hari Rabu yang lalu saham ASII telah menyentuh double bottom dan mulai menunjukkan pergerakan rebound pada hari ini.

Ditandai dengan pergerakan aliran dana asing yang mulai positif maka terlihat bullish candlestick yang terbentuk sampai siang ini, dan bila sampai penutupan sore nanti tetap positif maka sebagai investor dapat mulai masuk secara bertahap dengan resisten terdekat ada di kisaran 6.700 – 6.800.

Secara keseluruhan saham ASII masih downtrend, namun terdapat momen peluang masuk yang bagus saat ini sehingga perlu menggunakan pengaturan money management yang sehat.

http://jasapembukuan.id

Koreksi Dow Jones Menuju 25.350

dow

Seperti kita ketahui bersama bahwa IHSG berkorelasi dengan DOWJ sehingga sebelum kita berinvestasi maka perlu memerhatikan perkembangan bursa saham Amerika atau yang lebih dikenal dengan indeks Dow Jones (DOWJ).

Secara teknikal terdapat support pertama di kisaran 25.350 – 25.500 atau bila menggunakan Fibonacci Retracement ada di kisaran 61,8%. Perlu diperhatikan bahwa retracement yang melewati angka 61,8% maka hanya akan rebound dan sulit untuk kembali naik ke kisaran retracement atas.

Bahkan sudah dikonfirmasi pada grafik terlampir bahwa DOWJ telah mencapai double top, diperkuat dengan indikator ADX pada bagian bawah telah cross sell (lingkaran kuning). Terbuka kemungkinan bila penurunan tajam DOWJ terus berlanjut akan menuju support berikutnya di level 24.700.

Ini sesuai dengan koreksi tajam IHSG kemarin yang kemungkinan akan berlanjut dalam beberapa hari kedepan, sehingga sebagai investor perlu bersabar menunggu hujan reda terlebih dahulu.

http://jasapembukuan.id