Category Archives: Analisa Saham

Saham PGAS Naik 38% Dalam Waktu 2 Bulan, (Masih) Terjun Bebas 24% Hanya Dalam Waktu 2 Hari

Di tahun 2019 ini kita dipertontonkan parade kekuatan dana asing (foreign flow) seperti pada saham GGRM dan terulang kembali minggu lalu pada saham PGAS. Seperti yang telah diulas bahwa saham PGAS akan menuju target 2.380 dan tercapai pada hari Rabu minggu lalu (ditutup pada level 2.440), namun tidak ada yang menduga bahwa hanya dalam waktu 2 hari sudah kembali mendekati titik awal kenaikan di level 1.850 pada bulan Agustus lalu.

Banyak yang mengkait-kaitkan penurunan ini karena batalnya kenaikan harga gas pada bulan November ini, namun seperti kita tahu bahwa bisnis PGAS adalah bisnis distribusi gas dan bukan produksi gas. Jadi fenomena penjualan besar-besaran yang dilakukan dana asing yang terjadi pada saham GGRM, terjadi juga pada saham PGAS saat ini hanyalah karena dana asing sebagai bandar memutuskan untuk keluar dari saham PGAS dan bukan karena bisnisnya yang memburuk secara fundamental.

Sebagai investor maka kita cukup perlu bersabar dan menunggu stabilnya harga, karena analisa teknikal seperti level support berikutnya yang ada pada level 1.500 dan 1.350 belum tentu bisa dijadikan patokan bila kita memaksakan masuk pada saat seperti ini.

Kuncinya adalah bersabar seperti kutipan terkenal dari John Templeton :
“Bull markets are born on pessimism, grown on skepticism, mature on optimism and die on euphoria.

The time of maximum pessimism is the best time to buy, and the time of maximum optimism is the best time to sell.”

Saham Gudang Garam (GGRM) Mulai Dikoleksi Asing, Bagaimana Prospeknya ?

Kesabaran memang diperlukan dalam berinvestasi dan menunggu pisau jatuh tergeletak merupakan cara yang lebih aman dalam berinvestasi. Dengan faktor fundamental yang kuat untuk saham GGRM, terlihat aliran dana asing yang mulai masuk dalam 2 hari berturut-turut sebesar 12,5 M dan 86,7 M sehingga kemarin berhasil ditutup menguat pada level 54.550 atau menguat signifikan 6,91%.

Ini terlihat jelas pada indikator ADX dan MACD yang mengarah positif (warna kuning), sehingga saham GGRM layak dikoleksi untuk investasi dengan target kenaikan awal berdasarkan indikator Fibonacci pada level 60.500 atau secara realistis menutup gap pada level 59.000.

jasapembukuan.id

Saham Astra International (ASII) Mulai Rebound, Saatnya Investasi Bertahap

Sesuai dengan postingan sebelumnya mengenai saham ASII yang hampir menyentuh double bottom, maka sejak hari Rabu yang lalu saham ASII telah menyentuh double bottom dan mulai menunjukkan pergerakan rebound pada hari ini.

Ditandai dengan pergerakan aliran dana asing yang mulai positif maka terlihat bullish candlestick yang terbentuk sampai siang ini, dan bila sampai penutupan sore nanti tetap positif maka sebagai investor dapat mulai masuk secara bertahap dengan resisten terdekat ada di kisaran 6.700 – 6.800.

Secara keseluruhan saham ASII masih downtrend, namun terdapat momen peluang masuk yang bagus saat ini sehingga perlu menggunakan pengaturan money management yang sehat.

http://jasapembukuan.id

Koreksi Dow Jones Menuju 25.350

dow

Seperti kita ketahui bersama bahwa IHSG berkorelasi dengan DOWJ sehingga sebelum kita berinvestasi maka perlu memerhatikan perkembangan bursa saham Amerika atau yang lebih dikenal dengan indeks Dow Jones (DOWJ).

Secara teknikal terdapat support pertama di kisaran 25.350 – 25.500 atau bila menggunakan Fibonacci Retracement ada di kisaran 61,8%. Perlu diperhatikan bahwa retracement yang melewati angka 61,8% maka hanya akan rebound dan sulit untuk kembali naik ke kisaran retracement atas.

Bahkan sudah dikonfirmasi pada grafik terlampir bahwa DOWJ telah mencapai double top, diperkuat dengan indikator ADX pada bagian bawah telah cross sell (lingkaran kuning). Terbuka kemungkinan bila penurunan tajam DOWJ terus berlanjut akan menuju support berikutnya di level 24.700.

Ini sesuai dengan koreksi tajam IHSG kemarin yang kemungkinan akan berlanjut dalam beberapa hari kedepan, sehingga sebagai investor perlu bersabar menunggu hujan reda terlebih dahulu.

http://jasapembukuan.id

Mengapa Saham BBTN Terkoreksi Tajam ?

BBTN : Rising, Downgrade to Hold

Berikut summary dari report terbaru kami. Hasil diskusi kami dengan manajemen mengindikasikan bahwa target profit di tahun ini hanya mencapai 50% (Rp1.1tn – Rp1.3tn) dari target semula Rp2.4tn (Consensus Rp2.7tn). Hal ini dikarenakan eskpektasi provisi yang lebih tinggi dan NIM yang flat di tahun ini.

BBTN juga mengindikasikan rate cut tidak berpengaruh banyak untuk Cost of Fund (CoF) dan NIM. Saat ini NIM masih berada di 3.5% pada 8M19 (flat semenjak 1H19) padahal seharusnya BBTN adalah salah satu prime beneficiary dari rate cut cycle karena pinjaman yang BBTN berikan memiliki bunga yang fix sementara struktur simpanan BBTN kebanyakan dalam bentuk deposito. Hal ini membuat analis kami menurunkan asumsi NIM dari semula 3.9% menjadi 3.5% di tahun ini.

Analis kami juga memprediksi jika pencadangan (provision) total di tahun ini akan meningkat menjadi Rp3.6tn dan Rp4.7tn pada 2020. Hal ini menunjukkan cakupan rasio sebesar 75% dan 115% di tahun ini dan tahun depan. Kami mendowngrade BBTN dengan rekomendasi HOLD dan target price terbaru sebesar Rp2,200 dan EPS yang lebih rendah sebesar Rp114 dan Rp137 pada 2019F dan 2020F. Read the rest of this entry

Saham Astra International (ASII) Hampir Menyentuh Double Bottom

Penurunan Dow Jones (DJIA) dan demo mahasiswa yang berlangsung pada hari Rabu kemarin berpengaruh pada kinerja IHSG termasuk saham blue chip yaitu ASII.

Namun terdapat peluang cukup baik di saham ASII yaitu harga terendah kemarin di angka 6.400 hampir menyentuh double bottom yang terjadi di bulan Agustus. Bahkan penutupan di angka 6.500 memberikan signal candlestick yang baik, bila berlangsung positif maka akan membuka peluang penguatan menuju resisten pertama di angka 6.900.

http://jasapembukuan.id

 

Saham Perusahaan Gas (PGAS) Menuju 2380

Setelah menyentuh double bottom di level 1780 maka saham PGAS rebound kembali ke level 2000-an. Ditopang kenaikan saham PGAS yang signifikan pada hari Selasa kemarin telah melewati resisten pertama di level 2170 dan berpotensi untuk melanjutkan penguatan menuju resisten berikutnya yaitu di level 2380.

http://jasapembukuan.id

http://belajar-cara-membuat-website.blogspot.co.id

http://jasa-akuntansi-bandung.blogspot.com/p/jasa-akuntansi.html

Saham Bank Mandiri (BMRI) Menembus Downtrend Line

Setelah saham-saham perbankan tertekan selama beberapa waktu belakangan ini, maka kemarin saham bank Mandiri (BMRI) telah menembus garis downtrend sehingga berpotensi naik kembali pada titik resisten terdekat di 7.500.

Kecenderungan suku bunga yang terus menurun secara fundamental dan secara teknikal terlihat bullish candle yang terbentuk maka setelah melewati resisten pertama, maka akan menguji titik resisten kedua yaitu di kisaran 7.900.

http://jasapembukuan.id

http://belajar-cara-membuat-website.blogspot.co.id

http://jasa-akuntansi-bandung.blogspot.com/p/jasa-akuntansi.html

 

Investment Insight Saham Gudang Garam (GGRM)

*GGRM & HMSP share price down 20% & 30%, looks far too cheap given its good performance*

Ekspektasi cukai rokok yang lebih tinggi dari perkiraan pasar mengakibatkan saham GGRM dan HMSP mengalami penurunan sebesar -21% dan -30% ytd (Harga per tanggal 2 September 2019). Kami melihat koreksi yang cukup dalam terhadap kedua saham dapat menjadi sebuah investment opportunity hari ini. Ada dua katalis yang menjadi alasan untuk melihat saham *GGRM* dan *HMSP* hari ini,

1. *Valuasi yang murah* , Kedua saham saat ini berada dibawah -1 standar deviation. Jika dibandingkan dengan cukai yang meningkat diatas ekspektasi pasar (18% – 20%). Menurut kami, *harga saham yang sudah menurun sebesar -21% dan -30% relatif murah mengingat *GGRM* adalah salah satu saham defensif.

2. Pertumbuhan volume yang masih kuat pada 1H19 menunjukkan bahwa daya beli masih terjaga. Hal ini ditunjukkan oleh pertumbuhan volume yang tinggi pada 1H19 sebesar +5% yoy.

HMSP dan GGRM adalah dua pemain terbesar di industri dengan market share sebesar 31% dan 21%. Kami memilih *GGRM* sebagai top pick hari ini karena *market share industri yang meningkat* dan penetrasi rokok jenis SKM yang masif di pasar Indonesia, dan *SKM memiliki kontribusi yang besar* (91%) terhadap pendapatan GGRM.

Sumber : IndoPremier – Wealth Management Unit

http://belajar-cara-membuat-website.blogspot.co.id

http://jasa-akuntansi-bandung.blogspot.com/p/jasa-akuntansi.html

Rencana Kenaikan Cukai Rokok Mempengaruhi Harga Saham Gudang Garam (GGRM)

Secara fundamental tidak ada yang salah dengan saham GGRM, bahkan terbilang mengkilap pada Q2 mencatat kenaikan penjualan sebesar 19% dan laba sebesar 24%. Namun harga saham malah cenderung turun dan telah break support sehingga ditutup pada 69.475 pada akhir Agustus.

Penurunan ini lebih disebabkan kekhawatiran berita kenaikan harga cukai rokok yang tentunya akan mempengaruhi kinerja saham GGRM kedepannya, namun bagi investor ini merupakan peluang bagus untuk mengkoleksi saham GGRM dengan kinerja fundamental yang baik.

Peluang rebound ada di kisaran 67.500 di area supply terlihat di grafik terlampir (Thank You Metatrader), namun tetap harus memperhatikan prinsip kehati-hatian dan tidak berusaha menangkap pisau jatuh.

http://jasapembukuan.id

http://belajar-cara-membuat-website.blogspot.co.id

http://jasa-akuntansi-bandung.blogspot.com/p/jasa-akuntansi.html