Monthly Archives: October 2015

BSDE Catatkan Penjualan Marketing Rp4,6 Triliun

Emiten properti, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) hingga akhir September 2015 meraup penjualan marketing mencapai Rp4,6 triliun atau setara 62% dari target tahun ini senilai Rp7,5 triliun.

Direktur BSDE, Hermawan Wijaya di Jakarta, Senin (19/10) mengatakan raihan penjualan marketing tersebut ditopang permintaan produk residensial.

“Tingginya minat konsumen atas produk residensial menjadi kontribusi utama penjualan BSDE. Hal ini tidak lepas dari keunggulan lokasi, konsep desain dan kelengkapan infrastruktur yang tawarkan seperti di BSD City sebagai kota mandiri terbesar di Indonesia,” ungkap Hermawan.

Menurutnya, secara historis raihan penjulan marketing konsisten melonjak pada kuartal terakhir setiap tahun.

Sebagai contoh, hingga kuartal terakhir tahun lalu, meningkat 30% menjadi Rp6,5 triliun dibandingkan dengan posisi pada kuartal sebelumnya. Read the rest of this entry

Advertisements

Ini yang Bikin Dolar AS Merosot ke Rp 13.400

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat. Mata uang Garuda ini menguat cukup tajam hingga ke level Rp 13.400.

Mengutip data peragangan Reuters, Jumat (9/10/2015), dolar AS dibuka di level Rp 13.626 dan sempat menyentuh level tertingginya di angka Rp 13.800, dan level terendahnya di Rp 13.400.

Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), David Sumual menilai, penguatan rupiah yang cukup signifikan ini merespons hasil meeting The Federal Open Market Committee (FOMC) semalam, yang memberikan sinyal jika bank sentral AS, yaitu Federal Reserve (The Fed), tidak akan menaikkan tingkat suku bunganya setidaknya hingga akhir tahun ini. Read the rest of this entry

Redupnya Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Bikin Dolar Lemah

Kurs dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap mata uang utama lainnya pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena data ekonomi suram negara itu menurunkan ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga tahun ini.

Xinhua melansir, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,66 persen menjadi 95,467 pada akhir perdagangan. Demikian seperti dikutip dari Antara, Rabu (7/10/2015).

Defisit perdagangan internasional AS dalam barang dan jasa naik menjadi USD48,3 miliar pada Agustus dari revisi USD41,8 miliar pada Juli, lapor Departemen Perdagangan AS. Perkiraan terbaru mencatat pertumbuhan terbesar dalam defisit perdagangan AS dalam lima bulan terakhir, melemparkan keraguan terhadap prospek kenaikan suku bunga The Fed tahun ini. Read the rest of this entry