Blog Archives

Portfolio Management Saham

Tulisan ini tidak bermaksud untuk menggurui teman-teman yang sudah berpengalaman, ini hanya sekedar sharing kepada teman-teman yang baru terjun ke dunia saham ini.

Seperti yang kita ketahui pertumbuhan ekonomi Indonesia yang signifikan memacu kenaikan IHSG yang terus menerus mencetak rekor baru & membuka peluang investasi di bidang saham.Pemain baru atau newbie terus bertambah karena semakin mudahnya trading via online trading dan ada yang bisa trading melalui smartphone BlackBerry.

Pemahaman yang keliru bahwa bermain saham bisa membuat kita kaya mendadak semakin menarik bagi generasi muda range usia 25 sd 35 thn . Golongan usia seperti ini tipe yang sangat agresif (he..he..saya termasuk di dalamnya ) dan bermain hanya berdasarkan running trade, rumour dan bisikan-bisikan di sekitarnya (kalo ini saya gak ikut di dalamnya) .

Menurut pandangan saya, hanya 5% yang berhasil dari para newbie tersebut & yang 95% akan mundur dengan suka rela karena cutloss yang dalem atau portofolionya susut -75%.Yang 5% tersebut punya self control (kontrol diri) yang bagus, sabar,disiplin & mahir dalam manajemen portofolio.
Nah,supaya Anda bisa menjadi bagian 5% yang berhasil tersebut, ada baiknya membaca & menerapkan cara-cara seperti berikut ini:

RISK not more than 2% in one stock
Artinya begini ; Anda tidak boleh mengambil resiko dalam satu posisi melebihi 2% dari modal Anda.
Contoh, Anda mendapatkan berita siluman bahwa saham JPRS diyakini bisa jadi jackpot & setelah disearch ke beberapa media online ternyata mendukung berita tersebut, apalagi di situ disebutkan JPRS akan diangkat oleh Bandar ke 1500 (hanya illustrasi belaka). Terakhir Anda mengecek ke teman-teman senasib sepenanggungan ternyata juga disarani JPRS, klop dah pilihan hati jatuh ke JPRS.

Kita illustrasikan saja modal Anda Rp.100jt.  Risk 2% dari Rp.100jt, yaitu Rp.2jt.  Berarti resiko tertinggi dalam saham JPRS tersebut adalah Rp.2.000.000 saja
Saat ini JPRS di posisi Rp.1.000,- (contoh saja) dengan level cutloss di 920, selisih Rp.1.000 – Rp.920 = Rp.80,- then, risk 2% atau Rp.2.000.000 dibagi Rp.80,- = 25.000 lembar saham JPRS yg maksimal boleh Anda beli ,kalo dalam jumlah lot 25.000 lembar bagi 500 lembar = maksimal 50 lot JPRS.

Dengan semangat menggebu-gebu Anda pun membeli JPRS 50 lot di posisi 1000 sambil berangan-angan cuannya akan dibelikan motor untuk si doi (kalo ini jurus teman saya si gendeng dlm menggaet si Neng ) .Ternyata angan-angan tidak sesuai dengan yang diharapkan, setelah dibeli di 1000 JPRS turun terus & ketika menyentuh level 920 yang merupakan level cutloss yang ditetapkan, Anda harus disiplin untuk merelakan kerugian tersebut.
Berapa maksimal kerugian Anda pada saham JPRS ? Only 2% dari modal Anda , yakni Rp.2.000.000,-
Risk 2% ini bisa Anda terapkan pada saham-saham incaran lainnya seperti illustrasi di atas.

Risk not more than 6% in your all Portfolio
Jika di Risk 2% tersebut untuk per posisi/saham, maka Risk 6% ini untuk total keseluruhan modal Anda. Jadi total maksimal resiko yang Anda ambil  tidak boleh melebihi 6% dari contoh modal Anda yang tadi Rp.100.000.000 x 6% yakni Rp.6.000.000,- Read the rest of this entry

Advertisements