Blog Archives

Saham TLKM tergerus dalam, ada apa?

Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) pagi ini (28/10) tampak terkulai. Data RTI menunjukkan, pada pukul 09.43 WIB, saham TLKM merosot 3,39% menjadi Rp 2.710. Bahkan saham perusahaan halo-halo ini sempat turun ke level Rp 2.700.

Mengutip data Bloomberg, tiga sekuritas yang paling banyak melepas saham ini di antaranya:

Disinyalir, pergerakan saham TLKM terkait dengan kinerja TLKM di kuartal III yang kurang menyenangkan. Riset KONTAN menunjukkan, laba bersih TLKM terbilang stagnan, yakni Rp 11,47 triliun per 30 September 2014. Ini tak jauh berbeda dengan laba akhir kuartal III 2013 yang tercatat Rp 11,06 triliun. Read the rest of this entry

Advertisements

Analis: Laba TLKM tertekan nilai tukar

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) [2,680 35 (+1,3%)] mencatat kenaikan pendapatan sekitar 8% sampai 9% ke posisi Rp 43 triliun di semester pertama ini. Sampai akhir tahun, TLKM [2,680 35 (+1,3%)] menargetkan pendapatannya dapat bertumbuh 10% dengan kenaikan laba 8% sampai 10%.

Kepala Riset Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menilai, laba TLKM [2,680 35 (+1,3%)] akan terimbas depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Pasalnya, emiten telekomunikasi memiliki pembelanjaan seperti pembelian baterai di Base Tranceiver Station (BTS) dalam mata uang dollar. Selain itu, adanya utang dollar pun bisa menekan laporan keuangan.

“Belum terlihat rupiah akan terapresiasi lebih jauh. Laba (TLKM) [2,680 35 (+1,3%)] moderat akan single digit,” ucap William.

Ia pun melihat bahwa tahun ini TLKM [2,680 35 (+1,3%)] tak banyak melakukan ekspansi dibanding emiten telekomunikasi lainnya. Satu hal yang baru terlihat cuma masuk ke PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) [795 -5 (-0,6%)] melalui anak usahanya PT Pins Indonesia.

Pekan ini, saham TLKM [2,680 35 (+1,3%)] tutup di harga Rp 2.680, naik 1,32% dibanding hari sebelumnya. William merekomendasikan hold dengan target harga Rp 2.850.

 

Sumber : ipotnews.com

http://cara-buat-website.com/konsultan-bisnis

 

IHSG Cukup Kuat, Akumulasi 4 Saham Berkapitalisasi Besar

Senior Research HD Capital Yuganur Wijanarko, mengatakan performa IHSG sepekan ke depan akan terus melaju meskipun dibayangi oleh sentimen negatif yang mungkin dapat terjadi. Laporan keuangan emiten semester pertama 2012 masih akan menjadi sentimen positif.

Menurut Yuganur, hasil laporan keuangan semester pertama 2012 yang relatif cukup baik dan kenaikan laba bersih di beberapa emiten akan melawan sentimen negatif dari melebarnya defisit perdagangan dan fluktuatifnya bursa regional yang membuat IHSG secara mingguan berhasil ditutup di atas harga tertinggi selama 5 pekan terakhir. Selama sepekan ke depan IHSG masih memiliki potensi menguat meski investor perlu mewaspadai aksi akumulasi keuntungan yang terjadi di pasar (profit taking).

“Bila dilihat dari grafik teknikal mingguan, rentang pergerakan IHSG selama sepekan ke depan harusnya berada di level 4.080 poin – 4.175 poin. Masih ada beberapa pilihan saham berkapitalisasi besar yang layak diakumulasi investor untuk mendapatkan keuntungan,” tambah Yuganur dalam risetnya, Senin (6/8/2012).

Saham-saham tersebut adalah PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk [TLKM 8,950 50 (+0,6%)] dengan target harga di Rp 9.250 per saham dan harus cut loss apabila melemah hingga ke level di Rp 8.650 per saham, PT Astra International Tbk [ASII 7,000 0 (+0,0%)] dengan target Rp 7.250 per saham dan cut loss point di Rp 6.750 per saham.

Selain itu ada saham [UNTR 21,300 900 (+4,4%)] dengan target harga di Rp 22.500 per saham dan cut loss point di Rp 19.850 per saham, dan saham PT Gudang Garam Tbk [GGRM 51,000 150 (+0,3%)] dengan target harga di Rp 55.000 per saham dan cut loss poin di Rp 48.500 per saham.
Read the rest of this entry

Telkom Rencana Buyback Saham Rp. 3 Triliun

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham tahap IV sebanyak 2,7% atau sejumlah 416,66 juta saham seri B yang dikeluarkan oleh perseroan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan nilai sebesar Rp3 triliun.

Dalam pengumuman resmi perseroan di Jakarta, Selasa (19/4), disebutkan pembelian saham tersebut akan dilakukan secara bertahap dalam waktu paling lama 18 bulan sejak disetujuinya buyback dalam Rapat Umum Pemegang saham (RUPS) perseroan.

Untuk buyback saham IV itu akan dilakukan terhitung satu hari setelah berakhirnya RUPS, yaitu pada 20 Mei 2011.

“Pembelian tersebut akan dilaksanakan berdasarkan pertimbangan manajemen perseroan melaui pembelian saham pada BEI,” ungkap manajemen TLKM.

Tujuan buyback saham IV adalah salah satu bentuk upaya perseroan untuk meningkatkan manajemen permodalan, sehingga pelaksanaannya akan meningkatkan nilai laba bersih per saham (EPS) dan Return of Equity (ROE) secara berkelanjutan.

Sumber : IMQ JAKARTA

Telekomunikasi Indonesia (TLKM) 18 Januari 2011

Pada posting TLKM sebelumnya memang saham ini adalah yang terbanyak dibeli kembali oleh asing sejak rontoknya IHSG, dan trend pembelian oleh asing masih terus berlanjut sampai hari ini. Keberhasilan TLKM menembus resisten di level 7600 dan melewati garis MA 20 membuat saham bluechip ini berpotensi untuk menguji resisten kuat di level 8000.

S : 7600 — R : 8000

Telekomunikasi Indonesia (TLKM) 11 Januari 2011

Pada akhir minggu kemarin, kejatuhan IHSG telah terlihat dengan didominasi penurunan ASII, BBRI dan TLKM yang merupakan saham bluechip. Sampai hari ini hanya TLKM yang sudah berbalik dibeli kembali oleh asing dengan Net Buy terbesar, namun tetap waspada karena walaupun indikator Stochastic telah menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah namun trend turun masih terlihat jelas.

Selama TLKM belum mampu melewati MA5 di level 7450 maka penurunan terus akan terjadi dengan support berikutnya di level 6900, begitu pula dengan IHSG yang terus akan menurun kembali ke level 3300. Namun bila dana asing kembali masuk, maka sebagai saham bluechip yang defensif TLKM akan kembali ke level 7800.

S : 6900 — R : 7450