Blog Archives

Dari Rebalancing, Yuan, hingga Santa Claus

Semangat pagi, welcoming December! Indeks Dow Jones ditutup di level 17,719.92 melemah 78.57 poin (-0.44%)

IHSG kemarin ditutup di level 4,446.46 melemah 114.10 poin (-2.50%). Kembali di bawah area 4535, IHSG potensi untuk kembali terkoreksi dengan target suport 4354.

IHSG terkoreksi signifikan setelah beberapa fund manager melakukan rebalancing mengikuti rebalancing MSCI Indonesia Index.

MSCI melakukan rebalancing dengan mengeluarkan PTBA dan memasukkannya dalam Small Cap Index. PTBA diganti AKRA.

Institutional sponsorship alias dukungan dari uang besar memang sangat mempengaruhi pergerakan sebuah saham.
Read the rest of this entry

Advertisements

Antam Ciputra Terlempar, Ini Daftar Saham LQ-45 Agustus 2015-2016

PT Bursa Efek Indonesia mengumumkan daftar baru anggota 45 saham paling likuid dalam Indeks LQ-45 periode Agustus 2015-Januari 2016. Dua emiten terlempar dan dua lainnya masuk sebagai anggota baru.

Eko Siswanto, Kepala Divisi Operasional Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), mengatakan perubahan Indeks LQ45 berlaku untuk periode perdagangan Agustus 2015 sampai Januari 2016.

Dua emiten yang terlempar dari Indeks LQ45 yakni PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) [525 -5 (-0,9%)] dan PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) [1,070 -85 (-7,4%)]. Adapun, dua anggota baru indeks bergengsi ini adalah PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) [455 5 (+1,1%)] dan PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WTON) [1,020 -5 (-0,5%)].

Berikut daftar lengkap saham LQ-45 periode Agustus 2015-Januari 2016:

Read the rest of this entry

Ini Daftar Laba 41 Emiten Bluechips LQ-45

Laba bersih emiten yang tergabung dalam indeks LQ-45 pada kuartal I/2015 jeblok alias turun 5,15% dengan pendapatan hanya tumbuh 2,57% pada periode yang sama. Simak daftar lengkapnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis.com, sebanyak 41 emiten LQ-45 telah mengumumkan laporan keuangan kuartal I/2015.

Sedangkan, empat emiten yang belum merilis kinerja adalah PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE), PT Excel Axiata Tbk. (EXCL), PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG), dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG).

Dari 41 emiten tersebut, sebanyak 40 emiten membukukan laba bersih dengan total Rp42,64 triliun pada periode Januari-Maret 2015, dibandingkan dengan tahun lalu Rp44,96 triliun. Read the rest of this entry

Inilah Laba-Rugi Bersih Emiten Kuartal I-2015

Berikut ini adalah hasil rekapitulasi laba atau rugi bersih emiten kuartal I-2015 dibandingkan kuartal I-2014 hingga 27 April 2015. Seperti apa?

1. PT Astra Agro Lestari (AALI) [20,125 -1875 (-8,5%)] Rp156 miliar pada kuartal I-2015 dibandingkan Rp784 miliar pada kuartal I-2014;

2. PT Timah (TINS) [855 -40 (-4,5%)] -Rp19,1 miliar kuartal I-2015 dibandingkan Rp95 miliar kuartal I-2014;

3. PT Bank Negara Indonesia (BBNI) [6,725 -225 (-3,2%)] Rp2,82 triliun kuartal I-2015 dibandingkan Rp2,39 triliun kuartal I-2014;

4. PT Astra Graphia (ASGR) [2,140 -60 (-2,7%)] Rp47,5 miliar kuartal I-2015 dibandingkan Rp33,1 miliar kuartal I-2014;

5. PT Astra Otopart (AUTO) [3,200 -55 (-1,7%)] Rp87,4 miliar kuartal I-2015 dibandingkan Rp265,5 miliar kuartal I-2014;

6. PT Siloam International Hospital (SILO) [14,200 175 (+1,2%)] Rp34,5 miliar kuartal I-2015 dibandingkan Rp26,9 miliar kuartal I-2014;

7. PT Bank CIMB-Niaga (BNGA) [690 -5 (-0,7%)] Rp82,7 miliar kuartal I-2015 dibandingkan Rp1,09 triliun kuartal I-2014;

8. PT Arwana Citramulia (ARNA) [530 -5 (-0,9%)] Rp39,6 miliar kuartal I-2015 dibandingkan Rp77,1 miliar kuartal I-2014;

9. PT Unilever Indonesia (UNVR) [42,750 -250 (-0,6%)] Rp1,59 triliun kuartal I-2015 dibandingkan Rp1,36 triliun kuartal I-2014;

10. PT Elnusa (ELSA) [575 -10 (-1,7%)] Rp65 miliar kuartal I-2015 dibandingkan Rp54 miliar kuartal I-2014;

11. PT AKR Corporindo (AKRA) [5,075 -75 (-1,5%)] Rp295 miliar kuartal I-2015 dibandingkan Rp180 miliar kuartal I-2014;

12. PT Logindo Samuderamakmur (LEAD) [1,370 -40 (-2,8%)] US$1,09 juta kuartal I-2015 dibandingkan US$5,69 juta kuartal I-2014; dan

13. PT Nirvana Development (NIRO) [203 -3 (-1,5%)] Rp19,7 miliar kuartal I-2015 dibandingkan Rp3,8 miliar kuartal I-2014. Read the rest of this entry

Saham-Saham Yang Diuntungkan Konversi BBM

Pemerintah akan menggalakkan konversi bahan bakar minyak ke bahan bakar gas pada kendaraan roda empat. Langkah ini sebagai upaya pemerintah menekan konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi agar tak meleset dari kuota Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2012.

Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, konversi itu akan berpengaruh positif bagi emiten yang bergerak di sektor gas, terutama bagi emiten yang mempunyai infrastruktur pendukung yang baik.

“Tapi tidak bisa disamaratakan bagi semua emiten gas, tergantung pada infrastruktur yang dimiliki,” kata Edwin, ketika dihubungi VIVAnews.com, Senin, 9 Januari 2012.

Memang, Edwin mengatakan, untuk jangka pendek saat ini secara umum tidak berpengaruh banyak terhadap kinerja saham energi. Karena proses konversi akan dilakukan secara bertahap sehingga dampaknya pun akan bertahap. Dia mengatakan, justru yang akan terpengaruh itu saham-saham distributor BBM, misalnya PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). “AKR itu bergerak di bidang distribusi termasuk BBM dan bahan bakar non-subsidi,” katanya.
Read the rest of this entry

Laba Bersih AKRA Melejit 2.480%

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) membukukan laba bersih Rp 1,8 triliun sepanjang kuartal 1-2011, melejit 2.480% dibanding periode sama tahun lalu Rp 70 miliar.

Lonjakan laba dipicu divestasi seluruh kepemilikan saham di PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk (SOBD ke PT Cargill Foods Indonesia (CFI). AKR melepas 629,1 juta (68,8%) saham Sorini ke CFI senilai Rp 2,2 triliun. Divestasi telah dituntaskan pada 28 Januari 2011.

Presiden Direktur AKR Haryanto Adikoesoemo menyatakan, laba bersih di luar laba luar biasa (extraordinarygain) melonjak 82% menjadi Rp 128 miliar dari sebelumnya

Rp 70 miliar. Sementara pendapatan melejit 79% menjadi Rp 4,3 triliun dari Rp 2,4 triliun.

“Pertumbuhan pendapatan didorong kenaikan penjualan BBM (bahan bakar minyak).” ujar Haryanto dalam siaran pers di Jakarta, Senin (25/4).

Dia menerangkan, penjualan BBM meroket 149% menjadi Rp 3,4 triliun dari Rp 1,39 triliun. Ini seiring kenaikan volume penjualan solar dan HSD (high speed diesel) kepada perusahaan pertambangan di wilayah timur Indonesia dan industri lainnya.

Selain itu, penjualan bahan kimia dasar melejit 31% menjadi Rp 584 miliar. Sedangkan pertumbuhan bisnis jasa logistik meliputibongkar muat di Indonesia dan Tiongkok meningkat 83%.

Di sisi lain, posisi kas dan setara kas per Maret 2011 naik signifikan menjadi Rp 1,68 triliun dari sebelumnya Rp 692 miliar per Desember 2010. Ini setelah diterimanya dana penjualan divestasi Sorini dan pembagian dividen Rp 512 miliar pada 29 Maret 2011. Posisi ekuitas AKR naik menjadi Rp 3,5 triliun, dibanding Desember tahun lalu Rp 2,3 miliar.

AKR adalah perusahaan distributor BBM dan bahan kimia dasar terbesar di Indonesia. Perseroan juga menggarap bisnis logistik curah dan infrastruktur, serta mengoperasikan tambang batubara,

Sumber : INVESTORINDONESIA

AKR Corporindo (AKRA) 15 April 2011

Saham AKRA termasuk saham yang mempunyai pergerakan bagus dan diminati di kalangan investor. Saat ini dengan didukung oleh volume yang cukup besar naik signifikan dan ditutup pada level 1.530 (+2,7%).

Indikator Stochastic masih trend up dan MACD baru golden cross sehingga memungkinkan saham AKRA untuk menguji resisten terdekat di level 1.570. Apabila kondisi IHSG masih bullish maka saham AKRA yang telah menunjukkan trend naik akan terus melanjutkan penguatan.

S : 1.460 — R : 1.570