Blog Archives

Rencana pajak tekan emiten ritel dan bank

Transaksi melalui kartu kredit kini mulai masuk radar aparat pajak. Kebijakan tersebut bisa mempengaruhi prospek bisnis emiten di Bursa Efek Indonesia, terutama emiten perbankan dan ritel.

Sekadar mengingatkan, melalui surat tanggal 23 Maret lalu, Kementerian Keuangan meminta bank menyerahkan data nasabah kartu kredit, berupa data pokok pemegang kartu kredit. Bank juga diminta menyampaikan data transaksi kartu kredit nasabah.

Bahana Securities menilai, pembukaan data pokok nasabah dan transaksi kartu kredit berpotensi menekan kinerja emiten ritel modern, terutama PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI). Selama ini, MAPI menyasar segmen menengah atas. “Belanja konsumer yang menggunakan kartu kredit akan menurun,” tulis Harry Su, Kepala Riset Bahana Securities, dalam riset yang diterima KONTAN, kemarin. Read the rest of this entry

Advertisements

Konsumsi Masyarakat Lambungkan MAPI

Daya beli masyarakat Indonesia setiap tahunnya meningkat dari US$3.400 menjadi US$3.800 memberikan peluang bagi PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) [6,500 -350 (-5,1%)] untuk memperbesar penetrasi pasar.

MAPI merupakan salah satu perusahaan ritel terbesar di Indonesia dengan keistimewaan memegang ijin merek terkenal untuk dipasarkan di Indonesia. Tak ayal, segmen menengah ke atas turut menghiasai gerai-gerai MAPI [6,500 -350 (-5,1%)].

Tim Riset MNC Securities memaparkan, segmen menengah ke atas dari konsumen MAPI [6,500 -350 (-5,1%)] ini membuat pendapatan perseroan tidak berubah signifikan ketika kondisi ekonomi global yang tidak jelas. Pendapatan triwulan I meningkat 29,3% menjadi Rp2,117 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu Rp1,639 triliun.

MAPI berencana melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau private placement dan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:10.
Read the rest of this entry