Blog Archives

Mengapa Saham BBTN Terkoreksi Tajam ?

BBTN : Rising, Downgrade to Hold

Berikut summary dari report terbaru kami. Hasil diskusi kami dengan manajemen mengindikasikan bahwa target profit di tahun ini hanya mencapai 50% (Rp1.1tn – Rp1.3tn) dari target semula Rp2.4tn (Consensus Rp2.7tn). Hal ini dikarenakan eskpektasi provisi yang lebih tinggi dan NIM yang flat di tahun ini.

BBTN juga mengindikasikan rate cut tidak berpengaruh banyak untuk Cost of Fund (CoF) dan NIM. Saat ini NIM masih berada di 3.5% pada 8M19 (flat semenjak 1H19) padahal seharusnya BBTN adalah salah satu prime beneficiary dari rate cut cycle karena pinjaman yang BBTN berikan memiliki bunga yang fix sementara struktur simpanan BBTN kebanyakan dalam bentuk deposito. Hal ini membuat analis kami menurunkan asumsi NIM dari semula 3.9% menjadi 3.5% di tahun ini.

Analis kami juga memprediksi jika pencadangan (provision) total di tahun ini akan meningkat menjadi Rp3.6tn dan Rp4.7tn pada 2020. Hal ini menunjukkan cakupan rasio sebesar 75% dan 115% di tahun ini dan tahun depan. Kami mendowngrade BBTN dengan rekomendasi HOLD dan target price terbaru sebesar Rp2,200 dan EPS yang lebih rendah sebesar Rp114 dan Rp137 pada 2019F dan 2020F. Read the rest of this entry

Laba Bersih BTN Melonjak 54,25% Jadi Rp831 Miliar

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) hingga semester I-2015 membukukan laba bersih mencapai Rp831 miliar atau melonjak 54,25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp539 miliar.

Direktur Utama BBTN Maryono kepeda pers pers, Jakarta, Senin (27/7) mengatakan pertumbuhan laba yang sangat agresif tersebut ditopang perolehan Net Interest Income (NII) sebesar Rp3,18 triliun, naik 19,06% dari periode yang sama 2014 senilai Rp2,67 triliun.

“Laba semester I-2015 tumbuh tinggi, karena kami memiliki target sampai‎ dengan akhir tahun diatas 40%,” katanya.
Read the rest of this entry

Raup Laba Rp 1,4 Triliun, BTN Bagi-bagi Dividen Rp 409 Miliar

PT Bank Tabungan Negara (BTN) sepakat untuk membagikan dividen kepada para pemegang saham sebesar Rp 409 miliar atau 30% diambil dari perolehan laba bersih perseroan tahun buku 2012 sebesar Rp 1,4 triliun.

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) telah menyetujui penggunaan 30% dari laba bersih perseroan atau sekitar Rp 409 miliar akan dibagikan sebagai dividen tunai kepada pemegang saham.

“Perseroan juga menyetujui untuk tidak mengalokasikan dana untuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan dari Laba,” kata dia usai acara RUPST, di Menara BTN, Jakarta, Rabu (27/3/13).

Dia menyebutkan, perseroan akan mencadangkan 1,5% atau sekitar Rp 20 miliar untuk tanggung jawab sosial Perusahaan (corporate social responsibility). RUPST juga menyetujui Perseroan untuk menetapkan limit Hapus Tagih yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam rangka penyelesaian piutang macet perseroan.
Read the rest of this entry