Blog Archives

Ini Penyebab Maraknya Aksi Beli Asing di Bursa Saham Indonesia

Meskipun banyak investor bersikap waspada terhadap bursa saham emerging market belakangan ini, namun tak sedikit pemburu saham global yang terpikat oleh kinerja bursa saham Indonesia. Kepercayaan investor asing terhadap pemerintah dan daya tarik potensi perekonomian Indonesia semakin meningkat.

“Untuk tahun 2016 Indonesia bisa beranjak menjadi bagaimana seharusnya India pada 2015,” kata Herald van der Linde, ahli strategi ekuitas Asia, di HSBC, seperti dikutip Financial Times, (9/3).

Sepanjang tahun ini, indeks harga saham acuan bursa Indonesia, IHSG, sudah memberikan gain hingga 4,8 persen, atau 9,7 persen dalam hitungan dolar. Masuk dalam jajaran 10 bursa saham bekerja terbaik di dunia.

Kenaikan tersebut terjadi di tengah kecenderungan pelemahan di bursa saham Asia yang terbebani oleh kekhawatiran akan ekonomi China. Indeks MSCI Asia – tidak termasuk Jepang – turun 4 persen sejak awal tahun ini, tak jauh berbeda dengan bursa saham negara maju.

Penguatan bursa saham Indonesia, terjadi setelah mengalami turbulensi tahun lalu ketika kejatuhan harga komoditas menyeret turun pertumbuhan ekonomi ke bawah 5 persen, dan mata uang rupiah anjlok terhadap dolar. Namun dukungan reformasi kebijakan ekonomi pemerintahan Joko Widodo, menurut para analis, mampu menyegarkan kembali perekonomian untuk mendorong pertumbuhan.

“Pada dasarnya, orang berpendapat bahwa langkah-langkah tersebut akan dapat dikerjakan – dan semua itu akan mendorong pertumbuhan,” kata David Mann, kepala ekonom Asia, Standard Chartered. “Di seluruh kawasan, negara-negara yang terlihat lebih baik dalam melakukan apa yang telah diucapkan, akan mendapatkan perhatian pasar,” imbuhnya.

Sejauh ini pemerintahan Jokowi telah menggulirkan sederet paket stimulus, memberantas pungutan liar, dan menggencarkan pembangunan sejumlah proyek infrastruktur. Kenaikan belanja negara sebesar 7,3 persen diharapkan akan mendongkrak pertumbuhan hingga ke atas 5 persen pada akhir kuartal ini.

“Saat ini, semua orang bersikap bullish terhadap Indonesia,” kata Jehanzeb Naseer, di Credit Suisse. “Perubahan yang terjadi sejak tahun lalu adalah belanja pemerintah banyak meningkat, dan menjadi perangsang pertumbuhan,” Naseer menambahkan.

Analis mengatakan, proporsi terbesar dari kenaikan IHSG dirasakan di sektor konsumer karena proyek-proyek konstruksi besar menciptakan lapangan kerja bagi pekerja kasar, mendorong permintaan akan produk konsumsi dasar seperti rokok, makanan kecil, dan pulsa telepon.

“Anda harus masuk sejauh mungkin ke pasar-pasar sebagai taktik untuk menarik masyarakat Indonesia, karena itulah yang dilakukan Jokowi,” kata Harry Su, kepala riset Bahana Securities. “Jokowi mendapat dukungan dari banyak orang di lapisan bawah dengan penciptaan kerja melalui proyek-proyek infrastruktur,” lanjutnya.

Kondisi tersebut tercermin pada kenaikan harga saham-saham rokok dan makanan di bursa saham Indonesia, seperti HM Sampoerna [HMSP 102,400 900 (+0,9%)] dan Indofood [INDF 7,425 125 (+1,7%)]. Kenaikan juga terjadi pada harga saham media yang ikut menangguk keuntungan dari kenaikan belanja iklan perusahaan produk konsumsi, seperti Media Nusantara Citra [MNCN 1,980 80 (+4,2%)].

Selain kebijakan fiskal yang ekspansif, melambatnya inflasi dan prospek penurunan suku bunga juga menjadi pendorong minat investor. Bank Indonesia telah memangkas suku bunga acuan menjadi 7 persen dari 7,5 persen pada awal tahun ini. Bahana Securities memperkirakan, BI akan kembali memangkas suku bunga pada bulan-bulan mendatang menjadi 6,25 persen pada akhir tahun nanti.

Namun penurunan suku bunga acuan BI dinilai tak akan menguntungkan saham-saham keuangan, karena akan menekan net interest marjin perbankan. Harga saham sejumlah bank besar, seperti Bank Rakyat Indonesia [BBRI 11,175 50 (+0,4%)], Bank Mandiri [BMRI 10,175 25 (+0,2%)], dan Bank BCA [BBCA 13,500 50 (+0,4%)], mulai bergreak turun. Read the rest of this entry

Advertisements

Indofood Bagi Dividen Rp220/Saham

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menyetujui pembagian dividen tahun buku 2014 senilai Rp220 per saham atau sekitar Rp1,94 triliun.

Presiden Direktur INDF, Anthoni Salim, kepada pers di Jakarta, Jumat (8/5), mengatakan pembagian dividen ini merupakan 50% dari raihan laba bersih sepanjang 2014 lalu senilai Rp3,88 triliun.

“Pembayaran dividen akan dilakukan pada 11 Juni 2015 mendatang,” katanya. Read the rest of this entry

Ini Daftar Laba 41 Emiten Bluechips LQ-45

Laba bersih emiten yang tergabung dalam indeks LQ-45 pada kuartal I/2015 jeblok alias turun 5,15% dengan pendapatan hanya tumbuh 2,57% pada periode yang sama. Simak daftar lengkapnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis.com, sebanyak 41 emiten LQ-45 telah mengumumkan laporan keuangan kuartal I/2015.

Sedangkan, empat emiten yang belum merilis kinerja adalah PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE), PT Excel Axiata Tbk. (EXCL), PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG), dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG).

Dari 41 emiten tersebut, sebanyak 40 emiten membukukan laba bersih dengan total Rp42,64 triliun pada periode Januari-Maret 2015, dibandingkan dengan tahun lalu Rp44,96 triliun. Read the rest of this entry

Inilah Estimasi Kinerja INDF di Tahun 2014-2016

Persaingan di industri tepung makin intensif dengan naiknya pasokan dari pemain lama dan pendatang baru yang akan mempertahankan kapasitas industri pada level 60%.

“Dengan pendatang baru membentuk kebijakan harga agresif Rp10.000/sak lebih rendah dibanding Bogasari, diyakini Bogasari akan terus bertahan di posisi keunggulannya dengan menerapkan harga yang diturunkan di level sama sebagaimana terbukti pada bulan Agustus dan September (masing-masing turun 2%),” ujar analis PT Indo Premier Securities Julianto Wongso, Kamis (4/12).

Menurutnya ruang untuk menaikkan margin terbatas bagi produksi tepung meskipun biaya produksi turun seperti harga gandum yang turun 9% di bulan Juni. Diperkirakan marjin sebelum pajak Indofood tetap di level 7% di masa yang akan datang.

Dalam skala jangka panjang China Minzhong untuk meningkatkan kontribusi dari industrialisasi pertanian merupakan hal positif bagi Indofood Sukses Makmur [INDF 6,650 25 (+0,4%)]. Masalah struktural seperti ketersediaan tenaga kerja di pedesaan China dan naiknya upah pekerja diperkirakan akan menekan laba Minzhong.

Hal ini berakibat perubahan sentimen terhadap China Minzhong jadi negatif dan memicu revisi estimasi laba China Minzhong yang diperkirakan turun antara 48%-53% di periode 2014-2016.

Menuju tahun 2015 dan seterusnya, sinergi Minzhong dengan INDF seperti peniruan industrialisasi pertanian ala China Minzhong di Indonesia dimulai yang akan menolong menurunkan ketergantungan INDF pada bahan baku bermerek.

Julianto menilai valuasi INDF tetap atraktif, diperdagangkan diskon 23% terhadap valuasi aset bersih versus historical diskon rata-rata 10% dalam 4 tahun terakhir. Diskon 23% terhadap aset bersih tidak beralasan bagi INDF mengingat masih memegang hak merek CBP. Di sisi lain harus diakui model bisnis INDF adalah semakin kompleks serta meningkatnya risiko yang terkait eksposur pendapatan dan utang luar negeri dalam denominasi valas dari akuisisi Minzhong. “Kami yakin saham tersebut bernilai beli mengingat pertumbuhan jangka panjang yang menjanjikan,” ujarnya.

Laba INDF diperkirakan turun antara 17%-21% di tahun 2014-2016 dengan memperhitungkan turunnya kontribusi dari plantation, Minzhong dan Bogasari. Tetapi target price tetap tidak berubah sebagaimana TP terhadap ICBP dinaikkan (dari Rp11.050 jadi Rp13.050). Sementara pasar terus memilih anak usahanya yang murni di sektor consumer (ICBP), hal itu atas dasar argumen valuasi saat ini punya saham ICBP lewat INDF saat ini lebih urah dibanding langsung memiliki saham Indofood CBP Sukses Makmur [ICBP 11,675 75 (+0,6%)].

Rasio P/E produk bermerek INDF hanya bervaluasi 13,3 kali versus ICBP senilai 19,7 kali dengan diskon curam mencapai 33 persen. Analis merekomendasikan Buy terhadap saham INDF.  (mk)

Year to 31 Dec 2012A 2013A 2014F 2015F 2016F
Revenue (Rp bn) 50,202 57,732 68,485 74,351 80,740
EBITDA (Rp bn) 6,753 6,089 8,033 8,802 9,778
EBITDA growth (%) 0.4 (9.8) 31.9 9.6 11.1
Net profit (Rp bn) 3,261 2,504 4,207 4,629 5,178
EPS (Rp) 371 285 479 527 590
EPS growth (%) 6.0 (23.2) 68.0 10.0 11.9
Net gearing (%) 4.2 25.0 30.5 35.1 37.1
PER (x) 19.0 24.8 14.8 13.4 12.0
PBV (x) 1.8 1.6 1.5 1.4 1.3
Dividend Yield (%) 2.5 2.6 2.0 3.4 3.7
EV/EBITDA (x) 9.4 11.8 9.3 8.9 8.2
Source: INDF, Indo Premier (share price closing as of : 02 Dec 2014)


Sumber : ipotnews.com

http://belajar-cara-membuat-website.blogspot.com/

 

Harga BBM Naik, Beli Saham-saham Ini

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dinilai jadi katalis positif bagi penguatan pasar saham Indonesia. Banyak saham direkomendasikan beli.

Gema Goeyardi, pendiri PT Astronacci Internasional mengatakan, venus memasuki zodiac baru pada 17 November 2014 kemarin dan Dua siklus astrologi Sun Square Jupiter dan Mars Square Uranus yang terjadi minggu lalu akan memberikan dampak bullish continuation pada IHSG.

“Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sebanyak Rp2.000 untuk premium dan solar akan menjadi katalis positif penguatan pasar saham Indonesia yang secara bersamaan pola harga pada IHSG telah siap naik lebih tinggi pasca mengalami konsolidasi kecil,” katanya kepada INILAHCOM di Jakarta, Selasa (18/11/2014).

Selasa menurut Gema, akan menjadi the confirmation day untuk pergerakan IHSG ke depan. Break out pada 17 November 2014 seharusnya disertai dengan penguatan lanjutan mencapai target harga terdekat di level 5.124 menutup area gap 1 Oktober 2014.

Bayang-bayang negatif dari ekonomi Jepang yang mengalami technical recession di kuartal ke 3 sehingga membuat indeks Nikkei terjatuh dalam, akan menjadi penghambat indeks naik secara agresif dalam minggu ini. “Oleh karena itu, bullish pendek IHSG terbatas hingga 5.180,” tuturnya.

Dari perspektif pasar AS, kenaikan Dow Jones diperkirakan hingga 17.800 dan 18.200. Anda tetap aman untuk trading hingga 20 November 2014 menyambut New Moon dan effect dari Sun Conjunction Saturn. “Selama IHSG tidak turun dari 4.900 maka bullish jangka menengah tetap akan bertahan di pasar,” imbuhnya.

Di atas semua itu, Gema menyodorkan strategi trading. Berikut ini rincian penjelasannya:

Read the rest of this entry

Rugi Kurs, Indofood Tetap Cetak Kenaikan Laba 57,6%

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatatkan laba sebesar Rp3,03 triliun pada kuartal III-2014. Laba ini naik 57,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,92 triliun.

“Kami akan terus memanfaatkan kekuatan model bisnis yang kami miliki guna menangkap peluang pertumbuhan jangka panjang,” jelas Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim dalam keterangan tertulisnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (31/10/2014).

Dia menjelaskan, penjualan neto konsolidasi Indofood tumbuh 22,1 persen menjadi Rp50,39 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp41,28 triliun. Read the rest of this entry

INDF Bagi Dividen Rp142 Per Saham

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) berencana membagikan dividen sebesar Rp142 per saham. Adapun pay ot ratio dividen yang diberikan kepada pemegang saham kali ini setara 50 persen dari laba bersih yang diperoleh perseroan di sepanjang tahun 2013.

“Ini bentuk apresiasi kami kepada para pemegang saham, memang sudah seharusnya kita memberikan dividen kepada para pemegang saham,” kata Direktur Utama dan Executive Officer Indofood [INDF 7,100 50 (+0,7%)], Anthoni Salim, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (16/5).

Anthoni mengatakan, bahwa manajemen Indofood akan tetap berkomitmen untuk mempercepat pertumbuhan, meningkatkan stakeholders value, serta menangkap berbagai potensi pasar yang tersedia di Indonesia. “Dividen akan dibayarkan perseroan pada tanggal 8 Agustus 2014,” jelasnya.

Sebagai informasi, Indofood mencatatkan penjualan bersih konsolidasi sebesar Rp57,73 triliun di sepanjang tahun 2013. Angka ini meningkat sebesar 15 persen dari Rp50,20 di tahun 2012.

Dalam hal kontribusi terhadap penjualan neto konsolidasi, lima kelompok usaha strategis perseroan yaitu Grup Produk Konsumen Bermerek, Bogasari, Agribisnis dan Distribusi memberikan kontribusi terhadap penjualan neto konsolidasi masing-masing sekitar 42%, 26%, 20% dan 8%. Sedangkan grup budidaya & pengolahan memberikan kontribusi 8%.

Dengan demikian, laba bruto meningkat 5,4% menjadi Rp 14,33 triliun dari Rp 13,59 triliun pada tahun lalu dan marjin laba bruto turun menjadi 24,8% dari 27,1% terutama karena turunnya laba bruto yang dihasilkan oleh hampir seluruh grup karena naiknya bahan baku, beban gaji, dan imbalan kerja karyawan.

Sementara, laba usaha turun 2,3% menjadi Rp 6,72 triliun dari Rp 6,88 triliun dan marjin laba turun jadi 11,6% dari 13,7%. Laba tahun berjalan yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk turun 23,2% menjadi Rp 2,50 triliun dari Rp 3,27 triliun terutama karena kerugian selisih kurs, marjin laba bersih turun menjadi 4,3% dari 6,5%. Read the rest of this entry

Musim Berbelanja Bagi Grup Salim

Grup Salim benar-benar sedang gila belanja. Kini, hampir tiap bulan kita disodori kabar tentang akuisisi yang dilakukan oleh konglomerasi bisnis ini.

Catatan KONTAN, sejak awal tahun ini sampai dengan November 2013, Grup Salim sudah menghabiskan nyaris Rp 25 triliun. Dana tersebut untuk membiayai akuisisi dan ekspansi bisnis, mulai dari bisnis makanan dan minuman, hingga sektor otomotif.

Yang terbaru, anak usaha Grup Salim, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) membentuk perusahaan patungan dengan JC Comsa Corp asal Jepang.  Rencananya, perusahaan ini akan berdiri Januari 2014. Elly Putranti, Sekretaris Perusahaan ICBP, menyatakan, ICBP memegang 51% saham di perusahaan
patungan tersebut.

Read the rest of this entry

Indofood Bagi Dividen Tunai Rp169 Per Saham

Induk usaha Grup Salim PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) [4,900 25 (+0,5%)] membagikan dividen tunai sebesar Rp169 per saham atau total sebesar Rp1,4 triliun.

Jumlah tersebut setara dengan 50% dari total laba bersih yang diperoleh perseroan sepanjang 2011 sebesar Rp3,08 triliun.

Keputusan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada hari ini, 11 Mei 2012.

Dalam kesempatan yang sama, pemegang saham anak usaha perseroan yakni PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk juga menyetujui pembagian dividen tahun buku 2011 sebesar Rp175 per saham atau total Rp1,02 triliun.
Read the rest of this entry

Kuartal I 2012, Penjualan Indofood Tembus Rp11,83 Triliun

Grup CBP memberikan kontribusi penjualan terbesar diikuti oleh Bogasari, Agribisnis dan Distribusi dengan kontribusi masing-masing 44 persen, 25 persen, 23 persen dan 8 persen

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) membukukan penjualan bersih konsolidasi sebesar Rp11,83 triliun di kuartal pertama 2012 atau naik 9,9 persen dari Rp10,76 triliun pada kuartal pertama 2011.

Pertumbuhan perusahaan dikontribusikan oleh kelompok usaha strategis, yaitu produk konsumen bermerek (CBP), Bogasari, Agribisnis dan Distribusi. “Grup CBP memberikan kontribusi penjualan terbesar diikuti oleh Bogasari, Agribisnis dan Distribusi dengan kontribusi masing-masing 44 persen, 25 persen, 23 persen dan 8 persen terhadap penjualan bersih konsolidasi,” papar Direktur Utama dan CEO Indofood Anthoni Salim, seperti dikutip dalam keterangan tertulis, hari ini.

Grup CBP mencatatkan pertumbuhan total nilai penjualan sebesar 13,4 persen, yang didorong oleh pentingkatan volume penjualan dihampir seluruh divisi dalam grup, sementara Grup Bogasari meningkat 5,9 persen terutama didorong oleh naiknya penjualan dan Grup Agribisnis bertumbuh sebesar 10,2 persen, terutama didorong oleh kenaikan volume penjualan produk minyak goreng dan lemak nabati.

Read the rest of this entry