Blog Archives

Keluarga Riady dan Temasek Berencana Lepas Saham Matahari

Para pemegang saham utama berencana menjual saham mereka di PT Matahari Putra Prima Tbk dalam sebuah kesepakatan yang memberi value kepada emiten ritel tersebut senilai USD1 miliar. Para pemegang saham utama tersebut termasuk perusahaan investasi Singapura, Temasek Holdings Pte Ltd, dan keluarga Mochtar Riady dengan perusahaannya PT Multipolar Tbk.

Untuk diketahui, PT Matahari Putra Prima Tbk [MPPA 1,410 110 (+8,5%)] sebagai perusahaan ritel terbesar yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI), 50,2 persen sahamnya dimiliki oleh taipan Mochtar Riady melalui perusahaan PT Multipolar Tbk [MLPL 378 6 (+1,6%)]. Sedangkan Temasek memiliki 26,1 persen saham yang diperoleh pada 2013 dengan harga pembelian USD300 juta. Matahari Putra Prima memiliki hampir 300 outlet.

Rencana para pemegang saham utama melepas saham mereka di Matahari diungkapkan seorang sumber yang mengetahui masalah itu, seperti dilansir laman The Wall Street Journal, wsj.com, Kamis (2/1).

Seorang juru bicara Multipolar mengatakan bahwa pihaknya telah menerima ketertarikan kuat dari beberapa pihak untuk saham di Matahari dan tengah mengevaluasi beberapa proposal dengan bantuan penasihat keuangan. “Kami percaya nilai pasar Matahari saat ini di bawah nilai sebenarnya secara signifikan,” tegas juru bicara tersebut.

Adapun sumber informasi dari rencana itu mengakui bahwa rencana pelepasan saham ini masih di tahapan yang sangat awal.

Potensi penjualan Matahari dinilai memberi kesempatan kepada investor asing untuk menapak di Indonesia sebagai salah satu pasar ritel terbesar Asia, namun diingatkan bahwa bisnis ritel saat ini tengah menghadapi persaingan ketat dari ritel online serta peningkatan biaya operasi.

Meski Indonesia dipandang sebagai lokasi menarik berbisnis ritel, namun penjualan hypermarket di Indonesia mengalami penurunan di saat peritel online seperti Lazada Group dari Singapura terus berekspansi di kawasan, terutama di Indonesia. Analis memperkirakan pasar e-commerce Indonesia yang masih relatif kecil akan menjadi salah satu yang terbesar di Asia dalam tahun-tahun mendatang, sehingga menarik sejumlah pebisnis e-commerce dunia. Lazada, misalnya, mendapat dukungan langsung dari raksasa e-commerce China, Alibaba Group Holding Ltd.

Matahari sendiri dalam beberapa bulan terakhir mengalami pukulan seiring perlambatan ekonomi. Perseroan mengaku memperoleh laba bersih Rp32,7 miliar pada periode sembilan bulan hingga September 2016, turun 88% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Namun, perseroan menyatakan optimistis bakal meraih peningkatan untuk laba bersih secara keseluruhan pada 2016, karena memangkas biasa cadangan dan terus membuka outlet baru.

Jika terlaksana, kesepakatan pelepasan saham tersebut akan menambah permintaan untuk saham yang terkait konsumen di Indonesia. Nilai kesepakatan di Indonesia tahun lalu mencapai USD8,9 miliar, naik dari USD5,5 miliar pada 2015, dengan permintaan sebagian besar untuk saham perusahaan teknologi, ritel, dan sumber daya alam, menurut data  Dealogic.

Matahari Putra Prima memiliki kapitalisasi pasar USD492 juta, dengan 24 persen saham dilepas ke publik.(ha)
Read the rest of this entry

Advertisements

Temasek Holdings Akan Beli 26,1 Persen Saham Matahari

Perusahaan pelat merah Singapura, Temasek Holdings, akan membeli 26,1 persen saham di PT  Matahari Putra Prima Tbk, operator jaringan hipermarket terbesar kedua di Indonesia.

Disebutkan, pembelian saham  Matahari Putra Prima [MPPA 1,530 300 (+24,4%)] senilai USD300 juta tersebut dilakukan melalui PT Multipolar. Demikian diungkapkan Corporate Secretary Multipolar Chrysologus Sinulingga seperti diberitakan Reuters, Senin (4/2). Read the rest of this entry

Multipolar Siapkan Rp 1 Triliun Buka 20 Gerai Baru Hypermart

PT Multipolar Tbk (MLPL) menyediakan dana sebesar Rp 1 triliun untuk menambah 20 gerai baru hypermart di beberapa wilayah di Indonesia, diantaranya Jakarta, Sulawesi (Bau-Bau, Palopo), Kalimantan, Sumatera (Palembang), Pekanbaru, Dumai. Penambahan gerai baru tersebut untuk mendukung ekspansi perusahaan di luar pulau Jawa.

Direktur Utama Multipolar Eddy Handoko mengatakan, pihaknya akan menginvestasikan sekitar Rp 50-60 miliar untuk satu gerai baru. Tahun lalu, Multipolar telah menambah 17 toko baru di wilayah Kupang dan Kendari.

“Tahun ini kita akan nambah sekitar 20 gerai. Ini toko-toko baru. Satu toko baru sekitar Rp 50-60 miliar. Kebanyakan di luar kota karena pertumbuhan ritel dan konsumer adanya di luar kota,” kata Eddy saat diskusinya bersama wartawan, di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (4/2/13).
Read the rest of this entry