Blog Archives

Penjualan Mobil Grup Astra Naik 25,38%

Grup Astra mencatatkan penjualan mobil mencapai 605.191 unit pada Desember 2012 atau naik 25,38% dari periode sama sebelumnya 482.659 unit.

Demikian seperti dikutip dari siaran pers, Senin (14/1/2013). Perseroan meraih pangsa pasar penjualan mobil mencapai 54% dari total penjualan mobil mencapai 1.116.230 unit. Penjualan mobil grup Astra antara lain Daihatsu sebesar 162.742 unit, Isuzu 33.165 unit, UD Trucks 2.925 unit, Toyota 406.026 unit, dan Peugeot 333 unit. Read the rest of this entry

Advertisements

Astra Bagi Dividen Interim Rp66 Per Saham

PT Astra International Tbk (ASII) [7,350 -50 (-0,7%)] akan membagikan dividen interim tahun buku 2012 sebesar Rp66.

Hal itu disampaikan manajemen PT Astra International Tbk (ASII) [7,350 -50 (-0,7%)] dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/9/2012). Pembagian dividen interim 2012 tersebut akan dibagikan kepada pemegang saham Perseroan yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham Perseroan pada 23 Oktober 2012.

Pembagian dividen interim tersebut disetujui dalam rapat direksi pada 18 September 2012. Pelaksanaan pembayaran dividen interim dilakukan pada 7 November 2012.

Jadwal pelaksanaan untuk saham perseroan antara lain cum dividen interim di pasar reguler dan negoisasi pada 18 Oktber 2012, ex dividen interim di pasar reguler dan negoisasi pada 19 Oktober 2012, cum dividen interim di pasar tunai pada 23 Oktober 2012, ex dividen interim di pasar tunai pada 24 Oktober 2012, recording date pada 23 Oktober 2012.
Read the rest of this entry

IHSG Cukup Kuat, Akumulasi 4 Saham Berkapitalisasi Besar

Senior Research HD Capital Yuganur Wijanarko, mengatakan performa IHSG sepekan ke depan akan terus melaju meskipun dibayangi oleh sentimen negatif yang mungkin dapat terjadi. Laporan keuangan emiten semester pertama 2012 masih akan menjadi sentimen positif.

Menurut Yuganur, hasil laporan keuangan semester pertama 2012 yang relatif cukup baik dan kenaikan laba bersih di beberapa emiten akan melawan sentimen negatif dari melebarnya defisit perdagangan dan fluktuatifnya bursa regional yang membuat IHSG secara mingguan berhasil ditutup di atas harga tertinggi selama 5 pekan terakhir. Selama sepekan ke depan IHSG masih memiliki potensi menguat meski investor perlu mewaspadai aksi akumulasi keuntungan yang terjadi di pasar (profit taking).

“Bila dilihat dari grafik teknikal mingguan, rentang pergerakan IHSG selama sepekan ke depan harusnya berada di level 4.080 poin – 4.175 poin. Masih ada beberapa pilihan saham berkapitalisasi besar yang layak diakumulasi investor untuk mendapatkan keuntungan,” tambah Yuganur dalam risetnya, Senin (6/8/2012).

Saham-saham tersebut adalah PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk [TLKM 8,950 50 (+0,6%)] dengan target harga di Rp 9.250 per saham dan harus cut loss apabila melemah hingga ke level di Rp 8.650 per saham, PT Astra International Tbk [ASII 7,000 0 (+0,0%)] dengan target Rp 7.250 per saham dan cut loss point di Rp 6.750 per saham.

Selain itu ada saham [UNTR 21,300 900 (+4,4%)] dengan target harga di Rp 22.500 per saham dan cut loss point di Rp 19.850 per saham, dan saham PT Gudang Garam Tbk [GGRM 51,000 150 (+0,3%)] dengan target harga di Rp 55.000 per saham dan cut loss poin di Rp 48.500 per saham.
Read the rest of this entry

Strategi Income Investing : Dividend Yield Saham Setara Deposito

Ketika bursa mengalami penurunan, sebetulnya waktu tersebut adalah waktu yang tepat untuk membeli saham atau reksa dana saham. Permasalahannya, terkadang investor sudah ketakutan terlebih dahulu. Ketakutan yang umum adalah kekhawatiran bahwa harga masih akan terus terun sehingga menunda melakukan investasi. Dalam konteks investasi saham, sebetulnya ada strategi investasi alternatif untuk mengatasi ketakutan tersebut. Caranya adalah dengan membeli saham tersebut ketika dividend yield sudah mencapai tingkat yang sama atau kalau bisa lebih tinggi daripada deposito.

Asumsinya kalaupun harga saham terus turun, besaran dividend yield sudah setara dengan deposito, Jadi didiamkan saja sudah seperti investasi deposito. Kalau misalnya di masa mendatang harga naik karena siklus berbalik, keuntungannya dobel, dari dividen dan kenaikan harga. Jika investasi diibaratkan berenang mengarungi lautan ketidakpastian, strategi income investing mempersiapkan pelampung bagi investor. Pelampung ini memberikan pengamanan karena memberikan tingkat returnnya minimal deposito.

Read the rest of this entry

Tak Cuma Astra, Indomobil Juga Stock Split

Langkah perusahaan otomotif memecah nilai nominal saham (stock split) tak hanya dilakukan PT Astra International Tbk. Pesaing bisnis Astra, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) [17,300 -450 (-2,5%)], juga berencana menggelar aksi korporasi serupa dengan memecah nilai nominal saham dari Rp500 menjadi Rp250 per saham.

Direktur Utama Indomobil Sukses Internasional, Jusak Kertowidjojo, mengatakan, stock split bertujuan untuk meningkatkan likuiditas dan meningkatkan volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia.

“Mengubah nilai dengan pelaksanaan stock split, nanti berubah jadi Rp250 per saham,” kata Jusak ketika ditemui usai paparan publik di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Jumat, 27 April 2012.

Jusak mengatakan, rencana stock split tersebut telah disetujui oleh pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) tahun buku 2011 dan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Direksi diberi kuasa untuk menentukan jadwal stock split.

Walau belum bisa memastikan jadwal pelaksanaan stock split, manajemen Indomobil optimistis langkah itu seharusnya bisa terealisasi pada semester I-2012. “Kami akan melewati prosedur-prosedur. Setelah itu baru bisa direalisasikan. Mestinya di semester pertama ini sudah bisa,” ujar dia.

Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui pemberian remunerasi kepada seluruh dewan komisaris dan direksi perseroan. Total keseluruhan remunerasi, termasuk gaji dan bonus, selama satu tahun mencapai Rp15 miliar.

Sementara itu, bagi para pemegang saham, RUPS menyetujui pembagian dividen sebesar Rp118 per saham atau total seluruhnya mencapai Rp163,15 miliar. Untuk dana cadangan perusahaan, disepakati sebesar Rp5 miliar.
Read the rest of this entry

Astra International (ASII) 09 Maret 2012

Ditengah rencana kenaikan BBM, maka saham yang kinerjanya akan terpengaruh adalah leader IHSG yaitu saham ASII. Namun seiring dengan perkiraan harga yang mulai diprediksi oleh pelaku pasar maka saham ASII ini mulai kembali dikumpulkan oleh broker-broker asing secara perlahan.

Terlihat dari indikator MACD yang sudah golden cross, maka saham ASII walaupun masih downtrend namun untuk pelaku saham retail maka boleh mulai mengumpulkan saham leader IHSG ini.

S : 67.050 — R : 74.500

Imbas harga BBM bagi para emiten

Pemerintah berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mulai 1 April 2012. Tentu, kenaikan harga BBM bakal berdampak bagi kinerja para emiten. Ada yang kecipratan untung, tapi ada pula yang bakal buntung.

Emiten di sektor konsumsi termasuk yang akan terkena sawab kenaikan harga BBM. Bisnis konsumsi memang berkaitan langsung dengan daya beli. Setelah harga BBM naik, harga jual kebutuhan pokok akan ikut naik sehingga biaya operasional membengkak. Ujung-ujungnya, kinerja emiten akan ikut tertekan.

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) [4,850 -25 (-0,5%)] bisa dijadikan contoh emiten yang akan mungkin tersandung kenaikan harga BBM. Analis meramal, margin laba usaha INDF [4,850 -25 (-0,5%)] akan tertekan. Meski, Willy Gunawan, analis Andalan Artha Advisindo Sekuritas, menilai, INDF [4,850 -25 (-0,5%)] masih tertolong oleh ekspansi di kebun sawit. “Margin sektor perkebunan lumayan tinggi, sekitar 25%,” ujarnya.

Sektor otomotif dan pembiayaan kendaraan seperti PT Astra International Tbk (ASII) [68,250 -2600 (-3,7%)] juga kena imbas negatif. Selain menjual kendaraan, emiten ini memiliki anak usaha yang bergerak di bidang pembiayaan otomotif dan alat berat seperti PT Federal International Finance (FIF) dan PT Astra Auto Finance.
Read the rest of this entry

Astra International (ASII) 02 Maret 2011

Krisis di Timur Tengah terutama Libya yang belum usai mempengaruhi bursa IHSG sehingga terkoreksi -0,75%, namun berkaca dari beberapa hari yang lalu dimana dana asing terus bergerak masuk maka membuat saham-saham bluechip cukup tahan terhadap koreksi ini.

Salah satu diantaranya adalah saham ASII yang setelah pengumuman penundaan pembatasan BBM maka mulai bergerak uptrend. Bila terjadi koreksi sehat pada saham ASII sampai batas resisten 51.000 maka sangat layak dikoleksi dengan target price yang masih cukup panjang di level 67.000.

S : 52.300 — R : 55.000

Penjualan ASII Meningkat Di Tahun 2011

PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan peningkatan penjualan sepanjang Januari 2011 dibanding periode yang sama tahun lalu. Belum berlakunya aturan pembatasan subsidi bahan bakar minyak (BBM) ditengarai menjadi salah satu pemicunya.

Berdasarkan data ASII, total penjualan kendaraan roda empat induk usaha Astra itu mencapai 42.361 unit. Jika dibandingkan dengan Januari 2010 lalu, ada peningkatan sekitar 36% yaitu dari 31.074 unit kendaraan.

Read the rest of this entry

Astra International (ASII) 27 Januari 2011

Dukungan aliran dana asing memang sangat mumpuni, sehingga ASII berhasil melewati level 50.000 dan ditutup pada level 51.200. Setelah dimulai dengan kenaikan ASII pada tanggal 25 Januari 2011, maka hari ini ASII tetap masih Net Buy dengan nominal diatas 200 milyar.

Namun Stochastic telah menunjukkan tanda-tanda penurunan sehingga bila terjadi koreksi sehat dan ASII dapat bertahan di atas level 49.700 maka layak untuk dikoleksi kembali.

S : 49.700 — R : 54.850