Category Archives: Ekonomi Dan Investasi

Waktunya Mencari Passive Income dari Investasi Saham Anda

Kalau Anda punya properti, bisa disewakan, (serviced apartment misalnya) yieldnya tinggi, mau ga?

Anda beli sebuah apartemen Rp. 1.000.000.000,-
Setiap tahun tersewa sebesar Rp. 60.000.000,- (ini 5 juta per bulan, bisa buat nyicil properti lain lhoo)
Artinya yield Anda: 60.000.000 / 1.000.000.000 = 6% p.a. (kalau rumah, biasanya yieldnya 1.5% sampai 2%)
Eits, ternyata aja pajak sewa properti lho 20%. Artinya yield Anda: (60.000.000 x 80%) / 1.000.000.000 = 4.8%
Eits, biaya broker / agen properti Anda? 5%. Wow, lebih rendah dari 4.8% dong…
Itung – itung, jadinya: 60.000.000 juta kurangi 20%, kurangi 5%, dibagi 1 M = 4.5%.
Lumayan lah, lebih rendah dari deposito, tapi nilai properti Anda naik setiap tahunnya:)
Berbeda dengan Deposito, mungkin bunga 6% p.a sebelum pajak, tapi nilai pokok investasi Anda tidak naik.
Berbeda dengan Obligasi, mungkin bunga (kupon) 10% p.a sebelum pajak, tapi nilai pokok investasi Anda tidak naik.
— PELUANG ANDA di pasar saham ketika turun seperti ini —

Read the rest of this entry

Advertisements

Akhir pekan, bursa Wall Street ditutup memerah terbebani laporan data tenaga kerja AS

Bursa saham Amerika Serikat melorot dalam dua hari berturut-turut pada Jumat, terbebani oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah dan laporan data ekonomi yang kuat dimana tingkat pengangguran menurun dan upah pekerja meningkat.

Indeks S&P 500 turun 0,55% ke level 2.885,57.  Sedangkan indeks Nasdaq turun 1,16% ke level 7.778,45. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,68% ke level 26.447,05.

Dalam sepekan, indeks S&P 500 turun 0,98%, Dow Jones turun 0,04% dan Nasdaq anjlok 3,2%. Bagi Nasdaq, penurunan saham dalam sepekan ini merupakan penurunan mingguan yang terdalam sejak Maret.

Penurunan indeks dipicu didorong oleh anjloknya saham-saham kelas berat di sektor teknologi dan komunikasi yang kerap disebut FAANG group, yakni Facebook, Amazon, Apple, Netflix, dan Alphabet. Saham Amazon bahkan turun hingga 1%. Read the rest of this entry

Cara Menabung Saham

Setelah rekening saham Anda aktif, ada beberapa step yang harus dilakukan untuk menjalani nabung saham dengan efektif:

  1. Anda harus I.N.G.A.T bahwa harga saham berfluktuatif dalam jangka pendek, namun selama performa perusahaannya bagus, dalam jangka panjang cenderung akan bertumbuh (lihat poin nomor 5 di bawah). Anda harus tetap disiplin terlepas harga pasar naik ataupun turun. Ini kuncinya ya.
  2. Tentukan dahulu, anda akan menyisihkan berapa % dari income bulanan Anda. Minimal 10%. Idealnya 20 – 30% seperti Anda sedang mencicil properti.
  3. Pastikan, ketika income Anda naik, persentase penyisihannya tetap sama (misalnya 20% dari income), dengan demikian Anda akan membeli saham lebih banyak dari waktu ke waktu
  4. Tentukan tanggal tetap Anda akan membeli sahamnya, apakah tanggal gajian Anda, atau tanggal berapapun. Pastikan beli hanya di tanggal tersebut.
  5. Pastikan nabung saham perusahaan yang: a) Laporan keuangannya selalu positif, mencetak laba dalam (minimal) 5 tahun terakhir, b) selalu mengalami pertumbuhan laba yang konsisten dari waktu ke waktu, c) market leader di industrinya.
  6. Idealnya, tabunglah saham yang rutin membagikan deviden. Jadi Anda tidak perlu menjual saham Anda untuk menikmati hasil investasi Anda yang terus berkembang.
  7. Cek harga pasar sahamnya sekarang. Pembelian saham minimal adalah 1 lot (100 lembar saham) dan berlaku kelipatannya. Jika harga pasar sahamnya di Rp. 17.000,- maka minimal pembelian adalah Rp. 17.000,- X 100 lembar = Rp. 1.700.000,-. Jika jumlah yang ingin Anda tabung per bulan adalah Rp. 1.000.000,-, maka membeli saham tersebut tidak memungkinkan. Anda bisa perbesar alokasi bulanan Anda untuk dapat membeli saham tersebut, atau pilih saham lain yang sesuai dengan kriteria poin nomot 5 di atas.
  8. Belilah saham yang sama dengan konsisten. Jangan diganti – ganti.
  9. Lakukan dengan disiplin, baik ketika market naik, maupun turun.

Read the rest of this entry

Membandingkan Lemahnya Rupiah pada 1998 dan 2018

Ilustrasi Rupiah Melemah

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belakangan banyak menuai perbincangan publik. Kondisi nilai tukar yang hampir Rp 15 ribu per dolar AS itu banyak dikhawatirkan sama dengan kondisi 1998 dulu.

Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM), Tony Prasetiantono mengatakan, kondisi itu banyak membuat masyarakat khawatir terjadinya krisis. Tapi, ia berharap kondisi itu bisa dilihat seksama.

Ia menjelaskan, dulu angka Rp 15 ribu pada 1998 terjadi pada 15 Januari 1998. Angka itu mengalami loncatan sangat jauh dari Oktober 1997 yang nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hanya berada di angka Rp 2.300.

Sedangkan, lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini, terjadi dengan loncatan yang tidak terlalu jauh. Pasalnya, angka hampir Rp 15 ribu pada September itu naik sekitar 1.300 dari Rp 13.700 pada awal tahun. Read the rest of this entry

Mencatat Transaksi Bisa Langsung Print Surat Jalan, Invoice PLUS Melihat Laporan Transaksi Dan Stok Barang

Dalam era dinamis yang berkembang pesat saat ini, kita harus pandai memanfaatkan teknologi informasi sehingga mempunyai waktu luang untuk menganalisa usaha yang kita jalankan.

Memanfaatkan Excel untuk mencatat transaksi harian, maka dengan bantuan rumus tertentu kita bisa langsung mencetak Surat Jalan sekaligus Invoice, selain itu juga kita secara live bisa melihat Laporan Transaksi dan Stok Barang.

Mari kita mulai praktek Excel dengan membuat sheet DB (database) berisikan jenis produk dan nama toko dengan harga yang berbeda-beda bagi setiap toko.

excel dabatase

 

Kemudian kita juga mengisi database toko yang berisi nama, alamat, kota beserta diskon yang juga berbeda-beda bagi setiap toko.

excel toko

 

Setelah itu kita mulai mencatat transaksi harian misal pembelian, penjualan, retur dsb. Terlihat pada contoh dibawah kita melakukan transaksi penjualan ke Toko A dan B.

Disebelah kanan kita melihat tombol Auto Gudang yang berfungsi untuk langsung melakukan pencatatan transaksi pengiriman dari gudang, sebagai contoh tanggal 10 Januari mengirim Baju Anak 5 sebanyak 20 pcs dari Gudang ke Toko B.

Ini dilakukan secara otomatis hanya dengan klik “Auto Gudang” dan langsung tampil seperti yang tertera pada warna kuning. Mudah bukan ? Read the rest of this entry

Sri Mulyani dalam Bayang-bayang Kegagalan Ekonomi

Pemerintahan Jokowi-JK menargetkan pertumbuhan ekonomi 8% pada 2019. Tak main-main, cita-cita ini tertulis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Namun, capaian pertumbuhan ekonomi 2015-2018 ini, masih jauh dari keinginan itu. Realisasinya tak jauh-jauh dari angka 5%. Mirisnya lagi, ketika pertumbuhan ekonomi kontet, penerimaan jeblok. Mau tak mau utang negara naik signifikan.

Dalam kaitan ini, para ekonom mengingatkan, utang (negara dan swasta) yang diklaim untuk pembangunan, layak masuk kategori lampu kuning. Karena, cicilan pokok ditambah bunga yang harus dibayar selama dua tahun (2018 dan 2019), mencapai Rp840 triliun. Atau setara dua kali anggaran infrastruktur.

Masalah yang tak kalah serius, adalah, pertama: defisit neraca perdagangan.

Kedua: service accounts negatif.

Ketiga: current accounts negatif,

Keempat: fiscal balance negatif.

Kelima: utang naik 15%.

Keenam: ya itu tadi, pertumbuhan ekonomi hanya 5%.

Enam poin itu menunjukkan bagaimana jebloknya tata kelola keuangan di negeri ini. Kata orang ekonomi, tidak prudent.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Riza Annisa Pujarama mengungkapkan, utang luar negeri Indonesia terus mengalami kenaikan signifikan. Bahkan layak disebut mengkhawatirkan. Lho kok bisa?

Hingga saat ini, kata Riza, utang luar negeri Indonesia telah mencapai Rp 7.000 triliun. Jumlah tersebut merupakan total utang pemerintah dan swasta. Dari sisi pemerintah, utang tersebut digunakan untuk menambal defisit anggaran. Dari sisi swasta dilakukan korporasi dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Jumlah utang Indonesia yang menurut kajian Indef mencapai Rp7.000 triliun itu, rasionya jelas jomplang jika dibandingkan dengan Amerika Serikat dan Jepang. “Membandingkan rasio utang dengan Amerika itu konyol. Karena AS itu tinggal cetak dollar dan jual ke luar negeri, ongkos cetak 100 dolar hanya dua dolar dan apalagi didukung hegemoni militer dan politik,” kata Rizal Ramli, Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur itu.

Tak masuk akal kalau membandingkan utang RI dengan Jepang, sebab meskipun utang Jepang tinggi tetapi income internasionalnya juga tinggi. Dari kaca mata riil ekonomi, Jepang mempunyai net international investment positions US$2,8 triliun. Artinya, memiliki net external assets positif alias bangsa kreditor.

Jelas beda nasib dengan Indonesia yang net international investment positionnya negatif lebih dari US$400 miliar. Negeri ini memiliki net external liabilities, atau layak ditempatkan di barisan negeri debitor. Read the rest of this entry

Mengenal Tabungan Emas, Syarat, dan Manfaatnya

Investasi sama halnya dengan menabung itulah yang ada di benak mereka yang telah lama berkecimpung di bidang ini. Sebagai contohnya saja apabila Anda saat ini memiliki banyak uang dan disimpan di bank, maka uang tersebut bisa jadi akan berkurang karena inflasi. Uang satu juta sekarang tidak sama dengan uang satu juta sepuluh tahun yang akan datang, hal itulah yang harus mulai Anda pikirkan dari sekarang.

Untuk bisa mengantisipasi hal tersebut, maka langkah menabung yang paling tepat adalah menyimpannya dalam bentuk barang termasuk juga emas. Seperti yang kita ketahui bersama emas untuk setiap tahunnya mengalami kenaikan, dan jarang sekali mengalami penurunan. Jadi selain rumah dan tanah, emas pun merupakan cara menabung yang paling tepat untuk Anda.

Beberapa waktu lalu PT Pegadaian sebagai salah satu BUMN terbesar yang ada di Indonesia, telah meluncurkan produk terbarunya yang berbasiskan EMAS. Produk tersebut dinamakan Tabungan EMAS, memang masih dalam tahap uji coba, namun dalam waktu yang tidak lama lagi akan mulai tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Seperti kita ketahui PT Pegadaian saat ini memiliki lebih dari 4000 cabang di seluruh Indonesia.

Tabungan Emas adalah layanan pembelian dan penjualan emas dengan fasilitas titipan dengan harga yang terjangkau. Layanan ini memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk berinvestasi emas.

Berikut beberapa keunggulan serta manfaat yang bisa Anda dapatkan dari menabung dalam bentuk emas :

Keunggulan Tabungan Emas

Keunggulan Tabungan Emas via wsimg.com

 

  1. Pegadaian Tabungan Emas tersedia di Kantor Cabang di seluruh Indonesia (sementara hanya tersedia di Kantor Cabang Piloting).
  2. Pembelian emas dengan harga terjangkau (mulai dari berat 0,01 gram).
  3. Layanan petugas yang profesional.
  4. Alternatif investasi yang aman untuk menjaga portofolio aset.
  5. Mudah dan cepat dicairkan untuk memenuhi kebutuhan dana Anda.

Syarat Tabungan Emas

Membuka rekening Tabungan Emas di Kantor Cabang Pegadaian hanya dengan melampirkan fotocopy identitas diri (KTP/ SIM/ Passpor) yang masih berlaku.

  1. Mengisi formulir pembukaan rekening serta membayar biaya administrasi sebesar Rp5.000,- dan biaya fasilitas titipan selama 12 bulan sebesar Rp30.000,-.
  2. Proses pembelian emas dapat dilakukan dengan kelipatan 0.01 gram dengan atau sebesar Rp5.320,- untuk tanggal hari ini (07-04-2016). Misalnya jika ingin membeli 1 gram, maka harganya adalah Rp532.000,-.
  3. Apabila membutuhkan dana tunai, saldo titipan emas Anda dapat dijual kembali (buyback) ke Pegadaian dengan minimal penjualan 1 gram dan Anda dapat menerima uang tunai sebesar Rp515.000,- untuk tanggal 07-04-2016.
  4. Apabila menghendaki fisik emas batangan, Anda dapat melakukan order cetak dengan pilihan keping (5gr, 10gr, 25gr, 50gr, dan 100gr) dengan membayar biaya cetak sesuai dengan kepingan yang dipilih.
  5. Minimal saldo rekening adalah 0.1 gram
  6. Transaksi penjualan emas kepada Pegadaian dan pencetakan emas batangan, saat ini hanya dapat dilayani di Kantor Cabang tempat pembukaan rekening dengan menunjukkan Buku Tabungan dan identitas diri yang asli.

Cara Menabung Emas di Pegadaian

Read the rest of this entry

The Fed Naikkan Suku Bunga, Saatnya Membeli Emas(?)

Harga emas akhir-akhir mendapatkan tekanan dari tren kenaikan indeks di bursa saham dan suku bunga negara maju, namun sejumlah analis mengekspektasikan harga logam mulia akan pulih dan memberi proteksi riil dari sejumlah risiko.

Saat ini, emas diperdagangakan di kisaran harga US$1200 per troy ounce Dalam perdagangan awal pekan kemarin, harga emas turun menjadi US$1204,45,terendah sejak pertengahan Maret lalu.

Sejumlah faktor membebani harga emas, termasuk tren kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve AS yang mendorong kenaikan indeks dolar, sehingga menekan harga emas. Kendati demikian, kenaikan suku bunga diyakini akan mendongkrak laju inflasi, yang berdampak positif pada harga emas.

Menurut Nitesh Shah, ahli strategi komoditas dari ETF Securities, secara tradisional emas adalah saran alindung nilai terhadap inflasi. “Kami meyakini bahwa ibnflasi di AS akan tetap menguat dan akan tumbuh ke atas 2 persen. Oleh karena itu suku bunga riil di AS, meskipun suku bunga meningkat, akan tetap rendah,” kata Shah seperti dikutip CNBC (12/7).

Shah memprediksikan, kondisi tersebut akan memberi peluang kepada harga emas untuk meningkat menjadi sekitar US$1.260 per troy ounce, pada akhir tahun nanti. Oleh karena itu, imbuhnya, emas akan memberi perlindungan terhadap peristiwa berisiko.

“Emas tetap menjadi lindung nilai yang sangat bagus terhadap berbagai risiko, dan dengan kondisi seperti peningkatan eskalasi ketegangan di Timur Tengah, atau saling provokasi AS dan Korea Utara, kami pikir, harga emas mempunyai potensi untuk melompat jika salah satu peristiwa tersebut muncul ke permukaan,” Shah menambahkan.

Bahkan menuut Adrian Ash, direktur riset komoditas di Bullion Vault,  harga emas saat ini bisa berarti lebih murah, terutama bagi investor yang berupaya mendapatkan lindung nilai dari keumngkinan kejatuhan harga aset lain.

“Emas cenderung berperan dengan baik, ketika aset lain bertingkah buruk, dan menjadi yang terbaik dibanding yang lain ketika investor kehilangan kepercayaan kepada bank sentral,” paparnya.

“Emas dan perak cenderung akan meningkat tajam jika konsensus pasar tiba-tiba memperkirakan Bank Sentral Eropa (ECB) dan juga Bank of England akan bergabung dengan The Fed, untuk secepat mungkin memangkas stimulus moneternya,” imbuh Ash.

Sementara itu, Suki Cooper, analis logam mulia di Standard Chartered Bank berpendapat, harga emas pada saat ini berada pada titik peluang beli. “Penutupan harga emas sebesar US$1.200 per ounce, menawarkan peluang menarik untuk membeli,” ungkapn Cooper dalam catatan risetnya.

Namun ia memperingatkan bahwa masih ada beberapa penghalang, yang bisa menekan harga emas tetap rendah. Pertama adalah imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) berjangka 10 tahun yang mencapai 2,4 persen, tertinggi sejak pertengahan Mei lalu.

“Penurunan kembali harga emas, berkaitan dengan kenaikan imbal hasil riil tertinggi tahun ini di AS, begitu juga dengan kenaikan tajam imbal hasi riil di Eropa ke level tertinggi selama lebih dari seteahun terakhir,” kata Joni Teves, ahli strategi UBS, dalam catatan risetnya, Senin lalu.

Kedua, reformasi pajak terbesar di India dalam 70 tahun terakhir. Pajak barang dan jasa akan membebani permintaan selama Juli ini. Penerapan pajak baru mulai awal Juli lalu, menaikkan pajak emas dari 1,2 persen menjadi 3 persen.

“Laporan media menunjukkan bahwa permintaan emas turun antara 50 hingga 75 persen pada hari pertama perdagangan di bulan Juli ini,” kata Cooper. “Ada anekdot yang memastikan pandangan kami bahwa permintaan cenderung akan melemah pada awalnya, hingga permasalahan tagihan dan persediaan teratasi, namun setelah itu akan pulih kembali,” ia menambahkan.

Namun menurut UBS, selain beberapa kendala tersebut, investor cenderung mengambil posisi untuk mendukung emas. Posisi jangka panjang neto – dimana investor mengekspektasikan harga akan terus meningkat – pada emas telah menurun hingga 53 persen, atau 12 juta ounces, selama empat pekan terakhir.

Sementara itu posisi jangka pendek – yang mengekspektasikan harga emas akan turun – telah meningkat. Menurut UBS, perubahan ini akan membatasi kekuatan untuk menjual emas.

“Kondisinya akan cenderung menantang untuk mengambil posisi yang cukup besar, dengan memperhatikan harga emas yang sudah turun cukup besar, kecuali ada keyakinan kuat harga emas akan melorot hingga menembus US$1.110, yang menurut kami akan sulit terjadi,” ujar Teves.

“Kami mempertahankan pandangan kami bahwa emas akan pulih dari kejatuhannya yang terakhir karena pergerakan suku bunga riil yang lebih tinggi cenderung tidak akan terus berlanjut, dan kami melihat nilai angka lebih panjang pada level tersebut.” Read the rest of this entry

Petinggi Samsung ditahan, bursa Asia memerah

Pasar saham Asia dibuka di zona merah pada transaksi perdagangan akhir pekan (17/2). Data yang dihimpun CNBC menunjukkan, pada pukul 08.20 waktu Singapura, indeks Kospi Korea Selatan tergerus 0,35%. Sedangkan indeks Kosdaq naik 0,15%.

Salah satu saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa Korsel adalah Samsung ELectronics. Pagi ini, saham Samsung turun 0,4% setelah pimpinan perusahaan ini ditangkap pihak kepolisian.

Jay Y Lee akhirnya ditahan pada Jumat (17/2) terkait perannya di kasus skandal korupsi yang mendorong parlemen Korsel melakukan impeachment Presiden Park Geun-hye. Lee ditahan di Pusat Penahanan Seoul, di mana dia akan menunggu keputusan hakim pengadilan.

Baik Samsung maupun Lee, membantah terlibat kasus ini. Read the rest of this entry

Utang Trump Berceceran di Wall Street, Berpotensi Timbulkan Konflik

Utang Presiden AS terpilih, Donald Trump dan jaringan bisnisnya berceceran di bank, reksa dana dan institusi keuangan lainnya di sekitar Wall Street, memperbesar kerumitan yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dalam pemerintahan Trump.

Ratusan juta dolar utang tersebut melibatkan bisnis properti Trump, beberapa di antaranya didukung dengan jaminan pribadi Trump. Analisis Wall Street Journal (WSJ) terhadap dokumen legal dan properti Trump menemukan bahwa utang-utang tersebut dikemas dalam bentuk surat berharga dan dijual ke inevestor selama lima tahun terakhir.

Sebelumnya, Trump pernah mengungkapkan bahwa jaringan bisnisnya berutang sedikitnya US$315 miliar kepada 10 perusahaan. Namun menurut hasil analis WSJ, utang bisnis Trump berasal dari 150 institusi lebih. Mereka membeli utang-utang tersebut setelah dipecah-pecah dan dikemas kembali dalam bentuk obligasi (proses ini disebut sekuritisasi), yang diterapkan pada utang bernilai lebih dari US$1 miliar yang terkait dengan perusahaan-perusahaan Trump.

Akibatnya, semakin banyak intitisi keuangan yang kini mempunyai posisi kuat yang berpotensi mempengaruhi Trump. Jika bisnis Trumo mengalami gagal bayar utang, lembaga-lemabga keuangan raksasa yang bertindak sebagai “pemberi jasa khusus” dalam pembentukan “kolam utang” itu akan mempunyai kewenangan untuk mengambil alih sejumlah properti Trump atau mengupayakan puluhan juta dolar jaminan pribadi Trump terhadap berbagai pinjamannya.

“Permasalahan pada utang-utang itu adalah jika terjadi sesuatu yang tidak benar, dan jika terjadi situasi dimana secara tiba-tiba presiden AS terikat secara pribadi atau rentan terhadap ancaman dari para pemberi pinjaman,” kata Trevor Potter, yang bertindak sebagai konsultan umum kampanye pemilu calon presiden Republiken, George HW Bush dan John Mc Cain, seperti dikutip The Wall Street Journal (5/1).

Salah satu lembaga keuangan yang mempunyai keterkaitan besar dengan Trump adalah Wells Fargo & Co. Menurut analisis yangdilakukan Mornigstar untuk WSJ, Wells menyelenggarakan sedikitnya lima reksa dana yang mempunyai bagian dalam sekuritisasi utang bisnis Trump. Wells juga menjadi wali amanat atau administrator pengumpulan dana dari sekuritisasi pinjaman, termasuk pinjaman senilai US$282 juta untuk Trump.

Wells juga bertindak sebagai pemberi jasa khusus senilai US$950 juta berupa pinjaman untuk properti sebagian diantaranya dimiliki oleh perusahaan Trump. Segera seteolah dilantik menjadi Presiden AS, Trump akan menunjuk pimpinan dan kepala lembaga-lembaga regulator yang akan mengawasi perbankan.

Jaringan bisnis Trump juga tercatat memiliki sejumlah besar utang ke lembaga keuangan non-Amerika. Diantaranya total utang sebesar US$340 juta, termasuk US$170 juta pinjaman siaga ke Deutsche Bank. Bersama-sama dengan UBS Group AG, Goldman Sachs Group dan Bank of China, pada 2012 lalu Deutsche Bank menyepakati pemberian pinjaman sebesar US$950 juta ke sebuah perusahaan yang 30 persen sahamnya dimiliki Trump.

Lembaga keuangan lain yang disebut-sebut memiliki utang piutang dengan bisnis Trump antara lain  J.P. Morgan Chase & Co.,  BlackRock Inc., Fidelity Investments, Invesco Ltd., Pacific Investment Management Co., Prudential PLC and Vanguard Group. Namun para pembantu Trump, dan juru bicara lembaga-lembaga keuangan tersebut menolak mengomentari atau tidak merespon permintaan WSJ untuk mengklarifikasi.

Sebenarnya lumrah saja bila investor real estat besar di AS memiliki utang yang tersebar di lembaga-lemabga keuangan di seputaran Wall Street. Namun luasnya sebaran dan besarnya utang-utang jaringan bisnis Trump berpotensi menimbulkan konflik kepentingan antara perannya sebagai presiden dan masalah keuangan pribadinya. Apalagi jika Trump memilih untuk melepas kepemilikan bisnis real estatnya.

“Potensi konfliknya sanga berbahaya dan benar-benar ada pada situasi saat ini,” kata Lawarenco Noble, mantan konsultan Federal Election Commission, yang kini bergabung di lembaa nonpartisan Campaign Legal Center.

Apalagi Trump belum mengumumkan rencananya untuk melepas kepentingannya di kerjaan bisnisnya sebelum dilantik menjadi presiden pada 20 Januari nanti. Meskipun sempat mengatakan telah  mengambil langkah dan akan mengumumkannya pada Desember lalu, namun rencana tersebut ditunda. Rencananya, Trump akan menggelar  konferensi pers pada 11 Januari nanti, namn tidak jelas apakah akan menjelaskan masalah bisnisnya di forum tersebut. Read the rest of this entry