Blog Archives

Masalah Pokok Bursa Saham adalah UU Minerba

Pengamat pasar modal Sem Susilo mengatakan, jika UU Minerba No 4 2009 tersebut dipaksa diterapkan, baru sekitar 30-40% yang siap dengan smelternya sehingga akan memicu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal. Karena itu, bahkan ditengarai tidak menutup kemungkinan terjadinya kerusuhan massal pula.

Akibatnya, ekspor pun akan menurun yang akan diiringi dengan peluang anjloknya nilai tukar rupiah yang juga berimbas negatif pada IHSG. Namun, kata dia, untuk investasi jangka panjang, tidak masalah belanja saham secara bertahap sekarang terutama untuk saham-saham non-komoditas karena sudah berada di bawah valuasi normalnya. “Untuk trading jangka pendek, tetap fokus pada saham-saham di sektor komoditas,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Jumat (20/12/2013), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 36,42 poin (0,86%) ke posisi 4.195,556. Intraday terendah 4.180,812 dan tertinggi 4.230,606.

Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan net buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net sell. Berikut ini wawancara lengkapnya: Read the rest of this entry

Advertisements

Adaro Energy (ADRO) 06 Mei 2011

Koreksi tajam pada harga komoditas minyak yang turun kembali ke level dibawah $100 membuat saham-saham batubara tertekan. Namun dengan kenaikan tinggi pada tanggal 05 Mei 2011 yang disertai volume untuk saham ADRO dan juga INDY memberikan peluang emas untuk mengoleksi saham-saham ini, selain karena faktor krisis di Afrika Utara yang memang belum kunjung usai.

Saham ADRO telah melewati resisten kuat di level 2.250 dan berpotensi untuk terus melanjutkan penguatannya ke level 2.400, didukung oleh indikator MACD yang telah golden cross.

S : 2.275 — R : 2.375

Adaro Energy (ADRO) 11 Februari 2011

Pola yang sama dari ADRO tanggal 01 Februari 2011 telah terbentuk, yang mana indikator Stochastic golden cross dengan MACD juga mengarah ke atas. Dengan pemulihan yang termasuk cepat dari ADRO ditengah penurunan IHSG maka akan membuat saham batubara ini berpotensi untuk kembali ke level 2.500.

S : 2.250 — R : 2.500

Adaro Energy (ADRO) 02 Februari 2011

Sesuai posting terakhir maka saham ADRO melanjutkan penguatan dan ditutup tepat pada level 2.500 atau naik signifikan +4,1%. Untuk beberapa hari kedepan karena beberapa bursa saham regional masih tutup, maka laju saham ADRO akan lebih ditentukan oleh harga minyak dunia.

Bila terjadi koreksi sehat dengan volume kecil dapat digunakan sebagai kesempatan untuk mengoleksi saham ini, namun penurunan yang besar patut diwaspadai karena berkaitan dengan aliran dana asing pada IHSG. Indikator Stochastic masih menunjukkan trend ke atas dan MACD makin mendekati untuk crossing.

S : 2.400 — R : 2.600

Adaro Energy (ADRO) 01 Februari 2011

Harga minyak yang melonjak tinggi kembali diatas $90 membuat saham batubara kembali menjadi primadona. Setelah penurunan harga saham batubara pada akhir Januari karena kabar akan dibatasinya ekspor batubara, namun dengan krisis yang terjadi di Mesir membuat saham batubara ini kembali bersinar.

Saham ADRO juga tidak mau ketinggalan dengan banyaknya aliran dana asing pada saham ini dan berpotensi kembali mencapai level 2.600 dalam jangka waktu dekat, namun untuk tahap pertama maka saham ADRO harus bisa menembus resisten terdekat yaitu level 2.500.

Kenaikan cukup tinggi mencapai +6,67% ditutup pada level 2.400 dengan indikator Stochastic menunjukkan tanda-tanda akan crossing, namun indikator MACD masih jauh dibawah, sehingga potensi penguatan masih harus melihat harga minyak dunia.

S : 2.250 — R : 2.500