Category Archives: Forex

Elliot Wave Count

I never enter the deal immediately after the trend breaks. In most cases, the market first makes a correction in the direction of the previous trendūüĎá
⠀
ūüĒłThis allows you to think about the deal, calculate the lot size in accordance with the risk management, place an order in the trading terminal. It increases your Risk Reward ratio.
⠀
ūüĒłThe market gives enough time. It’s always better to miss a trade than to risk money thoughtlessly.
⠀
ūüĒłThus, the market “misleads” those who have not yet realized that the old trend is over. After that the market takes their money and transfers it to those who have recognized the new trend
⠀
Be on the right side of the market with the Elliott Waves.

Source : https://www.instagram.com/elliottwavecount/

http://jasapembukuan.id

http://belajar-cara-membuat-website.blogspot.co.id

http://jasa-akuntansi-bandung.blogspot.com/p/jasa-akuntansi.html

How to Add Alerts to MetaTrader Indicators

Originally, I intended this post as a do-it-yourself guide on how to add alerts to MetaTrader indicators without knowing how to code at all. But writing it, I came to realization that even if a trader knows nothing about MQL language and coding he will have to learn some basics through this guide because adding alerts does require deep understanding of how MetaTrader code works.

One important thing to understand is that it is not possible to add alerts to indicator without at least some coding. The good thing is that what you will require is so simple that even a 5-year old could do it after reading this post. You have to do three things to add an alert to an indicator:

  1. Add input parameters for¬†turning alerts on/off and¬†adjusting some alert settings¬†‚ÄĒ all entirely optional but it is better to¬†have some easy way of¬†configuring things than to¬†re-code everything each time your needs shift.
  2. Identify indicator buffers that are used by an indicator and contain the data you want to be alerted about.
  3. Formulate conditions for alerts to fire up. For example, a classic condition for MACD buy alert could be formulated as: current MACD Signal below current MACD Main and previous MACD Signal above previous MACD Main and both current MACD Signal and MACD Main are below zero. Conditions can be simpler or more complex, but you should already know what you want to be alerted about if you are looking to add alerts to an indicator.

Prerequisites

Before you proceed, make sure that the prerequisites listed below are met:

  • You will need an¬†access to¬†the¬†indicator‚Äôs source code¬†‚ÄĒ .mq4 file for¬†MetaTrader 4 and¬†.mq5 file for¬†MetaTrader 5. Sometimes indicators use more than one file for¬†their source code. In¬†such case, you would need .mqh files as¬†well. You will not be able to¬†add alerts to¬†an¬†indicator if you lack its source code. You can ask the¬†indicator‚Äôs author for¬†the¬†source code if you only have a¬†compiled file (.ex4 or¬†.ex5).
  • Although you do not need to¬†have prior coding experience to¬†follow this tutorial, you still need to¬†have some understanding of¬†coding basics, for¬†example: how to¬†compile an¬†indicator or¬†what a¬†variable is.
  • You need to¬†pay attention to¬†every step listed in¬†this tutorial. Thoughtless copy/paste will not work here at¬†all.

Input parameters

Theory

You are probably familiar with the different types alerts that exist in MetaTrader:

  • Native alert (popup)
  • Sound alert
  • Email alert
  • Push notifications (mobile)

Most of the time, traders want the plain native alerts but it is a good practice to implement all four at once and to give a choice (via input parameters) to enable and disable certain types of alert. You will learn to add four input parameters: EnableNativeAlerts, EnableSoundAlerts, EnableEmailAlerts, EnablePushAlerts. Read the rest of this entry

Mengenal Pola Gartley Dan 3 Pola Binatang

Pola Fibonacci Gartley pertama kali ditemukan oleh trader cerdas bernama Harold McKinley Gartley. Dia menciptakan pola tersebut selama dia bekerja sebagai penasehat pasar saham di pertengahan tahun 1930-an.

Menurutnya, pola-pola Fibonacci yang ditemukannya mampu menyelesaikan dua masalah terbesar seorang trader, yaitu; pada aset apa dan kapan harus melakukan buy. Tak lama kemudian, para pelaku pasar mulai menyadari bahwa pola ini juga bisa diterapkan tidak hanya di pasar saham, melainkan juga pada pasar-pasar lainnya.

Apa Itu Pola Gartley? Pola Gartley dikenal juga sebagai pola 222 karena nama itu diambil dari sebuah halaman yang ditemukan di dalam buku Harold M. Gartley, “Profit in the Stock Market”. Pada dasarnya, pola Gartley adalah pengembangan pola dasar ABCD yang telah kita bahas sebelumnya, tetapi diawali dengan harga tinggi atau rendah signifikan. Pola Gartley biasanya terbentuk ketika sedang berlangsung sebuah koreksi dari pergerakan suatu tren harga.

Sekilas, pola tersebut akan terlihat seperti huruf ‚ÄėM‚Äô (atau ‚ÄėW‚Äô untuk pola bearish). Pola ini digunakan untuk membantu para trader dalam menemukan di mana waktu titik level harga terbaik untuk masuk pasar (OP).

Untuk lebih jelasnya, bisa kita lihat pada gambar di bawah ini:

apa itu pola gartley bearish

apa itu pola gartley bullish

Pola ini terdiri dari pola ABCD bullish maupun bearish, akan tetapi didahului dengan titik (X) yang berada di luar D. Intinya, pola Gartley ‚ÄĚsempurna‚ÄĚ memiliki karakteristik sebagai berikut : Read the rest of this entry

Trading the Gartley Pattern: Ratios, Rules and Best Practices

What is the Gartley Pattern in Forex

Gartley is a special chart pattern within the harmonic pattern universe. And as with the other harmonic trading patterns, it must meet its own specific Fibonacci levels in order to qualify as a valid formation. H.M Gartley, who lived during the same era as R.N Elliott and W.D Gann, introduced the Gartley pattern to the world in his book entitled ‚ÄúProfits in the Stock Market‚ÄĚ which he wrote back in 1935. In the book and specifically on page 222, H.M. Gartley discusses the Gartley pattern and refers to it as ‚Äúone of the best trading opportunities‚ÄĚ in the market. And so, the Gartley pattern is also sometimes referred to as Gartley 222 or the 222 pattern by some harmonic traders.

The pattern resembles an M/W shape on the chart, depending on whether it is a bullish or a bearish Gartley. As such, the pattern consists of five points on the chart. These points are marked with X, A, B, C, and D. This is how a Gartley harmonic pattern appears:

gartley-pattern-example

This is a sketch of the Gartley chart figure. The pattern starts with point X and it creates four swings until point D is completed.

Read the rest of this entry

Menggunakan Level Ekspansi Fibonacci

Belum lancar belajar Fibonacci Retracement, tiba-tiba Anda menemukan istilah serupa tapi berbeda, yaitu Fibonacci Ekspansi. Awas, jangan sampai tertukar pengertiannya, karena dua pendekatan analisa teknikal tersebut ditujukan untuk situasi dan target berbeda, bahkan berlawanan.

Perlu diketahui, level-level ekspansi Fibonacci (Fibonacci Expansion levels) digunakan untuk memperkirakan berakhirnya gelombang ketiga Elliot. Masih belum jelas? Artikel ini menguraikan pengertian dasar, perbedaan dengan Fibonacci Retracement, dan bagaimana cara trading menggunakan Fibonacci Ekspansi pada terminal trading Metatrader.

elliott wave

Apa Itu Fibonacci Ekspansi? Sebelum memulai langkah pertama, ada satu kondisi spesial yang akan sangat membantu Anda dalam memahami artikel ini. Cara trading Fibonacci Ekspansi memiliki relasi kuat dengan fraktal-fraktal pada gelombang Elliott (Elliott Wave). Jadi, jika Anda belum memahami apa itu Elliott Wave, sekaranglah waktu yang tepat untuk mempelajarinya. elliott wave Pada dasarnya, Fibonacci ekspansi adalah alat bantu teknikal yang digunakan trader, untuk memprediksi seberapa jauh harga akan lanjut bergerak searah dengan tren utama setelah mengalami Retracement sementara. Kata kunci yang perlu Anda garis bawahi adalah tren utama dan proyeksi pergerakan harga.

cara trading menggunakan fibonacci ekspansi dasar

Secara visual, beginilah penampilan Fibonacci Ekspansi: cara trading menggunakan fibonacci ekspansi dasar Perhatikan, titik 1 ke titik 2 merupakan tren utama, sedangkan titik 2 ke titik 3 adalah Retracement. Trader akan menggunakan Fibonacci Ekspansi untuk memproyeksikan sejauh mana harga akan kembali bergerak searah dengan tren utama, setelah sempat “tertarik mundur” ke titik Retracement. Bila Anda sudah memahami dasar teori Elliott Wave, pada dasarnya Fibonacci Ekspansi menunjukkan proyeksi gelombang ketiga pada Gelombang Impuls Elliot. Umumnya, gelombang ketiga adalah pergerakan terkuat dan terpanjang selama tren berlangsung dengan target berkisar di antara level FE (Fibonacci Ekspansi) 0.5, 0.68, 1, 1.27, sampai 1.68.

Read the rest of this entry

Membaca Saham BBRI Dengan Import Data Ke Metatrader 4

“When There Is A Will, There Is A Way”

Pepatah ini sangat cocok untuk menggambarkan bila memang ada kemauan yang kuat, selalu akan ada jalan.

Kita tahu bahwa sekuritas memang menampilkan grafik saham dengan indikator built in yang standar, namun tidak memungkinkan bila ingin menambahkan indikator selain yang telah disediakan. Sedangkan kita menyadari bahwa indikator adalah seperti kacamata yang membantu dalam menganalisa pergerakan saham.

Terinsipirasi dengan Metatrader yang sangat mumpuni dengan indikator-indikator terbaik sehingga sangat memudahkan membaca arah pergerakan, namun hanya terbatas untuk forex, index, CFD luar negeri.

bbri

Nah, bagaimana caranya bila ingin membaca pergerakan saham Indonesia di Metatrader ? Read the rest of this entry

Tutorial on Average Directional Index (ADX)

Most profitable and least risky strategy is to trade with the trends. The stronger the trend the better the reward is. Finding the trend, measuring its strength is possible with Average Directional Index (ADX), an indicator developed by Welles Wilder. It may be worth mentioning here that of Welder contribution to technical analysis was also in developing RSI, ATR and Parabolic SAR.

ADX indicator is used to find whether Stock is in trend and also finds the strength of the trend. It, however, does not indicate about the direction of the trend. It provides similar value for both uptrending and down-trending stocks. Stock direction is provided by additional lines that supplement with ADX. We will cover them later.

Though complex in calculating its value, its usage is very simple. Its value oscillates between 0 and 100. Wilder suggested that if ADX is above 25 then stock is trending and as the trend gets stronger, ADX moves up. A value above 40 is considered a very Strong uptrend. A value below 20 is considered as no trend or side ways market.O wing to its vast acceptance, most of technical Analysis software does the calculation including TopStockResearch.

 

Trading Strategies with ADX and Interpretation

ADX Value Trend Strength Comments Stock Screener at TSR
0-20 Non Trending Sideways market or a phase of Accumulation/Distribution Yes
20-25 Trending for less Volatile Stocks Some Analyst use value above 20 as Trending. Works for lesser volatile stocks Yes
25-40 Strong Trend This indicates very strong trend. Traders should take advantage of it. Yes
40-60 Very Strong Trend Rare but they do occur Yes
60-100 Extremely Strong Trend Very rare. Such trends are not sustainable and traders should be ready for trend reversal Yes

Read the rest of this entry

Kejatuhan poundsterling yang masih misterius

Poundsterling Inggris terpukul hebat pada Jumat (7/10) kemarin. Tidak tanggung-tanggung, pelemahan poundsterling mencapai 6% dalam hitungan menit.

Kejutan ini terjadi pada transaksi perdagangan pagi di Asia. Kondisi itu menyebabkan investor kaget dan tercengang. Analis berpendapat, pelemahan terjadi akibat kesalahan pada program transaksi perdagangan.

“Pada saat itu transaksi perdagangan di Asia cukup tenang. Lalu tiba-tiba, Bang! Semua lampu menyala merah,” kata Matt Simpson, senior market analyst ThinkMarkets di Singapura. Read the rest of this entry

The Fed Tahan Suku Bunga, Dolar AS Melemah ke Rp 13.071

Fluktuasi mata uang dolar Amerika Serikat (AS) terhdap rupiah masih terus terjadi. Pagi ini, mata uang Paman Sam bergerak melemah, bersamaan dengan keputusan FOMC (Rapat Dewan Gubernur The Fed) untuk menahan tingkat suku bunganya.

Berdasarkan data perdagangan Reuters, Kamis (17/3/2016), dolar AS pagi ini bergerak melemah ke Rp 13.071, dibandingkan posisi sore kemarin di Rp 13.237.

Dolar AS mencoba menguat dan bergerak naik hingga ke level tertingginya di Rp 13.167 pagi ini.

Perlahan, dolar AS kembali melemah. Hingga pukul 09.26 WIB, mata uang Paman Sam tersebut bergerak ke Rp 13.155. Read the rest of this entry

Merespons Pelemahan Ekspor-Impor China, Yen Melambung

Nilai tukar yen menguat terhadap mata uang utama, siang ini, karena anjloknya ekspor China menawarkan dealer lebih banyak bukti mengenai perlambatan ekonomi dunia.

Dollar sempat menyentuh 112,75 yen, level terendah dalam sepekan terhadap yen–yang dipandang sebagai investasi yang aman (safe haven) saat terjadi gejolak–sebelum rilis data China yang menunjukkan pelemahan ekspor-impor melampaui perkiraan analis, demikian laporan AFP, di Tokyo, Selasa (8/3).

Nilai ekspor ekonomi terbesar kedua di dunia itu merosot lebih dari 25 persen (year-on-year) sepanjang Februari menjadi US$126,1 miliar, sementara impor turun hampir 14 persen menjadi US$93,6 miliar.

Di Tokyo, greenback merosot jadi 113,03 yen pada sesi perdagangan petang ini, dari 113,41 yen, di New York, dini hari tadi WIB.

Euro melemah jadi 124,56 yen dari 124,90 yen di perdagangan Amerika, sementara naik ke level US$1,1018 dari US$1,1013.

Para trader terus mengantisipasi pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa yang digelar Kamis–bank sentral utama pertama yang menghelat pertemuan bulan ini.

Pertemuan ECB diperkirakan menghasilkan langkah stimulus yang baru untuk zona euro–beranggotakan 19 negara–yang bisa mencakup penurunan suku bunga atau anggaran baru untuk pembelian obligasi.

Sementara itu, mata uang emerging market secara luas melemah terhadap dollar, dengan investor lebih berhati-hati tentang prospek ekonomi dunia.

“Tantangan global tetap menjadi ancaman bagi emerging market,” ucap Vishnu Varathan, Ekonom Mizuho Bank, di Singapura.

Rupiah tercatat melemah 0,34 persen terhadap greenback, sementara dollar Singapura menyusut 0,38 persen dan won Korea Selatan kehilangan 0,39 persen.

Ringgit Malaysia yang terkait minyak, dollar Taiwan, baht Thailand dan peso Filipina juga melemah terhadap mata uang Amerika itu. Read the rest of this entry