Blog Archives

Mengenal Tabungan Emas, Syarat, dan Manfaatnya

Investasi sama halnya dengan menabung itulah yang ada di benak mereka yang telah lama berkecimpung di bidang ini. Sebagai contohnya saja apabila Anda saat ini memiliki banyak uang dan disimpan di bank, maka uang tersebut bisa jadi akan berkurang karena inflasi. Uang satu juta sekarang tidak sama dengan uang satu juta sepuluh tahun yang akan datang, hal itulah yang harus mulai Anda pikirkan dari sekarang.

Untuk bisa mengantisipasi hal tersebut, maka langkah menabung yang paling tepat adalah menyimpannya dalam bentuk barang termasuk juga emas. Seperti yang kita ketahui bersama emas untuk setiap tahunnya mengalami kenaikan, dan jarang sekali mengalami penurunan. Jadi selain rumah dan tanah, emas pun merupakan cara menabung yang paling tepat untuk Anda.

Beberapa waktu lalu PT Pegadaian sebagai salah satu BUMN terbesar yang ada di Indonesia, telah meluncurkan produk terbarunya yang berbasiskan EMAS. Produk tersebut dinamakan Tabungan EMAS, memang masih dalam tahap uji coba, namun dalam waktu yang tidak lama lagi akan mulai tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Seperti kita ketahui PT Pegadaian saat ini memiliki lebih dari 4000 cabang di seluruh Indonesia.

Tabungan Emas adalah layanan pembelian dan penjualan emas dengan fasilitas titipan dengan harga yang terjangkau. Layanan ini memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk berinvestasi emas.

Berikut beberapa keunggulan serta manfaat yang bisa Anda dapatkan dari menabung dalam bentuk emas :

Keunggulan Tabungan Emas

Keunggulan Tabungan Emas via wsimg.com

 

  1. Pegadaian Tabungan Emas tersedia di Kantor Cabang di seluruh Indonesia (sementara hanya tersedia di Kantor Cabang Piloting).
  2. Pembelian emas dengan harga terjangkau (mulai dari berat 0,01 gram).
  3. Layanan petugas yang profesional.
  4. Alternatif investasi yang aman untuk menjaga portofolio aset.
  5. Mudah dan cepat dicairkan untuk memenuhi kebutuhan dana Anda.

Syarat Tabungan Emas

Membuka rekening Tabungan Emas di Kantor Cabang Pegadaian hanya dengan melampirkan fotocopy identitas diri (KTP/ SIM/ Passpor) yang masih berlaku.

  1. Mengisi formulir pembukaan rekening serta membayar biaya administrasi sebesar Rp5.000,- dan biaya fasilitas titipan selama 12 bulan sebesar Rp30.000,-.
  2. Proses pembelian emas dapat dilakukan dengan kelipatan 0.01 gram dengan atau sebesar Rp5.320,- untuk tanggal hari ini (07-04-2016). Misalnya jika ingin membeli 1 gram, maka harganya adalah Rp532.000,-.
  3. Apabila membutuhkan dana tunai, saldo titipan emas Anda dapat dijual kembali (buyback) ke Pegadaian dengan minimal penjualan 1 gram dan Anda dapat menerima uang tunai sebesar Rp515.000,- untuk tanggal 07-04-2016.
  4. Apabila menghendaki fisik emas batangan, Anda dapat melakukan order cetak dengan pilihan keping (5gr, 10gr, 25gr, 50gr, dan 100gr) dengan membayar biaya cetak sesuai dengan kepingan yang dipilih.
  5. Minimal saldo rekening adalah 0.1 gram
  6. Transaksi penjualan emas kepada Pegadaian dan pencetakan emas batangan, saat ini hanya dapat dilayani di Kantor Cabang tempat pembukaan rekening dengan menunjukkan Buku Tabungan dan identitas diri yang asli.

Cara Menabung Emas di Pegadaian

Read the rest of this entry

Advertisements

The Fed Naikkan Suku Bunga, Saatnya Membeli Emas(?)

Harga emas akhir-akhir mendapatkan tekanan dari tren kenaikan indeks di bursa saham dan suku bunga negara maju, namun sejumlah analis mengekspektasikan harga logam mulia akan pulih dan memberi proteksi riil dari sejumlah risiko.

Saat ini, emas diperdagangakan di kisaran harga US$1200 per troy ounce Dalam perdagangan awal pekan kemarin, harga emas turun menjadi US$1204,45,terendah sejak pertengahan Maret lalu.

Sejumlah faktor membebani harga emas, termasuk tren kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve AS yang mendorong kenaikan indeks dolar, sehingga menekan harga emas. Kendati demikian, kenaikan suku bunga diyakini akan mendongkrak laju inflasi, yang berdampak positif pada harga emas.

Menurut Nitesh Shah, ahli strategi komoditas dari ETF Securities, secara tradisional emas adalah saran alindung nilai terhadap inflasi. “Kami meyakini bahwa ibnflasi di AS akan tetap menguat dan akan tumbuh ke atas 2 persen. Oleh karena itu suku bunga riil di AS, meskipun suku bunga meningkat, akan tetap rendah,” kata Shah seperti dikutip CNBC (12/7).

Shah memprediksikan, kondisi tersebut akan memberi peluang kepada harga emas untuk meningkat menjadi sekitar US$1.260 per troy ounce, pada akhir tahun nanti. Oleh karena itu, imbuhnya, emas akan memberi perlindungan terhadap peristiwa berisiko.

“Emas tetap menjadi lindung nilai yang sangat bagus terhadap berbagai risiko, dan dengan kondisi seperti peningkatan eskalasi ketegangan di Timur Tengah, atau saling provokasi AS dan Korea Utara, kami pikir, harga emas mempunyai potensi untuk melompat jika salah satu peristiwa tersebut muncul ke permukaan,” Shah menambahkan.

Bahkan menuut Adrian Ash, direktur riset komoditas di Bullion Vault,  harga emas saat ini bisa berarti lebih murah, terutama bagi investor yang berupaya mendapatkan lindung nilai dari keumngkinan kejatuhan harga aset lain.

“Emas cenderung berperan dengan baik, ketika aset lain bertingkah buruk, dan menjadi yang terbaik dibanding yang lain ketika investor kehilangan kepercayaan kepada bank sentral,” paparnya.

“Emas dan perak cenderung akan meningkat tajam jika konsensus pasar tiba-tiba memperkirakan Bank Sentral Eropa (ECB) dan juga Bank of England akan bergabung dengan The Fed, untuk secepat mungkin memangkas stimulus moneternya,” imbuh Ash.

Sementara itu, Suki Cooper, analis logam mulia di Standard Chartered Bank berpendapat, harga emas pada saat ini berada pada titik peluang beli. “Penutupan harga emas sebesar US$1.200 per ounce, menawarkan peluang menarik untuk membeli,” ungkapn Cooper dalam catatan risetnya.

Namun ia memperingatkan bahwa masih ada beberapa penghalang, yang bisa menekan harga emas tetap rendah. Pertama adalah imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) berjangka 10 tahun yang mencapai 2,4 persen, tertinggi sejak pertengahan Mei lalu.

“Penurunan kembali harga emas, berkaitan dengan kenaikan imbal hasil riil tertinggi tahun ini di AS, begitu juga dengan kenaikan tajam imbal hasi riil di Eropa ke level tertinggi selama lebih dari seteahun terakhir,” kata Joni Teves, ahli strategi UBS, dalam catatan risetnya, Senin lalu.

Kedua, reformasi pajak terbesar di India dalam 70 tahun terakhir. Pajak barang dan jasa akan membebani permintaan selama Juli ini. Penerapan pajak baru mulai awal Juli lalu, menaikkan pajak emas dari 1,2 persen menjadi 3 persen.

“Laporan media menunjukkan bahwa permintaan emas turun antara 50 hingga 75 persen pada hari pertama perdagangan di bulan Juli ini,” kata Cooper. “Ada anekdot yang memastikan pandangan kami bahwa permintaan cenderung akan melemah pada awalnya, hingga permasalahan tagihan dan persediaan teratasi, namun setelah itu akan pulih kembali,” ia menambahkan.

Namun menurut UBS, selain beberapa kendala tersebut, investor cenderung mengambil posisi untuk mendukung emas. Posisi jangka panjang neto – dimana investor mengekspektasikan harga akan terus meningkat – pada emas telah menurun hingga 53 persen, atau 12 juta ounces, selama empat pekan terakhir.

Sementara itu posisi jangka pendek – yang mengekspektasikan harga emas akan turun – telah meningkat. Menurut UBS, perubahan ini akan membatasi kekuatan untuk menjual emas.

“Kondisinya akan cenderung menantang untuk mengambil posisi yang cukup besar, dengan memperhatikan harga emas yang sudah turun cukup besar, kecuali ada keyakinan kuat harga emas akan melorot hingga menembus US$1.110, yang menurut kami akan sulit terjadi,” ujar Teves.

“Kami mempertahankan pandangan kami bahwa emas akan pulih dari kejatuhannya yang terakhir karena pergerakan suku bunga riil yang lebih tinggi cenderung tidak akan terus berlanjut, dan kami melihat nilai angka lebih panjang pada level tersebut.” Read the rest of this entry

Investor mencari Brexit havens, emas melejit

Harga emas dunia kembali melonjak untuk hari kedua, Senin (27/6). Berdasarkan data Bloomberg, pagi tadi, harga kontrak emas untuk pengantaran segera melompat 1,5% menjadi US$ 1.335,55 per troy ounce. Pada pukul 08,14 waktu Singapura, harga kontrak yang sama diperdagangkan di posisi US$ 1.330,95 per troy ounce.

Pada Jumat (24/6) lalu, harga emas sempat bertengger di posisi US$ 1.358,54 per troy ounce. Level ini tidak pernah terlihat sebelumnya sejak Maret 2014 lalu. Kenaikan emas pada akhir pekan lalu sebesar 8,1% juga merupakan kenaikan harian terbesar sejak 2008. Read the rest of this entry

Sekarang Saatnya Membeli Emas: Deutsche Bank

Harga emas saat ini masih terbilang mahal, namun meningkatnya risiko ekonomi dan gejolak pasar sebaiknya disiasati investor dengan membeli emas untuk berjaga-jaga.

“Ada kenaikan tekanan di sistem keuangan global; terutama meningkatnya risiko siklus gagal bayar korporasi AS dan risiko devaluasi tajam renminbi yang disebabkan oleh tingginya arus keluar modal China,” papar Deutsche Bank dalam catatannya, Jumat (26/2).

“Membeli emas sebagai `asuransi` sangat dianjurkan,” imbuh bank Jerman itu, seperti dikutip CNBC. Deutsche Bank berpendapat sinyal ekonomi akhir-akhir ini menunjuk ke emas sebagai safe haven.

Kendati harga emas sudah turun dari kisaran US$1.900 pada 2011, menjadi sekitar US$1.200 per ounce akhir-akhir ini, Deutsche Bank menilai harga emas masih cukup mahal. Emasa masih berada dalam peringkat komoditas paling mahal, selama 15 tahun historis perdagangan emas.

“Agak seperti asuransi, yang pembeliannya seringkali tidak disukai banyak orang, sejumlah investor kemungkinan akan menolak untuk membeli pada level harga saat ini,” ungkap Deutsche Bank.

“Kendati demikian, kami berpendapat bahwa dengan semakin banyaknya penerapan suku bunga negatif secara global, biaya kepemilikan emas kini bisa diabaikan di banyak yurisdiksi. Oleh karena itu, emas layak diperdagangkan di level yang tinggi dibandingkan banyak aset lain,” tulis Deutsche Bank

Salah satu argumen yang menolak investasi di emas adalah sifatnya yang tidak menghasilkan imbal hasil (zero-yielding). Namun dengan kondisi pemangkasan suku bunga hingga memasuki teritori negatif oleh sejumlah bank sentral – termasuk Bank Sentral Eropa, Bank of Japan, bank sentral Swedia – mengikis keuntungan dari kepemilikan dana tunai, bertolak belakang dengan emas.

Pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat, menurut Deutsche Bank, juga dapat meringankan sejumlah risiko kejatuhan harga emas.

“Risikonya sedang menurun. Emas cenderung berkinerja buruk dalam kondisi pertumbuhan global yang kuat, bukan ketika sedang banyak hambatan. Pelambatan pertumbuhan, pasti menurunkan tekanan pada emas,” Deutsche Bank menambahkan.

Sebelumnya, bank swasta terbesar Jerman itu mengekspektasikan harga emas akan jatuh ke bawah US$1.000 per ounce pada kuartal keempat tahun ini, seiring dengan meningkatnya suku bunga Federal Reserve AS. Namun, alih-alih kenaikan suku bunga hingga tiga kali pada tahun ini, Deustche Bank belakangan mengekspektasikan The Fed akan lebih lama lagi menahan kenaikan suku bunga.

Dengan memperhatikan adanya kontraksi di sektor manufaktur yang berisiko menyebar ke sektor jasa-jasa, Deutsche Bank mengantisipasi hanya akan ada sekali kenaikan The Fed rate pada 2016. Sebaliknya, Deutsche Bank menaikkan perkiraan harga emas hingga kuartal empat nanti sebesar 26 persen ke kisaran US$1.230 per ounce.

Sepanjang tahun ini, berdaarkan data BNY Mellon, harga emas sudah naik hingga 16 persen terhadap euro, 17,5 persen terhadap dolar AS, hampir 24 persen terhadap poundsterling. Bahkan dibanding yen Jepang yang tengah mengalami apresiasi terhadap dolar AS, harga emas masih nak 9 persen terhadap yen.

Deutsche Bank mencatat harga emas cenderung menguat selama kuartal pertama tahun ini. Emas diekspektasikan akan mengalami pelemahan musiman, pada kuartal kedua dan ketiga nanti. Read the rest of this entry

Harga Emas Jatuh ke Titik Terendah Sejak 2009

Harga emas dunia jatuh ke titik terendahnya dalam enam tahun terakhir. Emas tidak lagi jadi sarana investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi.

Pada penutupan perdagangan akhir pekan ini, harga emas dunia mendarat di US$ 1.051,60 per ounce hampir setara harganya waktu 2009 lalu.

Harga emas memang sudah melempem sejak 2010 lalu ketika sempat jatuh sampai ke level US$ 1.045 per ounce. Jumat lalu sudah enam pekan berturut-turut harga emas melemah.

Biasanya, emas jadi idaman investor ketika ada guncangan di dunia, tapi zaman sekarang sudah beda lagi. Jatuhnya bursa China Agustus lalu ditambah aksi teror di Paris baru-baru ini tidak membuat emas jadi incaran investor.
Read the rest of this entry

Harga Emas Melonjak, Ini Penyebabnya

Hari ini, harga emas mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Di dalam negeri, harga emas Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik sampai Rp 7.000 per gram.

Seperti dikutip dari situs resmi Logam Mulia Antam, Selasa (2/12/2014), harga emas Antam tercatat Rp 523.000 per gram. Naik dibandingkan perdagangan kemarin yang berada di posisi Rp 516.000 per gram. Harga buyback emas Logam Mulia Antam juga naik dari Rp 450.000 per gram menjadi Rp 474.000 per gram.

Bambang Widjanarko, Manajer Pemasaran PT Logam Mulia, mengatakan bahwa kenaikan ini mengikuti harga emas dunia yang juga terdongrak. Saat ini, harga emas dunia sudah kembali menyentuh kisaran US$ 1.200/troy ons. Read the rest of this entry

Emas Global Naik ke USD1.223,61/Ons

Harga emas global naik ke level tertinggi dalam hampir dua minggu. Hal ini sebagai harapan kenaikan awal suku bunga AS mereda dan dolar kehilangan traksi setelah rilis minutes dari pertemuan kebijakan Federal Reserve lalu.

Mengutip laman Reuters, Singapura, Kamis (10/8/2014), harga emas di pasar Spot naik menjadi USD 1.223,61 per ons. Namun, sebelum kenaikan tersebut harga emas sempat terkupas perdagangan, dengan penurunan 0,2 persen di USD1.219,30 per ons.

Harga logam telah naik selama tiga hari Logam telah naik selama tiga hari. Emas berjangka AS melonjak lebih dari 1 persen menjadi USD1.224,30. Read the rest of this entry

Harga Emas Jatuh ke Titik Terendah 2014, Waktu yang Tepat Investasi?

Harga logam mulia milik PT Antam (Persero) menyentuh level terendah selama 2014 di angka Rp 483.000/gram untuk pecahan 1 Kg pada Jumat (26/9/2014). Rendahnya harga emas dalam negeri dipengaruhi turunnya harga emas dunia yang mencapai harga US$ 1.200 per troy ons.

Manajer Pemasaran PT Logam Mulia Bambang Widjanarko mengatakan, rendahnya harga emas saat ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mulai menginvestasikan dananya ke instrumen emas.

Menurutnya, emas merupakan salah satu bentuk investasi jangka panjang. Membeli emas saat harga rendah, lalu disimpan dalam waktu lama untuk mendapatkan harga jual yang lebih tinggi. Read the rest of this entry

Terus Tertekan, Emas Bahkan Bisa Jatuh di Bawah USD1.200 Per Ounce

Penguatan dolar yang dipicu prospek kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) terus menekan harga emas, bahkan kini logam mulia itu disebut-sebut masuk ke uji harga di bawah USD1.200 per ounce.

Seperti dilansir Reuters, Senin (22/9), pelemahan harga emas, juga diikuti penurunan harga perak dan logam mulia lain seperti platinum. Harga spot emas di Singapura hari ini tenggelam di angka USD1.208,36 per ounce, perak turun ke USD17,30 per ounce, platinum ke tingkat terendah 9 bulan yakni USD1.322,30 per ounce, juga palladium anjok ke titik USD100 sejak menyentuh harga tertinggi dalam 13,5 tahun pada 1 September.

“Sulit mendapatkan gairah pasar untuk kelompok logam mulia pada situasi saat ini, harga akan terus tertekan,” ujar analis INTL FCStone, Edward Meir, dalam catatannya kepada investor.

Menurut dia, emas rentan terhadap sisi negatif, “Support terdekat berada di USD1.200, juga level psikologis, untuk selanjutnya ke USD1.180.”

Penurunan harga emas belakangan ini telah menghapus hampir seluruh kenaikan yang didapat sepanjang tahun 2014 ini, sehingga hanya tersisa kenaikan 0,7 persen. Padahal tahun 2013, emas kehilangan 28 persen nilai. Read the rest of this entry

Emas di Asia Naik Saat Dolar Negatif

Emas berjangka menguat di pasar Asia pada perdagangan Kamis (19/6/2014). Penguatan seiring pelemahan dolar AS.

Bank sentral AS setelah pertemuan dua hari mengisyaratkan lebih agresif untuk menaikan suku bunga pada tahun depan. Tetapi menurunkan proyeksi tingkat bunga dalam jangka panjang.

Kebijakan ini membawa dolar AS ke posisi lebih rendah dalam dua pekan terakhir. Demikian mengutip cnbc.com. Read the rest of this entry