Blog Archives

Cara Menabung Saham

Setelah rekening saham Anda aktif, ada beberapa step yang harus dilakukan untuk menjalani nabung saham dengan efektif:

  1. Anda harus I.N.G.A.T bahwa harga saham berfluktuatif dalam jangka pendek, namun selama performa perusahaannya bagus, dalam jangka panjang cenderung akan bertumbuh (lihat poin nomor 5 di bawah). Anda harus tetap disiplin terlepas harga pasar naik ataupun turun. Ini kuncinya ya.
  2. Tentukan dahulu, anda akan menyisihkan berapa % dari income bulanan Anda. Minimal 10%. Idealnya 20 – 30% seperti Anda sedang mencicil properti.
  3. Pastikan, ketika income Anda naik, persentase penyisihannya tetap sama (misalnya 20% dari income), dengan demikian Anda akan membeli saham lebih banyak dari waktu ke waktu
  4. Tentukan tanggal tetap Anda akan membeli sahamnya, apakah tanggal gajian Anda, atau tanggal berapapun. Pastikan beli hanya di tanggal tersebut.
  5. Pastikan nabung saham perusahaan yang: a) Laporan keuangannya selalu positif, mencetak laba dalam (minimal) 5 tahun terakhir, b) selalu mengalami pertumbuhan laba yang konsisten dari waktu ke waktu, c) market leader di industrinya.
  6. Idealnya, tabunglah saham yang rutin membagikan deviden. Jadi Anda tidak perlu menjual saham Anda untuk menikmati hasil investasi Anda yang terus berkembang.
  7. Cek harga pasar sahamnya sekarang. Pembelian saham minimal adalah 1 lot (100 lembar saham) dan berlaku kelipatannya. Jika harga pasar sahamnya di Rp. 17.000,- maka minimal pembelian adalah Rp. 17.000,- X 100 lembar = Rp. 1.700.000,-. Jika jumlah yang ingin Anda tabung per bulan adalah Rp. 1.000.000,-, maka membeli saham tersebut tidak memungkinkan. Anda bisa perbesar alokasi bulanan Anda untuk dapat membeli saham tersebut, atau pilih saham lain yang sesuai dengan kriteria poin nomot 5 di atas.
  8. Belilah saham yang sama dengan konsisten. Jangan diganti – ganti.
  9. Lakukan dengan disiplin, baik ketika market naik, maupun turun.

Read the rest of this entry

Advertisements

Membaca Saham BBRI Dengan Import Data Ke Metatrader 4

“When There Is A Will, There Is A Way”

Pepatah ini sangat cocok untuk menggambarkan bila memang ada kemauan yang kuat, selalu akan ada jalan.

Kita tahu bahwa sekuritas memang menampilkan grafik saham dengan indikator built in yang standar, namun tidak memungkinkan bila ingin menambahkan indikator selain yang telah disediakan. Sedangkan kita menyadari bahwa indikator adalah seperti kacamata yang membantu dalam menganalisa pergerakan saham.

Terinsipirasi dengan Metatrader yang sangat mumpuni dengan indikator-indikator terbaik sehingga sangat memudahkan membaca arah pergerakan, namun hanya terbatas untuk forex, index, CFD luar negeri.

bbri

Nah, bagaimana caranya bila ingin membaca pergerakan saham Indonesia di Metatrader ? Read the rest of this entry

Bursa saham Cina mengawali minggu dengan kejatuhan baru

Saham-saham Asia terus menurun pada Senin (11/1) seiring kecemasan akibat penjualan di bursa pekan lalu yang membuat investor terus waspada.

Pasar saham dunia menderita kerugian besar setelah perdagangan Cina dua kali dihentikan pekan lalu karena anjloknya nilai saham secara dramatis sehingga memicu mekanisme pemutus sirkuit, dan meningkatkan ketidakpastian.

Pada Jumat lalu, Cina menghentikan mekanisme tersebut, langkah yang meyakinkan para pialang. Read the rest of this entry

Ekonomi lambat, kinerja Grup Lippo justru melesat

Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, grup Lippo masih mampu mencatatkan kinerja yang cukup positif meski ekonomi domestik mengalami perlambatan. Lihat saja, laporan keuangan sektor properti dan bisnis ritel grup milik keluarga James Riady masih mampu menuai pertumbuhan.

Dari sektor properti, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) [1,185 -25 (-2,1%)] memperlihatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 23% secara year on year (yoy) menjadi Rp 417,36 miliar. Ini seiring dengan kenaikan pendapatan sebesar 22,5% menjadi Rp 2,44 triliun dari Rp 1,99 triliun pada kuartal I 2014.

Kontribusi terbesar pendapatan LPKR [1,185 -25 (-2,1%)] bersumber dari pendapatan berulang atau recurring income yakni mencapai 53% atau sebesar Rp 1,28 triliun. Pendapatan ini tumbuh 21% yoy.

Hampir seluruh lini bisnis LPKR [1,185 -25 (-2,1%)] mengalami pertumbuhan. Divisi residential dan urban development menyumbang Rp 1,16 triliun terhadap pendapatan atau tumbuh 22% yang terdiri dari unit usaha township Rp 705 miliar dan unit usaha scale integrated development Rp 455 miliar. Divisi bisnis healthcare menyumbang kontribusi Rp 976 miliar atau naik 30% secara yoy dan asset management tumbuh 7% atau menyumbang Rp 177 miliar.

Hanya saja, pendapatan dari divisi komersial yang terdiri dari mall ritel, hotel dan township management melorot 7% menjadi Rp 135 miliar. Ini lantaran pendapatan sewa menurun setelah Lippo Kemang Mall dijual.

Adapun dari sektor ritel, PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) [17,500 500 (+2,9%)] mencatatkan pertumbuhan laba bersih 50,3% secaya yoy menjadi Rp 185 miliar meskipun pendapatanya hanya naik tipis 9,4% menjadi Rp 1,61 triliun. Laba perusahaan ini tersokong setelah beban keuangannya turun menjadi Rp 19,2 miliar dari sebelumnya Rp 57,5 miliar dan beban pajak penghasilan turun dari Rp 66,6 miliar ke Rp 55,5 miliar.

Analis BNI securities, Thendra Chrisnanda mengatakan kinerja grup lippo masih terjaga di tengah perlambatan bisnis konglomerasi lainnya lantaran memiliki lini bisnis yang memiliki prospek cukup baik terutama dari bisnis health care, lahan industri dan bisnis ritel. “Lippo tumbuh karena bisnis mereka terdiversifikasi dengan baik sekali,” kata Thendra pada KONTAN, Kamis (30/4).

Meskipun sektor properti mengalami perlambatan sepanjang kuartal I seiring dengan penurunan daya beli masyarakat, Thendra bilang LPCK [11,975 250 (+2,1%)] dan LPKR [1,185 -25 (-2,1%)] masih tumbuh karena menerapkan strategi aliansi dengan baik yakni menjual properti ke investor strategis, seperti Jepang, yang memiliki daya beli tinggi.

Thendra memandang prospek bisnis grup Lippo masih cukup positif tahun ini. Menurutnya, sektor utama yang akan menjadi tumpuan Lippo tahun ini adalah health care yakni dengan pertumbuhan usaha SILO [14,200 225 (+1,6%)] dan bisnis properti.

Kendati demikian, Lippo masih harus menghadapai tantangan yakni kepastian penerapan PPnBM untuk properti dan perlambatan daya beli masyarakat. Menurut Thendra, jika hunian di atas Rp 2 miliar akan dikenakan pajak mewah maka dampaknya akan sangat besar terhadap Lippo karena LPKR [1,185 -25 (-2,1%)] maupun LPCK [11,975 250 (+2,1%)] bermain di segmen properti menengah ke atas.

Sedangkan di bisnis ritel, kebutuhan bahan pokok masih memang masih tetap besar meskipun daya beli masyarakat turun. Hanya saja, kata Thendra, Lippo tidak mengerek pertumbuhan margin dari potensi kenaikan harga produk. “Selama ini keuntungan mereka banyak dengan menaikkan harga produk. Kalau daya beli turun mereka akan susah menaikkan harga,” jelas Thendra.

Di grup ini, Thendra merekomendasikan buy untuk LPCK [11,975 250 (+2,1%)] dan SILO [14,200 225 (+1,6%)] dengan target harga masing Rp 13.800 dan Rp 15.400. Sedangkan LPKR [1,185 -25 (-2,1%)] direkomendasikan hold dengan target Rp 1.225. Read the rest of this entry

Portfolio Management Saham

Tulisan ini tidak bermaksud untuk menggurui teman-teman yang sudah berpengalaman, ini hanya sekedar sharing kepada teman-teman yang baru terjun ke dunia saham ini.

Seperti yang kita ketahui pertumbuhan ekonomi Indonesia yang signifikan memacu kenaikan IHSG yang terus menerus mencetak rekor baru & membuka peluang investasi di bidang saham.Pemain baru atau newbie terus bertambah karena semakin mudahnya trading via online trading dan ada yang bisa trading melalui smartphone BlackBerry.

Pemahaman yang keliru bahwa bermain saham bisa membuat kita kaya mendadak semakin menarik bagi generasi muda range usia 25 sd 35 thn . Golongan usia seperti ini tipe yang sangat agresif (he..he..saya termasuk di dalamnya ) dan bermain hanya berdasarkan running trade, rumour dan bisikan-bisikan di sekitarnya (kalo ini saya gak ikut di dalamnya) .

Menurut pandangan saya, hanya 5% yang berhasil dari para newbie tersebut & yang 95% akan mundur dengan suka rela karena cutloss yang dalem atau portofolionya susut -75%.Yang 5% tersebut punya self control (kontrol diri) yang bagus, sabar,disiplin & mahir dalam manajemen portofolio.
Nah,supaya Anda bisa menjadi bagian 5% yang berhasil tersebut, ada baiknya membaca & menerapkan cara-cara seperti berikut ini:

RISK not more than 2% in one stock
Artinya begini ; Anda tidak boleh mengambil resiko dalam satu posisi melebihi 2% dari modal Anda.
Contoh, Anda mendapatkan berita siluman bahwa saham JPRS diyakini bisa jadi jackpot & setelah disearch ke beberapa media online ternyata mendukung berita tersebut, apalagi di situ disebutkan JPRS akan diangkat oleh Bandar ke 1500 (hanya illustrasi belaka). Terakhir Anda mengecek ke teman-teman senasib sepenanggungan ternyata juga disarani JPRS, klop dah pilihan hati jatuh ke JPRS.

Kita illustrasikan saja modal Anda Rp.100jt.  Risk 2% dari Rp.100jt, yaitu Rp.2jt.  Berarti resiko tertinggi dalam saham JPRS tersebut adalah Rp.2.000.000 saja
Saat ini JPRS di posisi Rp.1.000,- (contoh saja) dengan level cutloss di 920, selisih Rp.1.000 – Rp.920 = Rp.80,- then, risk 2% atau Rp.2.000.000 dibagi Rp.80,- = 25.000 lembar saham JPRS yg maksimal boleh Anda beli ,kalo dalam jumlah lot 25.000 lembar bagi 500 lembar = maksimal 50 lot JPRS.

Dengan semangat menggebu-gebu Anda pun membeli JPRS 50 lot di posisi 1000 sambil berangan-angan cuannya akan dibelikan motor untuk si doi (kalo ini jurus teman saya si gendeng dlm menggaet si Neng ) .Ternyata angan-angan tidak sesuai dengan yang diharapkan, setelah dibeli di 1000 JPRS turun terus & ketika menyentuh level 920 yang merupakan level cutloss yang ditetapkan, Anda harus disiplin untuk merelakan kerugian tersebut.
Berapa maksimal kerugian Anda pada saham JPRS ? Only 2% dari modal Anda , yakni Rp.2.000.000,-
Risk 2% ini bisa Anda terapkan pada saham-saham incaran lainnya seperti illustrasi di atas.

Risk not more than 6% in your all Portfolio
Jika di Risk 2% tersebut untuk per posisi/saham, maka Risk 6% ini untuk total keseluruhan modal Anda. Jadi total maksimal resiko yang Anda ambil  tidak boleh melebihi 6% dari contoh modal Anda yang tadi Rp.100.000.000 x 6% yakni Rp.6.000.000,- Read the rest of this entry

Sell In May and Go Away ???

Sell in May and Go Away adalah suatu pepatah dalam istilah pasar modal. Istilah ini tidak setenar Window Dressing yang terjadi pada akhir tahun, namun belakangan cukup banyak ditanyakan oleh investor. Karena tidak tenar, banyak pula investor awam yang salah menafsirkan istilah ini. Pemikiran awam adalah bahwa investor sebaiknya menjual saham pada bulan Mei karena dipercaya” kinerja saham pada bulan ini umumnya kurang baik, padahal definisi tersebut kurang tepat.

Apa definisi yang benar terhadap istilah ini? Apakah konsep ini applicable untuk pasar modal Indonesia? Dan tahukah anda, Sell in May and Go Away mungkin saja merupakan salah satu cara untuk mendapatkan return di atas return pasar? Tertarik?? silakan membaca terus tulisan ini…

 

 

Read the rest of this entry