Category Archives: Forex

Membaca Saham BBRI Dengan Import Data Ke Metatrader 4

“When There Is A Will, There Is A Way”

Pepatah ini sangat cocok untuk menggambarkan bila memang ada kemauan yang kuat, selalu akan ada jalan.

Kita tahu bahwa sekuritas memang menampilkan grafik saham dengan indikator built in yang standar, namun tidak memungkinkan bila ingin menambahkan indikator selain yang telah disediakan. Sedangkan kita menyadari bahwa indikator adalah seperti kacamata yang membantu dalam menganalisa pergerakan saham.

Terinsipirasi dengan Metatrader yang sangat mumpuni dengan indikator-indikator terbaik sehingga sangat memudahkan membaca arah pergerakan, namun hanya terbatas untuk forex, index, CFD luar negeri.

bbri

Nah, bagaimana caranya bila ingin membaca pergerakan saham Indonesia di Metatrader ? Read the rest of this entry

Advertisements

Tutorial on Average Directional Index (ADX)

Most profitable and least risky strategy is to trade with the trends. The stronger the trend the better the reward is. Finding the trend, measuring its strength is possible with Average Directional Index (ADX), an indicator developed by Welles Wilder. It may be worth mentioning here that of Welder contribution to technical analysis was also in developing RSI, ATR and Parabolic SAR.

ADX indicator is used to find whether Stock is in trend and also finds the strength of the trend. It, however, does not indicate about the direction of the trend. It provides similar value for both uptrending and down-trending stocks. Stock direction is provided by additional lines that supplement with ADX. We will cover them later.

Though complex in calculating its value, its usage is very simple. Its value oscillates between 0 and 100. Wilder suggested that if ADX is above 25 then stock is trending and as the trend gets stronger, ADX moves up. A value above 40 is considered a very Strong uptrend. A value below 20 is considered as no trend or side ways market.O wing to its vast acceptance, most of technical Analysis software does the calculation including TopStockResearch.

 

Trading Strategies with ADX and Interpretation

ADX Value Trend Strength Comments Stock Screener at TSR
0-20 Non Trending Sideways market or a phase of Accumulation/Distribution Yes
20-25 Trending for less Volatile Stocks Some Analyst use value above 20 as Trending. Works for lesser volatile stocks Yes
25-40 Strong Trend This indicates very strong trend. Traders should take advantage of it. Yes
40-60 Very Strong Trend Rare but they do occur Yes
60-100 Extremely Strong Trend Very rare. Such trends are not sustainable and traders should be ready for trend reversal Yes

Read the rest of this entry

Kejatuhan poundsterling yang masih misterius

Poundsterling Inggris terpukul hebat pada Jumat (7/10) kemarin. Tidak tanggung-tanggung, pelemahan poundsterling mencapai 6% dalam hitungan menit.

Kejutan ini terjadi pada transaksi perdagangan pagi di Asia. Kondisi itu menyebabkan investor kaget dan tercengang. Analis berpendapat, pelemahan terjadi akibat kesalahan pada program transaksi perdagangan.

“Pada saat itu transaksi perdagangan di Asia cukup tenang. Lalu tiba-tiba, Bang! Semua lampu menyala merah,” kata Matt Simpson, senior market analyst ThinkMarkets di Singapura. Read the rest of this entry

The Fed Tahan Suku Bunga, Dolar AS Melemah ke Rp 13.071

Fluktuasi mata uang dolar Amerika Serikat (AS) terhdap rupiah masih terus terjadi. Pagi ini, mata uang Paman Sam bergerak melemah, bersamaan dengan keputusan FOMC (Rapat Dewan Gubernur The Fed) untuk menahan tingkat suku bunganya.

Berdasarkan data perdagangan Reuters, Kamis (17/3/2016), dolar AS pagi ini bergerak melemah ke Rp 13.071, dibandingkan posisi sore kemarin di Rp 13.237.

Dolar AS mencoba menguat dan bergerak naik hingga ke level tertingginya di Rp 13.167 pagi ini.

Perlahan, dolar AS kembali melemah. Hingga pukul 09.26 WIB, mata uang Paman Sam tersebut bergerak ke Rp 13.155. Read the rest of this entry

Merespons Pelemahan Ekspor-Impor China, Yen Melambung

Nilai tukar yen menguat terhadap mata uang utama, siang ini, karena anjloknya ekspor China menawarkan dealer lebih banyak bukti mengenai perlambatan ekonomi dunia.

Dollar sempat menyentuh 112,75 yen, level terendah dalam sepekan terhadap yen–yang dipandang sebagai investasi yang aman (safe haven) saat terjadi gejolak–sebelum rilis data China yang menunjukkan pelemahan ekspor-impor melampaui perkiraan analis, demikian laporan AFP, di Tokyo, Selasa (8/3).

Nilai ekspor ekonomi terbesar kedua di dunia itu merosot lebih dari 25 persen (year-on-year) sepanjang Februari menjadi US$126,1 miliar, sementara impor turun hampir 14 persen menjadi US$93,6 miliar.

Di Tokyo, greenback merosot jadi 113,03 yen pada sesi perdagangan petang ini, dari 113,41 yen, di New York, dini hari tadi WIB.

Euro melemah jadi 124,56 yen dari 124,90 yen di perdagangan Amerika, sementara naik ke level US$1,1018 dari US$1,1013.

Para trader terus mengantisipasi pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa yang digelar Kamis–bank sentral utama pertama yang menghelat pertemuan bulan ini.

Pertemuan ECB diperkirakan menghasilkan langkah stimulus yang baru untuk zona euro–beranggotakan 19 negara–yang bisa mencakup penurunan suku bunga atau anggaran baru untuk pembelian obligasi.

Sementara itu, mata uang emerging market secara luas melemah terhadap dollar, dengan investor lebih berhati-hati tentang prospek ekonomi dunia.

“Tantangan global tetap menjadi ancaman bagi emerging market,” ucap Vishnu Varathan, Ekonom Mizuho Bank, di Singapura.

Rupiah tercatat melemah 0,34 persen terhadap greenback, sementara dollar Singapura menyusut 0,38 persen dan won Korea Selatan kehilangan 0,39 persen.

Ringgit Malaysia yang terkait minyak, dollar Taiwan, baht Thailand dan peso Filipina juga melemah terhadap mata uang Amerika itu. Read the rest of this entry

Rupiah Akan Menjadi Mata Uang Berkinerja Terburuk di Asia

Rupiah Indonesia diperkirakan akan menempati posisi sebagai mata uang Asia berkinerja terburuk akibat penyusutan cadangan devisa dan berisiko tinggi mengalami arus keluar modal. Survei Bloomberg terhadap sejumlah ahli strategi mata uang Asia mengungkapkan, nilai rupiah diperkirakan akan melorot 6,2 persen terhadap dolar sejak 30 November lalu hingga akhir 2016.

Sebelumnya, rupiah juga pernah mengalami penurunan terbesar diantara mata uang negara-negara emerging Asia pada 2012 dan 2013, masing-masing sebesar 5,9 persen dan 21 persen. Ketika itu, harga komoditas global berguguran, dan terjadi arus keluar dana dari negara berkembang akibat pengetatan kebijakan moneter AS.

“Rupiah menempati ranking tertinggi dalam kartu skor kami karena kerentanannya terhadap arus modal,” kata Jason Daw, kepala strategi valas Asia, Societe Generale AS, Singapura, seperti dikutip Bloomberg, (21/12).

Cadangan devisa Indonesia mengalami penurunan selama sembilan bulan berturut-turut hingga November lalu. Investor asing memiliki 38 persen obligasi pemerintah dalam rupiah, yang dinilai akan memperentan rupiah terhadap penarikan modal ketika suku bunga Federal Reserve AS naik dan ekonomi China melambat.

Meskipun pemerintah Indonesia tengah berupaya mengurangi ketergantungannya pada komoditas impor, namun transisi dari upaya tersebut akan membutuhkan waktu. Para ekonom memperkirakan hanya akan terjadi sedikit perbaikan pertumbuhan Indonesia pada tahun depan.

Societe Generale berpendapat, rupiah akan turun hingga 15.300 per dolar pada akhir 2016, lebih tinggi dibanding estimasi rata-rata hasil survei Bloomberg sebesar 14.750. Hanya mata uang Argentina dan Brazil yang akan mengalami penurunan lebih buruk dibanding rupiah, di antara 23 mata uang lain di emerging market.

Sepanjang tahun ini, cadangan devisa turun 10 persen, terendah sejak Desember 2013. Kondisi tersebut akan membatasi kemampuan Bank Indonesia untuk mempertahankan rupiah ketika menghadapi kenaikan suku bunga AS, dan perlambatan di China. Kedua kondisi eksternal itu akan makin menekan harga komoditas dan dapat menghasilkan pelemahan yuan secara signifikan, sehingga memicu arus keluar modal.

Kepemilikan obligasi rupiah oleh asing sudah meningkat dari 30 persen pada lima tahun lalu dan mencapai puncaknya menjadi 40 persen pada Januari lalu.

Hasil survei Bloomberg memperkirakan ekonomi Indonesia akan naik 4,7 persen pada tahun ini, dan 5,1% pada 2016. Kamis pekan lalu, Bank Indonesia memperkirakan angka pertumbuhan tahun depan dalam rentang 5,2 persen hingga 5,6 persen, sehingga memperbesar ruang untuk memangkas suku bunga. Penurunan suku bunga cenderung akan memperlemah rupiah.

Nomura Hodings Inc., pada bulan ini memperkirakan nilai tukar rupiah pada akhir 2016 akan mencapai 14.850 per dolar, lebih baik dari perkiraan sebelumnya 15.200. “Proyeksi kami terhadap Indonesia dan rupiah pada 2016, lebih optimistik,” kata Dushyant Padmanabhan, ahli strateng Nomura, Singapura.

“Secara lokal, kami melihat adanya perbaikan permintaan domestik dan kenaikan belanja modal publik karena stimulus fiskal dan moneter mulai membuahkan hasil,” imbuhnya.

Dalam pernyataannya pekan lalu, Bank Dunia menyatakan bahwa tahun 2016 akan lebih menantang bagi Indonesia. “Mungkin akan terjadi turbulensi,” karena permintaan China terus melemah dan terjadi kenaikan suku bunga AS.

Menurut Bank Dunia, meskipun belanja sektor publik telah meningkat namun penerimaan tetap menjadi tantangan yang dapat mengurangi pencarian rencana belanja pemerintah pada tahun depan. Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan Indonesia bisa mencapai 5,3 persen tahun depan.

“Rupiah lebih rentan jika dibandingkan dengan mata uang Asia lainnya dalam menghadapi ketidakseimbangan eksternal, pelemahan harga komoditas dan penarikan dana asing pada obligasi pemerintah akibat pengetatan The Fed,” kata Roy Teo, ahli strategi valas ABN Amro Bank NV, Singapura. ABN Amro memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar pada akhir 2016, akan mencapai 15.000 per dolar. Read the rest of this entry

IMF akhirnya sepakat yuan masuk keranjang SDR

Dewan eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF), akhirnya menyetujui masuknya mata uang China, yuan atau renminbi (RMB) dalam keranjang Special Drawing Rights (SDR)-nya sebagai mata uang cadangan internasional.

Dewan IMF, yang mewakili 188 negara anggota dana, memutuskan bahwa RMB memenuhi seluruh kriteria yang ada.

“RMB akan dimasukkan dalam keranjang SDR sebagai mata uang kelima, bersama dengan dollar AS, euro, yen Jepang dan pound Inggris, mulai 1 Oktober 2016,” kata IMF dalam sebuah pernyataanya.

Christine Lagarde, Direktur Pelaksana IMF, mengatakan, keputusan dewan adalah tonggak penting dalam integrasi ekonomi China ke dalam sistem keuangan global. “Ini juga merupakan pengakuan atas kemajuan bahwa pemerintah China dalam beberapa tahun terakhir telah banyak berbuat dalam mereformasi sistem moneter dan keuangan China,” katanya. Read the rest of this entry

Data Ekonomi Zona Euro Positif, Dollar Langsung Terjerembab

Kurs dollar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada pagi ini, setelah rilis data inflasi zona euro ternyata lebih baik dari perkiraan pasar.

Harga konsumen di 19 negara kawasan euro naik 0,3 persen tahun-ke-tahun pada April, mengalahkan ekspektasi pasar untuk inflasi 0,2 persen, kantor statistik Uni Eropa, Eurostat, mengatakan Selasa (2/6) waktu setempat, demikian laporan Xinhua, Rabu (3/6) dini hari WIB.

“Rebound” inflasi itu menimbulkan spekulasi apakah Bank Sentral Eropa (ECB) perlu melanjutkan program pembelian obligasinya, yang disebut pelonggaran kuantitatif (QE), sampai tanggal akhir yang dijadwalkan September 2016.

Para pedagang juga secara saksama memantau krisis utang Yunani, tetapi tidak ada tanda-tanda kemajuan yang jelas.

Pada akhir perdagangan di New York, euro menguat menjadi US$1,1165 dari US$1,0934 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling naik menjadi US$1,5352 dari US$1,5203. Dollar Australia naik ke posisi US$0,7775 dari US$0,7605.

Dollar AS dibeli 124,06 yen, lebih rendah dari 124,84 yen pada sesi sebelumnya. Dollar bergerak turun ke level 0,9323 franc Swiss dari 0,9456 franc Swiss, dan melemah jadi 1,2405 dollar Kanada dari 1,2526 dollar Kanada. Read the rest of this entry

Stimulus menekan yen

Mata uang Negeri Sakura loyo di hadapan mata uang pasangannya. Ini karena rencana stimulus dan belum banyak data positif.

Mengutip Bloomberg, Kamis (5/2) hingga pukul 18.30 WIB, pasangan EUR/JPY naik 0,89% dibanding hari sebelumnya ke 134,2400. Pasangan USD/JPY naik 0,14% menjadi 1174400. Sementara pasangan AUD/JPY naik 0,87% ke 91,7230.

Ariston Tjendra, Head of Research and Analysis Division PT Monex Investindo Futures bilang, pelemahan yen terjadi lantaran Dewan Gubernur Bank Sentral Jepang (BoJ) baru saja merekrut anggota baru yang pro terhadap kebijakan stimulus moneter. Kondisi ini mengukuhkan yen melemah terhadap seluruh mata uang. Read the rest of this entry

Euro tergilas ke level terlemah 9 tahun

Euro tergilas oleh dollar Amerika Serikat ke level terlemah dalam 9 tahun hari ini, Senin (5/1). Nilai euro tergerus tertekan spekulasi bahwa bank sentral Eropa (ECB) akan mengucurkan lebih banyak stimulus.

Kurs euro yang digunakan 18 negara ini merosot 0,3% ke US$ 1,1972 pada pukul 9:48 waktu Tokyo, setelah menyentuh level terendah sejak Maret 2006. Sementara itu, dollar AS juga menguat terhadap dollar Selandia Baru dan ringgit Malaysia, sementara melemah terhadap yen Jepang. Read the rest of this entry