Blog Archives

Antam Ciputra Terlempar, Ini Daftar Saham LQ-45 Agustus 2015-2016

PT Bursa Efek Indonesia mengumumkan daftar baru anggota 45 saham paling likuid dalam Indeks LQ-45 periode Agustus 2015-Januari 2016. Dua emiten terlempar dan dua lainnya masuk sebagai anggota baru.

Eko Siswanto, Kepala Divisi Operasional Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), mengatakan perubahan Indeks LQ45 berlaku untuk periode perdagangan Agustus 2015 sampai Januari 2016.

Dua emiten yang terlempar dari Indeks LQ45 yakni PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) [525 -5 (-0,9%)] dan PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) [1,070 -85 (-7,4%)]. Adapun, dua anggota baru indeks bergengsi ini adalah PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) [455 5 (+1,1%)] dan PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WTON) [1,020 -5 (-0,5%)].

Berikut daftar lengkap saham LQ-45 periode Agustus 2015-Januari 2016:

Read the rest of this entry

Advertisements

Harga Saham PGAS Terjun -33,7 Persen, Ini Kata Analis

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (kode saham PGAS) membukukan laba bersih Rp109 miliar atau turun -38,1% (YoY) per akhir triwulan pertama 2015 (1Q15). Penurunan laba ini karena harga jual gas yang melemah kepada PT PLN (persero).

Volume distribusi gas turun menjadi 796 mmscfd atau drop -9,1% (YoY) dan -9,8% (QoQ) karena faktor perlambatan ekonomi yang merupakan akibat dari demand terhadap suplai listrik yang melemah.

Hal itu diperburuk, penaikan tarif listrik sekitar 30%-40% yang terjadi pada akhir tahun 2014 seiring usaha pemerintah mengurangi subsidi. Demand terhadap energi listrik hanya tumbuh 2,5% (YoY) pada 1Q15, relatif melemah dibandingkan dengan pertumbuhan tahun lalu yang mencapai 7,6% (Yoy). Sebagai akibatnya laba PGN lebih rendah dibandingkan estimasi para analis.

Konsolidasi Distribusi
Dengan tujuan lebih tangguh terhadap standar akuntansi yang baru, PGN telah melakukan dekonsolidasi 60% sahamnya di anak usaha, Transportasi Gas Indonesia (TGI) mulai 1 Januari 2015. Ini telah berdampak terhadap laporan rugi laba perseroan.

“Kami telah mengubah perkiraan laba PGN guna mereflesikan implementasi tersebut tetapi perubahan perlakuan standar akuntansi akan berdampak netral terhadap fundamental perseroan,” demikian riset analis PT Indo Premier Securities Chandra Pasaribu dalam riset yang dipublikasikan pekan kemarin.

Laba Turun
Laba [PGAS 4,045 65 (+1,6%)] diperkirakan turun -29,6% pada tahun ini dan -23,8% pada tahun 2016. Hal ini merupakan cermin dari pertama: turunnya volume distribusi. Kedua de-konsolidasi TGI dan ketiga: biaya pengembangan aset migas di sektor hulu yang disertai penurunan pendapatan menjelang tahun 2016-2017.

Menurut Chandra, penurunan asumsi volume distribusi 11,9% di tahun 2015 dan 15,3% pada 2016 untuk menggambarkan demand terhadap listrik yang melemah. Namun demikian marjin distribusi tetap di sekitar US$3,5 per MMBTU.

Upgrade ke Buy
Pelemahan kinerja tersebut sudah dicerminkan pada harga pasar saham PGAS saat ini yang sudah terkoreksi -33,7% (ytd) versus IHSG yang turun -1,5%. Sentimen pelemahan harga dari hasil operasional perseroan yang melemah dan kedua faktor harga minyak yang turun sehingga mempengaruhi prospek aset migas di sektor hulu.

Meski begitu, Chandra mengubah pendapat secara positif terhadap saham PGAS meskipun perseroan menghadapi kendala saat ini. Prospek positif tersebut seiring perkiraan demand terhadap listrik pada 2016 sebagai dampak kebijakan fiskal dan moneter yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan.

Selain itu harga minyak juga akan meningkat sehingga akan membantu pemulihan revenue PGAS dan valuasi aset migas di sektor hulu.

“Secara keseluruhan kami yakin fundamental PGAS tetap solid tetapi perseroan memang menghadapi ketidakpastian akibat perlambatan ekonomi,” tambahnya. Ia merekomendasikan buy saham PGAS dari sebelumnya hold dengan target harga (TP) Rp5000 per saham.  (mk)

Read the rest of this entry

PGAS Bagikan Dividen Rp144,84 Per Lembar Saham

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp144,84 per lembar saham dari laba bersih 2014 yang mencapai US$722,75 juta.

“Hari ini RUPS PGN memutuskan untuk membagikan dividen tahun buku 2014 sebesar Rp144,84 per lembar saham,” kata Vice President Corporate Communication PGN [PGAS 4,830 35 (+0,7%)], Ridha Ababil, di Jakarta, Senin (6/4).

Dia menyebutkan, laba bersih perseroan di 2014 mencapai US$722,75 juta yang ditopang kenaikan pendapatan neto sebesar US$3,41 miliar atau mengalami kenaikan 13,6 persen dibandingkan 2013.

Sementara itu, jelas dia, laba operasi PGAS di 2014 mencapai US$982,06 juta atau mengalami kenaikan 5,2 persen dibandingkan setahun sebelumnya.

Ridha menyebutkan, EBITDA perseroan di 2014 mencapai US$1,16 miliar atau meningkat dibandingkan dengan periode yang sama di 2013 yang sebesar US$1,12 miliar.

Lebih lanjut Ridha mengatakan, rapat hari ini juga memutuskan untuk mengubah susunan komisaris. “Ada enam komisaris, ada lima komisaris yang baru,” katanya sembari menyebutkan bahwa M Zamkhani tetap menjabat sebagai komisaris.

Berikut ini susunan komisaris dan direksi PGN berdasarkan hasil keputusan RUPST 2015:

Komisaris

Komisaris Utama (Independen): Iman Sugema
Komisaris: Tirta Hidayat
Komisaris: Mohammad Ikhsan
Komisaris: Paiman Rahardjo
Komisaris (Independen): IGN Wiratmaja Puja
Komisaris: M Zamkhani

Direksi

Direktur Utama: Hendi Prio Santoso
Direktur: M Wahid Sutopo
Direktur: Jobi Triananda Hasjim
Direktur: Djoko Saputro
Direktur: M Riza Pahlevi Tabrani
Direktur: Hendi Kusnadi Read the rest of this entry

Gara-gara Minyak, Analis Mengkhawatirkan Kinerja PGN

Perusahaan Gas Negara (PGN) menghabiskan anggaran US$1,2 miliar pada bisnis hulu migas ketika harga minyak di atas US$100 per barel. Tiba-tiba terjadi kejutan saat harga minyak jatuh ke level US$50 per barel yang akan berdampak signifikan terhadap nilai aset hulu tersebut.

Nilai Aset PGN ( [PGAS 5,375 -100 (-1,8%)]) turun pada tahun buku 2014 tanpa merilis tolok ukur. Tetapi hal ini tidak berdampak terhadap pada kas perseroan. Fair value aset tersebut akan ditentukan oleh nilai masing-masing aset saat ini. Nilai aset migas akan menjadi sangat sensitif terhadap perbedaan asumsi harga minyak dan tingkat diskonto.

Proyek Transmisi Gas
PGN telah memulai pembangunan jaringan transmisi baru, Kalija tahap I, pipanisasi sepanjang 200 km di Jawa Tengah dengan kapasitas 200 mmscfd. Nilai investasi proyek baru ini mencapai US$200 juta.

Proyek ini diperkirakan selesai pada akhir tahun 2015. Sedangkan pendapatan baru akan dibukukan pada tahun 2016. Fee transmisi akan didasarkan pada ROI WACC ditambah marjin sebesar 1% hingga 2%.

Analis PT Indo Premier Securities Chandra Pasaribu memperkirakan, fee transmisi sekitar US$0,685 per MMBTU dibandingkan dengan rata-rata fee transmisi saat ini sekitar US$0,55.

FSRU Lampung
Sementara fasilitas LNG apung di Lampung sudah selesai proses uji coba operasionalnya dan siap beroperasi secara komersial pada 2015. Fasilitas ini akan meningkatkan pasokan gas dari 60-80 mmscfd di tahun 2015 sampai ke kapasitas penuh 240 mmscfd pada 2018.

Tetapi kemampuan jual LNG mengkhawatirkan karena harga rata-rata lebih tinggi sebesar US$17-19 per MMBTU dibandingkan dengan harga gas transmisi pipa sebesar US$0,24 per MMTBU.

“Kita asumsikan fasilitas ini hanya akan beroperasi 80% dari kapasitas terpasang (190 mmscfd) pada 2018 dan seterusnya,” kata Chandra dalam riset yang dipublikasikan, Rabu (25/2).

Rekomendasi Hold
Target price saham PGN dipangkas menjadi Rp5.900/saham karena faktor memasukkan proyek transmisi pipa Kalija. Faktor lain menambahkan pendapatan dari FSRU Lampung dari apa yang sebelumnya dianggap sebagai proyek yang berdiri sendiri.

Faktor lain adalah turunnya nilai aset migas akibat turunnya harga minyak dan turunnya nilai FSRU Jawa Barat karena laba bersih yang di bawah ekspektasi. Oleh karena itu, masuknya proyek Kalija tidak cukup untuk mengimbangi penurunan nilai aset migas dan FSRU Jawa Barat. (mk)

Read the rest of this entry

Meneropong Saham Terbaik dari Segi Pertumbuhan

Berinvestasi reksa dana, maka tidak hanya akan memperoleh dividen, namun keuntungan dalam satu tahun akan dikurangi management fee sebesar 1 – 2%.

Pengamat pasar modal Teguh Hidayat menuturkan, jika memperoleh keuntungan 20% per tahun, maka realisasinya kurang lebih hanya 17%.

PT Astra International Tbk (ASII) dengan CAGR 27,7%, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dengan CAGR 27,5%. Dia mengatakan perusahaan ini cukup royal dalam membagikan dividen.
Read the rest of this entry

Harga BBM Naik, Beli Saham-saham Ini

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dinilai jadi katalis positif bagi penguatan pasar saham Indonesia. Banyak saham direkomendasikan beli.

Gema Goeyardi, pendiri PT Astronacci Internasional mengatakan, venus memasuki zodiac baru pada 17 November 2014 kemarin dan Dua siklus astrologi Sun Square Jupiter dan Mars Square Uranus yang terjadi minggu lalu akan memberikan dampak bullish continuation pada IHSG.

“Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sebanyak Rp2.000 untuk premium dan solar akan menjadi katalis positif penguatan pasar saham Indonesia yang secara bersamaan pola harga pada IHSG telah siap naik lebih tinggi pasca mengalami konsolidasi kecil,” katanya kepada INILAHCOM di Jakarta, Selasa (18/11/2014).

Selasa menurut Gema, akan menjadi the confirmation day untuk pergerakan IHSG ke depan. Break out pada 17 November 2014 seharusnya disertai dengan penguatan lanjutan mencapai target harga terdekat di level 5.124 menutup area gap 1 Oktober 2014.

Bayang-bayang negatif dari ekonomi Jepang yang mengalami technical recession di kuartal ke 3 sehingga membuat indeks Nikkei terjatuh dalam, akan menjadi penghambat indeks naik secara agresif dalam minggu ini. “Oleh karena itu, bullish pendek IHSG terbatas hingga 5.180,” tuturnya.

Dari perspektif pasar AS, kenaikan Dow Jones diperkirakan hingga 17.800 dan 18.200. Anda tetap aman untuk trading hingga 20 November 2014 menyambut New Moon dan effect dari Sun Conjunction Saturn. “Selama IHSG tidak turun dari 4.900 maka bullish jangka menengah tetap akan bertahan di pasar,” imbuhnya.

Di atas semua itu, Gema menyodorkan strategi trading. Berikut ini rincian penjelasannya:

Read the rest of this entry

Saham PGN Langsung Rebound Merespon Penolakan Akuisisi

Penolakan atas rencana akuisisi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk oleh PT Pertamina (Persero) mendapat sambutan positif investor di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada pembukaan perdagangan kemarin, harga saham PGN [PGAS 4,695 310 (+7,1%)] Rp4.410 dan ditutup menguat pada Rp4.695. Artinya saham plat merah tersebut menguat tujuh persen merespon penolakan akuisisi PGN oleh Pertamina.

“Penolakan dari berbagai pemangku kepentingan atas rencana Pertamina mengakuisisi PGN, mengembalikan kepercayaan investor terhadap saham PGN,” kata analisis Panin Sekuritas, Fajar Indra ketika dihubungi wartawan, Selasa (21/1).
Read the rest of this entry

Saham PGN Terombang Ambing Ketidakjelasan Akuisisi oleh Pertamina

Berita bahwa pemerintah merestui PT Pertamina (Persero) mengakuisisi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) [4,380 -40 (-0,9%)] dalam rapat yang berlangsung di Jakarta pada 7 Januari 2014 cukup mengejutkan. Meski akhirnya Menteri BUMN Dahlan Iskan bilang belum ada keputusan final namun perlahan-lahan sentimen tersebut telah membuat saham perusahaan gas pelat merah ini tergerus.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/1/2014) mencatat harga saham PGN yang berkode PGAS [4,380 -40 (-0,9%)] hingga perdagangan pukul 11.00 WIB terus bergerak melemah sejak munculnya isu akuisisi oleh Pertamina.

Seperti diketahui, risalah rapat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan bersama dewan direksi dan komisaris Pertamina pada 7 Januari 2014 menyatakan penyatuan PT Pertagas dengan PGN sebagai langkah terbaik.
Read the rest of this entry

Ini Rekomendasi Teknikal Saham PGAS

Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) bergerak positif pada transaksi hari ini (28/10). Pada penutupan sesi I, saham PGAS ditutup dengan lompatan 3% menjadi Rp 5.100.

Analis Indo Premier Securities Muhammad Wafi memberikan rekomendasi buy on weakness untuk saham ini. Dia menjelaskan, jika dilihat secara teknikal, grafik mingguan saham PGAS menunjukkan terjadinya penurunan harga yang cukup tajam dengan volume yang cukup tinggi sehingga membentuk candle berupa full black body. Selain itu, MACD negatif, stochastic mendekati oversold.
Read the rest of this entry

Naik 12%, Laba PGN US$457,5 Juta

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) [5,400 300 (+5,9%)] mencatat pertumbuhan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 12% menjadi US$457,5 juta paruh pertama tahun ini, dari US$409,8 juta periode yang sama tahun lalu.

Sekretaris Perusahaan PGN Heri Yusuf dalam publikasi ke BEI, Jumat (30/8) menuturkan, pencapaian ini didukung oleh kenaikan pendapatan bersih sekitar 26% dari US$1,183 miliar per Juni 2012 menjadi US$1,491 miliar Juni 2013.

Kinerja keuangan konsolidasi selama semester satu tahun ini diperoleh dari pendapatan distribusi dan transmisi, serta pendapatan usaha anak perusahaan. Pendapatan dari usaha distribusi dan transmisi PGN dan anak perusahaan naik 26%, dengan kenaikan volume dari 800 MMSCFD menjadi 827 MMSCFD.

Peningkatan volume distribusi gas oleh PGN pada semester pertama tahun ini sejalan dengan meningkatnya volume pasokan yang diperoleh dari pemasok meskipun usaha distirbusi PGN di SPBU 2, Sumatera Utara mengalami penurunan disebabkan sumur gas perseroan.
Read the rest of this entry